Hore, 4 Bayi Harimau Sumatera Lahir Perdana di Taman Satwa di Inggris

10 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Upaya konservasi harimau Sumatera di Inggris berbuah manis. Empat bayi harimau Sumatera lahir dengan selamat pada 9 April 2026 di Howletts Wild Animal Park, dekat Canterbury, Inggris.

Itu menjadi kelahiran harimau Sumatera pertama di taman satwa tersebut. "Ini adalah momen yang sangat penting bagi Howletts dan bagi konservasi spesies yang luar biasa ini," kata seorang juru bicara, dikutip dari BBC, Rabu (27/5/2026).

Keempat anak harimau Sumatera itu lahir dari induk bernama Tipah (7) yang dipuji telah menjalani 'peran sebagai ibu dengan sangat baik', dikutip dari keterangan unggahan di akun Instagram resmi taman satwa itu, pada 19 Mei 2026. Si induk bersikap 'tenang, penuh perhatian, dan sangat penyayang' meski ia baru pertama kali menjadi ibu.

Pihak kebun binatang itu juga mengklaim bahwa kelahiran itu menjadi salah satu kelahiran dengan jumlah anak harimau Sumatera terbanyak. Bapak para bayi harimau itu adalah Nakal yang dikenal 'sangat teritorial saat lahir', tapi kini belajar sabar. Pejantan itu bergabung dengan taman satwa itu sejak Juli 2025.

Para penjaga juga mengatakan keempat anak harimau itu "sehat, berbulu lebat, dan tumbuh dengan baik", dengan satu anak harimau yang "sangat vokal" sering memanggil induknya ketika ia berkeliaran terlalu jauh, sementara yang lain sudah terlihat lebih besar daripada saudara-saudaranya. Pihak taman belum mengonfirmasi jenis kelamin keempat anak harimau tersebut.

"Saat ini, mereka tetap aman berada di sarang mereka, tetapi pengunjung mungkin cukup beruntuk untuk melihat mereka selama Springfest di pertengahan semester ini," sahutnya.

Kelahiran 2 Anak Harimau di Lampung

Upaya konservasi harimau Sumatera di Taman Satwa Lembah Hijau Lampung juga membuahkan hasil. Dua ekor bayi harimau sumatera (Panthera tigris Sumatrae) lahir dengan selamat di lembaga konservasi itu, tiga bulan yang lalu, yakni Februari 2026.

Jenis kelamin kedua bayi harimau sumatera itu belum diketahui. Yang pasti keduanya merupakan hasil perkawinan antara harimau jantan Kyai Batua dan induk Sinta. Keduanya merupakan satwa hasil penyelamatan akibat konflik dengan manusia dan jerat pemburu liar.

Dalam rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, Selasa (5/5/2026), Kyai Batua sebelumnya diselamatkan tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung bersama-sama dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan pada 2--4 Juli 2019 di Dusun Baru Ampar, Pekon Sukamarga Kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat dalam kondisi terjerat. Akibat luka serius, kaki depan kanan Kyai Batua harus diamputasi pada 5 Juli 2019.

Induk Harimau Korban Jerat Liar

Sementara, Sinta merupakan individu Harimau Sumatera yang diselamatkan dari Provinsi Bengkulu pada Desember 2024 dengan kondisi serupa, yaitu mengalami cedera berat akibat jerat pada saat dievakuasi ditemukan cacat pada kaki belakang kanan. 

Perkawinan kedua individu tersebut dilaksanakan berdasarkan rekomendasi program Global Species Management Plan (GSMP) fase III dan IV Tahun 2024/2025 yang dikoordinasikan bersama Persatuan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI). Dalam studbook Harimau Sumatera, Kyai Batua tercatat dengan nomor SB ID 1886 dan Sinta dengan nomor SB ID 1998.

Berkat pengawasan dan pendamping yang ketat oleh tim medik veteriner Taman Satwa Lembah Hijau, kedua anak harimau tumbuh dan berkembang dengan baik. Keberhasilan itu menjadi catatan penting sebagai kelahiran pertama Harimau Sumatera secara ex situ di Provinsi Lampung. 

Indikator Positif Upaya Konservasi Harimau Sumatera

Kementerian Kehutanan mengklaim kelahiran dua individu harimau Sumatera ini menjadi indikator positif keberhasilan pengelolaan konservasi ex situ, sekaligus memperkuat upaya pelestarian spesies yang saat ini menghadapi tekanan populasi di habitat alaminya.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung, Agung Nugroho, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin. "Kami memberikan apresiasi atas keberhasilan LK Taman Satwa Lembah Hijau dalam mendukung program konservasi Harimau Sumatera. Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi yang solid antara pemerintah, lembaga konservasi, serta parapihak yang terlibat," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam upaya perlindungan satwa liar, khususnya dalam penanggulangan ancaman jerat dan perburuan ilegal yang masih terjadi. Terlebih, populasi harimau Sumatera di alam liar diperkirakan tersisa hanya 400 ekor dan statusnya masuk terancam punah.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |