Tolak Bayar Bagasi Tambahan, 3 Penumpang Ditangkap Polisi Saat Nekat Naik Pesawat

6 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Jangan coba-coba kabur dari pesawat tanpa membayar bagasi tambahan jika tidak ingin bernasib seperti tiga perempuan penumpang pesawat berikut. Nafisa Dockery, Davana Cochran, dan Diojana Cochran ditangkap polisi dari Kantor Sherif Miami-Dade di Bandara Internasional Miami pada Minggu, 29 Maret 2026.

Mengutip People, Rabu, 1 April 2026, insiden itu bermula saat ketiganya melakukan check-in sekitar pukul 21.50 waktu setempat untuk penerbangan Frontier Airlines F9-1204 ke Philadelphia. Mereka bersitegang dengan petugas darat maskapai karena mereka hanya 'membayar satu tas jinjing, tetapi membawa dua tas'.

Petugas lalu meminta mereka keluar dari antrean dan membayar bagasi tambahas. Ketiganya tidak terima hingga mereka adu mulut dengan petugas itu. Petugas tersebut juga mengancam bahwa ketiganya akan dikeluarkan dari penerbangan jika mereka tidak membayar bagasi tambahan.

"Kita tidak perlu mendengarkan, ayo kita pergi saja," kata Nafisa (30) kepada Davana (26) dan Dionjana (21), menurut laporan penangkapan.

Meskipun karyawan Frontier memperingatkan mereka bahwa penegak hukum akan diberitahu jika mereka mencoba naik pesawat, ketiga perempuan itu 'bergegas naik ke pesawat' dengan melewati pintu yang 'jelas bertanda area terlarang, hanya untuk personel yang berwenang'.

Ketika polisi tiba, manajer Frontier menjelaskan mengapa boarding pass para perempuan itu ditolak dan meminta mereka dikeluarkan dari pesawat, menurut laporan penangkapan. Tapi karena membandel, ketiganya 'menolak mematuhi' petugas saat diberi tahu bahwa mereka harus turun dari pesawat usai boarding pass mereka tidak lagi berlaku.

Bikin Repot Penumpang 1 Pesawat

Karena ketiga perempuan itu tetap mengabaikan 'beberapa peringatan', semua penumpang di pesawat diminta untuk turun agar petugas dapat menangkap mereka. Terjadi 'perkelahian singkat' antara para wanita dan petugas sebelum mereka ditahan karena mereka 'menegangkan tubuh dan menarik tangan mereka menjauh' untuk menghindari diborgol, menurut laporan penangkapan.

Nafisa diduga meludahi seseorang yang diyakini sebagai karyawan Frontier, menurut Local 10, saat ia dibawa keluar dari pesawat. Sebuah video yang kini viral di akun Instagram, Only in Dade, menunjukkan para wanita tersebut dikawal keluar dari penerbangan oleh petugas sementara para penumpang merekamnya dengan ponsel mereka.

"Aku akan menghajarmu habis-habisan," teriak Davana dalam klip tersebut sementara seorang penonton menjawab, "Nikmati penjara, sayang."

Nasib 3 Penumpang yang Tolak Bayar Bagasi Tambahan

Penerbangan tertunda lebih dari satu jam karena tindakan ketiga wanita tersebut, menurut laporan penangkapan. Ketiga wanita tersebut lalu ditahan di Pusat Pemasyarakatan Turner Guilford Knight.

Mereka didakwa melawan petugas tanpa kekerasan terhadap dirinya dan memasuki properti tanpa izin/setelah diberi peringatan. Nafisa mendapat dakwaan tambahan karena melakukan tindak kekerasan. Perwakilan dari Bandara Internasional Miami dan Frontier Airlines tidak segera menanggapi permintaan PEOPLE untuk komentar lebih lanjut pada Selasa, 31 Maret 2026.

Di sisi lain, terbang tanpa bagasi dipilih banyak pelancong untuk menghindari kewajiban membayar biaya ekstra untuk setiap kelebihan bagasi. Salah satunya Rachel Kelly (28), perempuan yang kini menetap di Melbourne, Australia, ketika terbang pindah dari Irlandia, pada Januari 2025 untuk mengejar karier mengajar.

Ia saat itu diminta membayar 1000 dolar Australia untuk membawa tas tambahan ke dalam penerbangannya yang tentu saja ditolaknya. Ia pun memilih mengirimkan barang-barangnya via kargo secara langsung ke tujuan dan berhasil menghemat 600 dolar Australia dengan cara itu.

Bentuk Protes Penumpang pada Biaya Bagasi Tak Masuk Akal

"Saya rasa tidak adil untuk mengenakan denda besar kepada orang-orang untuk bagasi seperti bagasi kabin, ketika mereka sudah berada di bandara," kata Rachel, dikutip dari news.com.au, Jumat, 26 Desember 2025. "Saya mengerti bahwa wajar untuk mengenakan biaya untuk bagasi terdaftar, tetapi harganya benar-benar keterlaluan. Itu benar-benar tidak sepadan."

Setelah menetap di Australia, Rachel memiliki filosofi yang sama saat bepergian di dalam negeri. "Jika saya bepergian dengan maskapai seperti Jetstar dengan batas 7 kg, saya akan menyembunyikan tas tangan saya di bawah mantel atau mengenakan tujuh lapis sweater jika perlu agar tidak dikenakan biaya kelebihan bagasi."

Ia melanjutkan, "Saya merasa gugup melakukannya, karena takut ada yang menangkap saya, tetapi terkadang itu harus dilakukan karena saya akan marah jika harus membayar denda karena tas saya melebihi batas berat. Biasanya saya akan mengeluarkan tas saya setelah berada di pesawat."

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |