Wisma Habibie dan Ainun Kini Dibuka untuk Lokasi Pernikahan, Berapa Biayanya?

11 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Banyak yang meyakini pernikahan cukup digelar sekali seumur hidup sehingga perlu dirayakan dengan cara seistimewa mungkin. Salah satunya dengan memilih venue yang bersejarah seperti di kediaman pribadi Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie. Rumah yang kini bernama Wisma Habibie dan Ainun itu kini terbuka untuk lokasi pernikahan.

Wulan Agustien, Head of Sales & Operations Wisma Habibie dan Ainun menyebutkan sudah ada beberapa orang yang memilih tempat itu sebagai lokasi acara sakral tersebut. Berada di kawasan Patra Kuningan, Jakarta Selatan, tempat itu menawarkan suasana 'homey' dengan dikelilingi pepohonan tinggi.

"Karena kita ini (Wisma Habibie dan Ainun) sarat sejarah dan filosofi, kadang-kadang justru hanya orang tertentu yang ingin (menikah di sini)," kata Wulan kepada Lifestyle Liputan6.com, ditemui di Jakarta, Senin, 30 Maret 2026.

Ia pun mencontohkan sepasang pengantin yang berencana menikah pada awal April 2026. Setelah mengobrol, terungkap bahwa alasan pasangan itu memilih tempat tersebut adalah karena ternyata calon pengantin lelakinya berkuliah di Aachen, salah satu kota di Jerman. 

"Kota itu tempat Pak Habibie sekolah dulu. Jadi, ingin mengenang masa itu," kata Wulan. Kampus yang dimaksud adalah Rheinisch-Westfälisch Technische Hochschule, tempat BJ Habibie meraih gelar Doktor-Ingeniur dengan predikat summa-cumlaude.

Ada lagi calon pengantin yang memilih tempat itu sebagai lokasi pernikahan pada Desember 2025 karena pengantin lelakinya meraih lima gelar akademik. "Dia orang Amerika. Dia punya lima gelar dan dia sedang menyelesaikan PhD. Jadi menurut dia, library ini cocok buat dia menikah," tutur Wulan.

Ruang di Wisma Habibie dan Ainun yang Dibuka untuk Lokasi Pernikahan

Wulan menyebutkan setidaknya ada dua ruang utama yang dibuka untuk menggelar pernikahan, yakni perpustakaan dan pendopo, serta Taman Intelektual yang berada di samping perpustakaan. Luasan area perpustakaan dan pendopo yang berlemen arsitektur Jawa dan sentuhan kayu jati itu sama, masing-masing 18 x 6 meter persegi.

Di Taman Intelektual, pihaknya biasanya memasang standing table untuk mendukung standing party. Sementara di area pendopo dan perpustakaan bisa diatur dengan beragam cara.

"Untuk duduk di dalam itu, (kapasitasnya) bisa 100 kalau seating arrangement-nya adalah theater. Tapi kalau long table, itu bisa sampai 70 orang. Kalau formatnya round table, bisa 90 (orang). Jadi, tergantung seating arrangement-nya sih," ujarnya.

"Tapi kalau all venue, kita sarankan maksimal 300. Kalau pernikahan itu soalnya come and go kan, jadi masih bisa di 300. Tapi kalau salah satu venue, saran saya sih 150 (orang)," imbuh Wulan.

Pihaknya juga menyediakan paket pesta pernikahan intim dengan maksimal tamu sekitar 50 orang. Biayanya sekitar Rp75 juta dan sudah termasuk konsumsi. "Tapi memang belum sama WO dan dekornya," kata dia.

Sejarah Perpustakaan Wisma Habibie dan Ainun

Wulan menyatakan tidak ada syarat tertentu bagi calon pengantin menggelar pesta pernikahannya di sana. Hanya saja, ia meminta agar mereka mengirimkan TOR atau rundown acara agar pihaknya bisa memberi saran perihal pengaturan ruang.

"Di sini kan masih ada barang-barang. Yang stay kita tetap pertahankan. Yang di Pendopo itu juga banyak yang dipertahankan karena justru di situ nilai sejarahnya. Kalau dihilangkan, nanti enggak ada nilai sejarahnya lagi kan," ujarnya.

Perpustakaan BJ Habibie yang berhias ukuran kayu bermotif truntum dan bunga matahari itu dibangun sekitar 2006--2007. Kata Wulan, Ainun lah yang merancang ruangan itu. "Bu Ainun hanya menikmati setahun (sebelum ia meninggal), padahal ini semua arsiteknya Bu Ainun," ujarnya.

Di perpustakaan itu, ditaruh lima ribu koleksi buku dengan beragam topik. Menurut Satria Habibie yang memandu tur Habibie Legacy Tour hari itu, hanya satu topik yang tidak ditaruh di perpustakaan, yakni soal teknologi. 

"Alasannya adalah karena Eyang Habibie saat membuat perpustakaan ini, dia enggak mau membatasi isi perpustakaan ini. Semua orang bisa ikut baca," kata dia. Meski begitu, tamu luar dilarang menyentuh buku koleksi di perpustakaan dan bahkan tidak bisa naik ke lantai dua dengan alasan keamanan.

Kisah Pendopo Wisma Habibie dan Ainun

Sementara, pendopo yang desainnya mirip dengan perpustakaan awalnya adalah ruang terbuka. Di ruangan itu, BJ Habibie sering menggelar pengajian atau shalat berjemaah sebelum akhirnya menjadi ruang tertutup yang dikelilingi kaca.

Pendopo juga menjadi saksi bisu bagaimana BJ Habibie memimpin beragam rapat kabinet dan menyusun undang-undang dan peraturan lainnya selama 17 bulan masa jabatannya. Salah satunya yang paling dikenang adalah saat ia memutuskan melakukan referendum atas status Timor Timur, mantan provinsi ke-27 RI sebelum merdeka dan menjadi Timor Leste.

Menurut Wulan, di pendopo pula, Habibie belajar mengenal Indonesia setelah 20 tahun menetap di Jerman. Karena itu, ruangan tersebut begitu penuh kenangan.

Selain lokasi pernikahan, Wisma Habibie dan Ainun juga tempat publik belajar sejarah. Pihaknya dalam waktu-waktu tertentu menggelar tur dengan tema-tema berbeda yang bisa diikuti oleh masyarakat umum.

Caranya, Anda memantau informasi di akun media sosial Wisma Habibie dan Ainun. Begitu informasi tur dibuka, Anda akan diarahkan untuk membeli tiket secara online. Peserta tur adalah mereka yang sudah memiliki KTP. "Saat ini enggak bisa anak kecil dulu karena takutnya terlalu heboh," kata Satria.

Satu tema tur nanti dibagi menjadi tiga sesi. Per sesi maksimal bisa diikuti 25 orang agar pergerakan tetap nyaman. Harga tiketnya dimulai dari Rp250 ribu dan biasanya langsung ludes terjual begitu dibuka.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |