Laporan Liputan6.com dari Lapangan Merah Rusia: Saksi Bisu Jejak Tsar hingga Ikon Uni Soviet

2 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Bebatuan granit hitam kuno yang dipasang sejak 1804 membuka jalan saat melangkahkan kaki memasuki Lapangan Merah di Moskow, Rusia. Musim panas bulan Mei menjadi pelepas dahaga siapa saja yang ingin menikmati kota ini, tanpa perlu mengeratkan jaket ketika udara menusuk kulit terasa di musim dingin.

Tempat seluas sekitar tujuh hektare ini bukan sekadar lapangan, tetapi simbol dan panggung utama sejarah dari negara terbesar di dunia. Merasakan narasi sejarah era Tsar, ketegasan Uni Soviet, hingga modernitas Rusia hari ini lewat visualisasi jajaran tembok bata merah yang menjulang, gedung berarsitektur era menengah, hingga keindahan gereja bersejarah.

Atas undangan Pemerintah Rusia, Liputan6.com berkesempatan melihat langsung lokasi yang kerap didatangi jutaan turis lokal dan asing setiap tahun. Pintu lapangan merah sejatinya dimulai dari gerbang kebangkitan (Voskresensky Gates), penghubung Lapangan Manege dengan Lapangan Merah.

Persis di depan gerbang terdapat plakat perunggu yang menandai Titik Nol Kilometer jalan raya Federasi Rusia. Dikelilingi lingkaran kompas dengan simbol delapan penjuru mata angin, Kapel Iverskaya berada di depannya.

Lokasi ini sangat populer untuk berfoto. Bahkan menurut tradisi, pengunjung bisa membuat harapan kembali ke Moskow. Caranya dengan berdiri di atas plakat sambil melemparkan koin dari balik bahu.

Lapangan Merah dahulu digunakan untuk acara penobatan Raja dan Tsar Rusia. Namun kini, dipakai sebagai pusat kegiatan masyarakat seperti upacara, pidato kenegaraan, pelantikan presiden, perayaan hari besar nasional, konser musik, dan parade militer yang diawali Uni Soviet dan diteruskan oleh Federasi Rusia. 

Arti Nama Lapangan Merah

Mungkin Anda menduga nama lapangan merah terkait dengan ideologi komunisme, pertumpahan darah di masa lalu atau mengacu pada warna batu bata di Kremlin. Padahal, arti sebenarnya secara historis berasal dari bahasa Rusia kuno dari kata “Krasnaya”. Nama ini sudah ada jauh sebelum era komunisme dan revolusi di Rusia.

Tepatnya pada abad ke-17, kata tersebut bermakna "cantik" atau "indah". Seiring berjalannya waktu, arti kata krasnaya dalam bahasa Rusia modern bergeser menjadi warna "merah". Jadi, jauh sebelum bendera komunis berkibar atau bata-bata merah bangunan di sekitarnya berdiri, tempat ini dinamai semata-mata karena keindahannya yang memukau.

Kawasan warisan budaya UNESCO ini dikelilingi tempat-tempat ikonis seperti Katedral Santo Basil, Kremlin Moskow (istana kepresidenan), GUM (pusat perbelanjaan legendaris), dan Mausoleum Lenin (makam Vladimir Lenin). Katedral Santo Basil atau Sobor Vasiliya Blazhennogo dalam bahasa Rusia merupakan gereja kristen orthodok yang bangunannya mudah dikenali lewat kubah berbentuk bawang warna-warni yang dibangun pada abad ke-16. 

Dibangun pada masa Tsar Ivan IV (Ivan the Terrible) antara 1555--1561, katedral ini memadukan gaya Bizantium dan arsitektur tradisional Rusia. "Setelah dia (Ivan) menaklukkan Kazan, dia memutuskan membangun gereja katedral indah ini sebagai bentuk perayaan kemenangan atas Kazan," ujar Olga, pemandu turis yang membersamai Liputan6.com dan rombongan di Moskow.

Kremlin Si Istana Presiden

Katedral itu memiliki sembilan gereja dalam satu bangunan dilambangkan dengan bentuk kubah utama bermotif berbeda. Ada yang bergaris spiral, kotak-kotak, hingga menyerupai api yang menjulang. Warna mencolok seperti merah, hijau, biru, kuning, dan emas tanmpak mencolok seperti permen lolipop.

Dinding bata merah dengan detail ornamen putih dan lengkungan khas gereja Ortodoks Rusia menjadi fondasi bangunan. Menara pusat yang paling tinggi, menjulang di tengah bangunan sebagai fokus utama arsitektur.

Bangunan mencolok lain yang sudah tentu saja dunia tahu adalah Kremlin. Kremlin menjadi pusat pemerintahan Rusia dan kediaman resmi Presiden saat ini. "Kremlin adalah benteng kuno, jantung dan pusat kota Moskow. Kompleks benteng yang dibangun abad 1500-an," jelas Olga.

Di dalamnya terdapat Katedral dan Istana Kremlin. Tembok bata merah tinggi dengan menara-menara kokoh berbentuk meruncing terlihat menjulang. Menara paling terkenal, seperti Spasskaya Tower, dihiasi jam besar bergaya klasik dan bintang merah Soviet di puncaknya. Di dalam kompleks terdapat gereja-gereja Ortodoks dengan kubah emas berkilau, yang tampak mencolok saat terkena sinar matahari.

Berhadapan dengan tembok Kremlin adalah pusat perbelanjaan GUM. Mal tertua dan paling mewah di Rusia dengan arsitektur kaca yang indah, menyediakan berbagai barang merek kelas atas dari dalam dan luar negeri. Restoran dan kafe ikut melengkapi.

Dari Museum Sejarah Negara hingga Monumen Makam Tentara Tak Dikenal

Bangunan ikonis yang juga tampak mencolok adalah Museum Sejarah Negara. Museum ini dirancang oleh arsitek Vladimir Sherwood dengan gaya Kebangkitan Rusia, menampilkan fasad bata merah yang khas dan desain yang mengingatkan pada sebuah kastil. Didirikan pada 1872, ini merupakan museum nasional terbesar di Rusia, yang menyimpan lebih dari 4,5 juta koleksi mulai dari artefak prasejarah hingga karya seni yang tak ternilai harganya.

Mausoleum Lenin

Hal lain patut dikunjungi adalah Mausoleum Lenin. Di sinilah tempat peristirahatan terakhir pemimpin revolusi Soviet, Vladimir Lenin. Lokasi jenazahnya diawetkan dan disemayamkan. Makam ini berbentuk piramida bertingkat dengan garis tegas dan tampilan geometris.

Didominasi warna gelap seperti merah tua, hitam, dan abu-abu dari batu granit dan marmer. Desainnya mencerminkan gaya arsitektur Soviet awal yang monumental. Mausoleum ini muda dikenali karena di bagian depan terdapat tulisan “ЛЕНИН” (LENIN) berwarna merah mencolok.

Monumen Makam Tentara Tak Dikenal 

Monumen ini didedikasikan untuk seluruh tentara Soviet yang gugur selama Perang Dunia II, terutama mereka yang identitasnya tidak pernah bisa dikenali. Monumen bersejarah dengan lambang api abadi terletak di Taman Alexander di luar dinding Kremlin.

Api abadi melambangkan ingatan yang tidak akan pernah padam bagi para pahlawan bangsa. Terdapat beberapa Resimen Kremlin berdiri tegap menjaga monuman setiap hari meski tidak 24 jam. Pengunjung bisa menyaksikan langsung pergantian penjaga jika beruntung.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |