Turbulensi Hebat Menghantam Pesawat, 7 Penumpang dan Pramugari Terluka

2 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Tujuh orang, termasuk tiga pramugari dan pramugara yang dilarikan ke rumah sakit, dilaporkan terluka setelah penerbangan internasional mengalami turbulensi hebat saat mendekati Bandara Sydney.

Layanan darurat dipanggil ke bandara pada Jumat (20/3/2026), sesaat sebelum pukul 7.30, waktu setempat, setelah menerima laporan bahwa beberapa penumpang dan awak pesawat mengalami cedera. Melansir Daily Mail, hari ini, penerbangan Delta Air Lines dari Los Angeles sedang mendekati Sydney ketika dihantam turbulensi.

Awak kabin terlempar ke udara dan penumpang terhentak dari tempat duduk mereka ketika kejadian. Tim ambulans New South Wales (NSW) dan petugas darurat bandara siaga saat pesawat mendarat untuk kemudian memeriksa sejumlah pasien di landasan.

Empat orang, termasuk kru dan penumpang lanjut usia, membutuhkan perawatan medis. Sementara itu, tiga pramugari dan pramugara dibawa ke rumah sakit dengan cedera kepala dan bahu. Pihak berwenang telah mengonfirmasi bahwa tidak ada cedera yang dianggap serius dan penyelidikan terhadap peristiwa turbulensi tersebut sedang berlangsung.

Akhir tahun lalu, penerbangan Garuda Indonesia GA 712 rute Jakarta–Sydney juga dilanda turbulensi parah pada 25 Desember 2025. Guncangan ini dirasakan menjelang pendaratan di Bandara Internasional Kingsford Smith, Sydney, Australia.

"Turbulensi terjadi secara tiba-tiba saat penumpang sudah pasang seat belt menjalang landing. Turbulensi ini menyebabkan sudden drop (penurunan ketinggian secara tiba-tiba) sejauh 400 meter," kata Fajar Radhitya Kusuma, salah satu penumpang penerbangan tersebut, melalui pesan pada Lifestyle Liputan6.com, 27 Desember 2025.

Sudden Drop

"Sudden drop-nya sangat cepat, setelahnya terjadi turbulensi-turbulensi kecil sekitar lima menit," ia menambahkan. Saat itu, Fajar mengaku "panik, takut, dan sedikit blank." Secara mental, ia bahkan sudah bersiap untuk "kemungkinan terburuk."

"Saya juga menyiapkan diri untuk turbulensi berikutnya. Memang ada (turbulensi lanjutan), tapi sangat minim," imbuhnya. Di unggahan Threads-nya, Fajar sempat menyebut ada "dua awak kabin patah tulang," fakta yang kemudian dibantah pihak Garuda Indonesia.

"Kejadian awak yang terluka tidak diketahui penumpang bagian tengah dan depan, jadi kami tidak tahu bahwa ada yang terluka hingga saat sudah landing, cockpit announce penumpang jangan deplane dulu karena mau ada tenaga medis yang masuk," bebernya.

Setelah Turbulensi Berlalu

"Dari situ," sambungnya. "Penumpang baru sadar mengenai keadaannya. Tulisan saya di Thread soal patah tulang itu saya ambil dari ucapan salah satu awak yang menjelaskan ke penumpang yang bertanya, menyebut ada yang patah tulang. Itu sedikit klarifikasi dari saya."

Setelah turbulensi berlalu, kata Fajar, penumpang masih panik karena banyak barang-barang pribadi yang berjatuhan. "Semua terdiam sambil menunggu proses pendaratan pesawat," katanya.

Peringatan dari kapten, sebutnya, diulang-ulang karena cuaca yang tidak begitu bagus saat mereka terbang. "Cabin crew juga rajin memastikan seat belt penumpang sudah terpasang, termasuk saya yang sedang tidur dibangunkan untuk diingatkan memasang seat belt."

Terlepas dari suasana mencekam karena turbulensi, ia mengapresiasi seluruh kru Garuda Indonesia atas kesigapan dalam mengatasi krisis sehingga bisa mengutamakan keselamatan penumpang.

Peringatan Turbulensi

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi turbulensi dan gangguan cuaca yang dapat memengaruhi aktivitas penerbangan, terutama di wilayah Indonesia bagian timur, selama Maret 2026, lapor kanal News Liputan6.com.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, potensi tersebut dipicu pertumbuhan awan cumulonimbus yang dapat memicu berbagai fenomena cuaca ekstrem.

" Untuk periode Maret, diprediksi di wilayah timur Indonesia dan bagian tengah juga memiliki potensi adanya awan cb (cumulonimbus ) yang dapat menyebabkan terjadinya turbulensi dan lightning (petir) selama penerbangan atau juga hujan lebat dan badai guntur," kata Faisal saat menyampaikan paparan dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |