10 Rekomendasi Tempat Ngabuburit di Jogja, Pilihan untuk Berburu Takjil 2026

13 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Ramadan 2026 kembali menghidupkan suasana sore di berbagai sudut Yogyakarta, ketika warga dan wisatawan memadati pusat-pusat kuliner untuk berburu takjil sembari menunggu azan Magrib berkumandang. Tradisi ngabuburit di Jogja bukan sekadar kegiatan mengisi waktu, melainkan sudah menjadi bagian dari denyut ekonomi musiman yang menggerakkan pedagang kecil hingga event organizer lokal. Setiap tahun, titik-titik tertentu selalu mengalami lonjakan pengunjung karena dikenal lengkap, terjangkau, dan memiliki atmosfer khas Ramadan.

Fenomena ini terlihat dari kembalinya sejumlah pasar Ramadan legendaris hingga festival kuliner modern yang menawarkan ratusan menu berbuka puasa dalam satu kawasan. Dari kampung-kampung hingga pusat kota, masyarakat berburu kolak, es buah, gorengan, makanan berat, hingga jajanan kekinian yang hanya mudah ditemukan saat bulan puasa. Kepadatan pengunjung biasanya mulai terasa sejak pukul 16.00 WIB dan meningkat tajam menjelang waktu berbuka.

Berikut 10 rekomendasi tempat ngabuburit di Jogja 2026 yang menjadi pilihan warga untuk berburu takjil sekaligus menikmati suasana sore Ramadan yang semarak.

1. Pasar Ramadhan Kelurahan Warungboto

Pasar Ramadhan Kelurahan Warungboto kembali menjadi pusat keramaian warga setiap sore karena lokasinya yang strategis di kawasan permukiman padat serta mudah diakses kendaraan roda dua maupun roda empat. Sejak pukul 15.30 WIB, para pedagang mulai membuka lapak dan menyusun aneka takjil seperti kolak, es buah, aneka gorengan, jajanan pasar, hingga lauk siap santap yang bisa dibawa pulang untuk berbuka bersama keluarga.

Kepadatan pengunjung biasanya mulai meningkat setelah pukul 16.30 WIB sehingga datang lebih awal menjadi strategi agar pilihan menu masih lengkap dan antrean belum terlalu panjang.

2. Lembah UGM

Kawasan Lembah UGM menjadi salah satu titik ngabuburit favorit karena area ruang terbukanya luas dan memungkinkan pengunjung duduk santai sambil menikmati suasana sore yang teduh. Menjelang waktu berbuka, banyak pedagang musiman bermunculan di sekitar area tersebut dengan menjajakan aneka takjil seperti es buah, gorengan, dimsum, hingga makanan berat yang praktis dibawa pulang.

Kepadatan biasanya meningkat pada akhir pekan karena mahasiswa dan keluarga memanfaatkan lokasi ini untuk berburu makanan sekaligus menikmati udara sore sebelum azan Magrib berkumandang.

3. Taman Pelangi Monjali

Kawasan Taman Pelangi Monjali menjadi pilihan warga untuk ngabuburit karena memiliki area parkir yang relatif luas serta ruang terbuka yang nyaman untuk berjalan santai sambil menunggu waktu berbuka. Selama Ramadan, pedagang takjil dadakan mulai berjejer sejak sore hari dengan menawarkan minuman segar, jajanan tradisional, hingga makanan cepat saji yang digemari anak muda.

Lonjakan pengunjung biasanya terlihat setelah pukul 16.30 WIB sehingga pengunjung yang ingin suasana lebih lengang disarankan datang lebih awal sebelum antrean semakin panjang menjelang Magrib.

4. Pasar Ramadhan Jogokaryan 2026

Pasar Ramadhan Jogokaryan 2026 kembali digelar dengan skala besar di sekitar Masjid Jogokaryan yang setiap tahun dikenal sebagai pusat aktivitas Ramadan di Yogyakarta. Ratusan tenant kuliner menghadirkan beragam pilihan menu mulai dari makanan khas daerah, minuman segar, hingga hidangan berat yang siap disantap saat berbuka.

Kepadatan biasanya terjadi menjelang Magrib dan dapat mencapai ribuan pengunjung dalam satu sore, sehingga pengunjung disarankan datang lebih awal untuk menghindari antrean panjang.

5. Pasar Sore Ramadan Kauman

Pasar Sore Ramadan Kauman berada di kawasan yang dikenal sebagai pusat wisata religi sehingga selalu menarik minat warga lokal maupun wisatawan luar kota. Pedagang menjual beragam takjil khas Jogja seperti jajanan pasar tradisional hingga makanan rumahan yang sulit ditemukan di luar bulan Ramadan. Suasana sore yang berpadu dengan latar bangunan bersejarah menciptakan pengalaman ngabuburit yang berbeda dan kerap menjadi pilihan keluarga untuk berjalan santai sambil berburu makanan berbuka.

6. Pasar Sore Ramadan Jalur Gaza di Nitikan

Pasar Sore Ramadan Jalur Gaza menjadi destinasi favorit karena dikenal menawarkan harga yang relatif terjangkau dengan pilihan menu yang beragam. Deretan pedagang memenuhi sisi jalan dengan aneka gorengan, minuman dingin, makanan berat, serta camilan khas Ramadan yang menjadi incaran pembeli menjelang waktu berbuka. Keramaian biasanya memuncak antara pukul 16.30 hingga 17.45 WIB sehingga pengunjung disarankan memperhatikan arus lalu lintas dan mencari parkir lebih awal.

7. Ramadan Fest GIK-Swaragama 2026

Ramadan Fest GIK-Swaragama 2026 menghadirkan konsep berbeda karena memadukan kuliner dengan hiburan serta aktivitas komunitas dalam satu kawasan acara. Selain tenant makanan dan minuman yang beragam, pengunjung juga dapat menikmati penampilan musik, talkshow, hingga kegiatan interaktif yang membuat waktu menunggu berbuka terasa lebih singkat. Acara biasanya berlangsung dari sore hingga malam hari sehingga cocok bagi pengunjung yang ingin melanjutkan aktivitas setelah berbuka puasa.

8. Kawasan Malioboro

Kawasan Malioboro dan sekitarnya tetap menjadi magnet ngabuburit karena aksesnya mudah serta didukung fasilitas umum yang lengkap bagi wisatawan maupun warga lokal. Banyak pedagang musiman yang menjual takjil di sepanjang area tersebut sehingga pengunjung dapat berjalan kaki sambil memilih menu berbuka sesuai selera.

Menjelang Magrib, kepadatan meningkat terutama pada akhir pekan sehingga perencanaan waktu kunjungan menjadi faktor penting agar pengalaman tetap nyaman.

9. Alun-Alun Kidul

Alun-Alun Kidul menjadi pilihan warga yang ingin ngabuburit sambil menikmati ruang terbuka yang luas dan suasana santai bersama keluarga atau teman. Di sekitar area ini, pedagang menjajakan aneka minuman segar, camilan, hingga makanan berat yang dapat dinikmati sambil duduk santai menunggu waktu berbuka. Keramaian biasanya meningkat menjelang Magrib ketika pengunjung berkumpul di area lapang dan memilih berbuka bersama di tempat.

10. Titik Nol Kilometer Jogja

Titik Nol Kilometer Jogja menjadi salah satu lokasi favorit ngabuburit karena berada di pusat kota dan dikelilingi bangunan ikonik yang menarik untuk dikunjungi. Pedagang kaki lima dan penjual musiman menawarkan berbagai takjil sederhana seperti es buah, gorengan, hingga makanan cepat saji yang mudah dibawa.

Kepadatan pengunjung biasanya terlihat sejak sore hingga malam hari, terutama saat akhir pekan dan musim liburan, sehingga pengunjung disarankan datang lebih awal untuk menghindari kerumunan berlebih.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ngabuburit di Jogja

1. Kapan waktu terbaik ngabuburit di Jogja?

Waktu terbaik biasanya mulai pukul 15.30 hingga 17.00 WIB sebelum kepadatan puncak menjelang Magrib.

2. Apakah tempat ngabuburit di Jogja ramah kantong?

Sebagian besar pasar Ramadan menawarkan harga terjangkau mulai dari ribuan rupiah per menu.

3. Apakah tersedia area parkir di lokasi ngabuburit?

Sebagian lokasi memiliki parkir terbatas sehingga disarankan datang lebih awal.

4. Apakah hanya tersedia takjil?

Tidak, banyak lokasi juga menyediakan makanan berat untuk santap malam.

5. Apakah wisatawan luar kota bisa ikut ngabuburit?

Bisa, karena mayoritas lokasi berada di area publik dan mudah diakses wisatawan.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |