Resep Biji Salak Tanpa Santan, Tetap Manis dan Lebih Sehat untuk Takjil Ramadan

14 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Biji salak adalah hidangan manis tradisional Indonesia yang populer sebagai takjil Ramadan, dikenal karena teksturnya yang kenyal dan kuah gula merah dengan santan yang gurih. Namun, meningkatnya kesadaran kesehatan membuat banyak orang mencari alternatif tanpa santan untuk mengurangi kandungan lemak atau mengatasi intoleransi.

Resep biji salak tanpa santan menggunakan pengganti seperti susu evaporasi, krimer, atau susu UHT, sehingga rasa manis tetap terjaga. Inovasi ini juga menghasilkan tekstur yang lebih lembut dan ringan di perut dibanding versi tradisional.

Berikut informasi mengenai biji salak dari variasi tradisional hingga resep modern tanpa santan. Selain itu, dijelaskan manfaat hidangan ini sehingga bisa dinikmati secara sehat sesuai selera dan kebutuhan. Dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber pada Selasa (24/2/2026).

Mengenal Biji Salak dan Variasi Tradisionalnya

Biji salak adalah kudapan tradisional Indonesia berbentuk bola kecil yang terbuat dari campuran ubi jalar dan tepung tapioka atau sagu. Meskipun namanya mengandung kata "salak", hidangan ini tidak menggunakan biji buah salak; nama tersebut merujuk pada bentuknya yang menyerupai biji salak.

Secara tradisional, ubi jalar dikukus, dihaluskan, lalu dicampur dengan tepung tapioka hingga bisa dibentuk menjadi bola-bola. Bola-bola ini kemudian direbus hingga matang dan biasanya disajikan dengan kuah gula merah kental dan santan gurih, dengan variasi warna dari ubi kuning, ungu, atau labu kuning untuk menambah cita rasa.

Biji salak memiliki peran penting dalam kuliner Indonesia, terutama saat Ramadan sebagai menu takjil untuk berbuka puasa. Rasanya manis dan teksturnya lembut membuatnya cocok untuk mengembalikan energi, serta sering hadir saat Idulfitri sebagai hidangan manis untuk kebersamaan keluarga.

Resep Biji Salak Tanpa Santan

Membuat resep biji salak tanpa santan adalah pilihan yang tepat bagi mereka yang ingin mengurangi asupan lemak atau mencari alternatif yang lebih ringan di perut. Pengganti santan seperti susu evaporasi, krimer, atau susu UHT dapat memberikan tekstur creamy yang serupa tanpa rasa begah yang kadang ditimbulkan oleh santan. Resep ini akan menggunakan susu evaporasi atau krimer sebagai pengganti santan untuk kuah vla yang creamy dan lezat.

Bahan-bahan:

Untuk Biji Salak:

  • 250 gram ubi cilembu (atau ubi jalar lainnya), kukus dan haluskan.
  • 80 gram tepung sagu (atau tapioka).
  • 10 gram gula halus.
  • 2 gram garam.

Untuk Kuah Gula Merah:

  • 100 gram gula merah.
  • 1000 ml air.
  • 2 lembar daun pandan.
  • 2 sendok teh larutan maizena (untuk pengental).

Untuk Vla Susu (Pengganti Santan):

  • 400 gram susu evaporasi/krimer.
  • 1 sendok teh garam.
  • 2 lembar daun pandan.
  • 2 sendok teh tepung maizena.

Cara Membuat:

  1. Membuat Biji Salak: Pertama, potong dadu ubi, lalu rebus atau kukus hingga matang dan empuk. Setelah empuk, haluskan ubi menggunakan sendok atau alat penghalus kentang. Tambahkan tepung sagu, garam, dan gula halus, lalu uleni adonan menggunakan tangan hingga kalis. Ambil sedikit adonan dan bentuk bulat-bulat menyerupai biji salak, ulangi sampai semua adonan selesai dibentuk. Pastikan ukurannya seragam agar matang merata saat direbus.
  2. Membuat Kuah Gula Merah: Panaskan panci, masukkan gula merah, 1 liter air, dan 2 lembar daun pandan. Aduk dan masak hingga mendidih. Tambahkan sedikit larutan maizena untuk mengentalkan kuah. Setelah air gula agak kental, masukkan biji salak yang sudah dibentuk dan rebus hingga biji salak matang dan mengapung. Setelah mengapung, masak selama sekitar 10 menit lagi agar matang sempurna dan rasa manis meresap.
  3. Membuat Vla Susu: Terakhir, buat vla dengan mencampurkan susu evaporasi/krimer, garam, daun pandan, dan tepung maizena dalam panci terpisah. Aduk hingga mendidih dan mengental. Sajikan biji salak dan air gula merahnya dalam piring atau mangkuk, lalu siramkan vla susu di atasnya. Kolak biji salak tanpa santan siap dihidangkan sebagai takjil buka puasa yang kenyal dan manis.

Manfaat dan Inovasi Biji Salak Tanpa Santan

Mengganti santan dengan alternatif lain dalam resep biji salak tanpa santan memberikan manfaat kesehatan yang signifikan. Santan tinggi lemak jenuh, yang bagi sebagian orang dapat memicu rasa begah, mual, atau naiknya asam lambung, terutama jika dikonsumsi saat perut kosong.

Dengan menggunakan susu evaporasi, krimer, atau susu UHT, biji salak menjadi lebih ringan dan nyaman di perut, sekaligus mengurangi asupan lemak jenuh. Alternatif lain seperti FiberCreme atau krimer bubuk tertentu juga bisa digunakan, karena tetap creamy, gurih, dan lebih sehat dibanding santan.

Ubi jalar sebagai bahan utama kaya karbohidrat, serat, vitamin, dan beta-karoten. Seratnya baik untuk pencernaan, membantu mencegah sembelit, serta mendukung kesehatan jantung, mengontrol gula darah, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh, menjadikan biji salak lezat sekaligus bergizi.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Apa itu biji salak tanpa santan?

Biji salak tanpa santan adalah variasi kudapan tradisional biji salak yang kuahnya tidak menggunakan santan, melainkan diganti dengan bahan lain seperti susu evaporasi, krimer, atau susu UHT agar lebih ringan dan sehat.

2. Mengapa memilih biji salak tanpa santan?

Pilihan ini cocok bagi yang ingin mengurangi asupan lemak jenuh, memiliki intoleransi santan, atau mencari hidangan yang lebih ringan di perut tanpa mengurangi kelezatan rasa manis dan kenyalnya.

3. Apa saja bahan pengganti santan yang bisa digunakan?

Bahan pengganti santan yang umum digunakan antara lain susu evaporasi, krimer, susu UHT, atau FiberCreme untuk memberikan tekstur creamy yang serupa.

4. Apa manfaat kesehatan dari ubi jalar dalam biji salak?

Ubi jalar kaya akan karbohidrat, serat, vitamin C, dan beta-karoten yang baik untuk pencernaan, membantu mencegah sembelit, serta dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |