Liputan6.com, Jakarta - Kue nastar menjadi salah satu sajian khas yang hampir selalu hadir saat momen Lebaran. Rasanya yang manis dengan isian selai nanas serta teksturnya yang lembut membuat kue ini disukai banyak orang. Namun, tidak sedikit yang mengalami kendala saat membuatnya, terutama nastar yang terlalu rapuh hingga mudah hancur ketika dipegang atau disajikan.
Padahal, nastar yang ideal memiliki tekstur lembut di mulut tetapi tetap kokoh bentuknya. Kue tidak mudah retak atau remuk meski disimpan dalam toples selama beberapa hari. Untuk mendapatkan hasil seperti itu, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, mulai dari pemilihan bahan, takaran adonan, hingga teknik mencampur dan memanggangnya.
Dengan memahami beberapa tips sederhana, nastar yang dibuat di rumah bisa tampil lebih cantik dan tidak mudah hancur. Selain itu, teksturnya juga tetap lembut saat digigit, sehingga cocok disajikan untuk keluarga maupun tamu saat hari raya.
Lantas bagaimana tips nastar tidak mudah hancur dengan tekstur lembut di mulut? Berikut ulasan informasinya yang dirangkum Liputan6.com pada Jumat (13/3/2026).
Nastar Rumahan Jadi Ladang Cuan
Membuat nastar rumahan ternyata bisa menjadi peluang menarik sekaligus menyajikan camilan favorit keluarga. Hal ini juga dirasakan oleh Titiek Wurjono, ibu rumah tangga asal Surabaya yang sejak tahun 2011 telah menekuni usaha berjualan aneka jajanan untuk berbagai acara termasuk kue kering.
Ia awalnya hanya mencoba membuat nastar sendiri untuk kebutuhan di rumah. Ia mengaku keluarganya memang sangat menyukai kue kering klasik tersebut, terutama saat momen Lebaran atau saat ingin menikmati camilan manis di waktu santai. Menurut Titiek (69), pada awalnya keluarganya selalu membeli nastar dari toko kue. Namun karena sering dikonsumsi, ia pun mencoba membuatnya sendiri di rumah.
"Keluarga saya suka banget sama nastar. Dulu sih selalu beli, tapi kemudian coba bikin sendiri di rumah. Eh malah pada suka," ujarnya saat berbagi pengalamannya kepada Liputan6.com pada Kamis (12/3/2026).
Dari percobaan tersebut, Titiek mulai menyempurnakan resep agar menghasilkan nastar dengan tekstur lembut dan rasa yang pas. Tak disangka, hasil nastar buatannya justru mendapat banyak pujian.
Keluarga dan kerabat yang mencicipi kue tersebut menyarankan agar ia mulai menjualnya. Kini, nastar buatan Titiek bahkan menjadi salah satu kue kering yang paling diminati oleh para pelanggannya.
"Bahkan nastar saya sekarang jadi kue kering primadona sama pembeli saya," ungkap Titiek.
Selain enak, nastar buatan Titiek banyak disukai oleh orang-orang karena tidak mudah hancur saat dipegang. Meski begitu, tekstur nastar miliknya tetap kokoh saat dipegang dan lembut di mulut. Ia pun membagikan tips nastar tidak mudah hancur dengan tekstur lembut di mulut tapi tetap kokoh.
1. Takaran Adonan
Salah satu tips penting agar nastar tidak mudah hancur adalah memperhatikan takaran adonan. Perbandingan bahan yang tepat akan sangat memengaruhi tekstur akhir kue, apakah menjadi lembut namun tetap kokoh, atau justru terlalu rapuh saat dipegang. Banyak orang sering menganggap sepele tahap ini, padahal kesalahan kecil dalam takaran bisa membuat hasil nastar jauh dari yang diharapkan.
Menurut Titiek, takaran bahan dalam adonan nastar harus benar-benar diperhatikan sejak awal proses pembuatan. Ia menjelaskan bahwa keseimbangan antara tepung, mentega, dan butter menjadi kunci agar adonan memiliki struktur yang pas saat dipanggang.
"Pertama, takaran adonan sangat penting. Jika tepung terlalu banyak, adonan bisa keras. Sebaliknya, jika takaran mentega dan butter terlalu banyak bisa bikin adonan jadi mudah hancur," ujar Titiek Wurjono.
Karena itu, penting untuk mengikuti resep dengan takaran yang tepat dan tidak asal menambahkan bahan. Gunakan alat ukur seperti timbangan dapur agar komposisi setiap bahan lebih akurat. Dengan takaran yang seimbang, adonan nastar akan lebih mudah dibentuk, tidak retak saat dipanggang, serta menghasilkan tekstur yang lembut di mulut tetapi tetap kokoh ketika dipegang.
2. Kualitas Mentega
Selain memperhatikan takaran adonan, kualitas bahan yang digunakan juga tidak kalah penting untuk menghasilkan nastar yang teksturnya lembut tetapi tetap kokoh. Salah satu bahan yang sangat berpengaruh adalah mentega. Bahan ini berperan memberikan rasa gurih sekaligus membantu membentuk tekstur khas nastar yang lembut saat digigit.
Titiek Wurjono menjelaskan bahwa kualitas mentega dapat memengaruhi hasil akhir kue secara signifikan. Menurutnya, mentega yang digunakan sebaiknya memiliki kualitas baik agar adonan lebih stabil dan tidak mudah rapuh ketika dipanggang maupun saat sudah matang.
"Sebenarnya, kualitas mentega juga sangat berpengaruh," ujarnya.
Mentega yang berkualitas umumnya memiliki aroma lebih harum dan tekstur yang lebih stabil saat dicampur dengan bahan lain. Hal ini membuat adonan nastar lebih mudah dibentuk dan tidak mudah retak. Dengan memilih mentega yang tepat, nastar yang dihasilkan tidak hanya terasa lebih gurih, tetapi juga memiliki tekstur lembut di mulut tanpa mudah hancur saat dipegang atau disajikan.
3. Teknik Mengaduk Adonan
Cara mengaduk adonan juga menjadi salah satu faktor penting agar nastar tidak mudah hancur. Banyak orang mengira adonan perlu diaduk lama agar tercampur sempurna, padahal teknik ini justru bisa memengaruhi tekstur akhir kue. Jika adonan diaduk terlalu lama, struktur adonan bisa berubah dan membuat nastar menjadi kurang lembut atau bahkan mudah retak.
Titiek menjelaskan bahwa proses mengaduk adonan nastar sebaiknya dilakukan secukupnya saja. Terlebih saat memasukkan telur ke dalam adonan. Tujuannya hanya untuk memastikan semua bahan tercampur merata tanpa membuat adonan menjadi terlalu padat.
"Aduk sebentar saja, asal telur tercampur rata," ujar Titiek Wurjono.
Dengan mengaduk adonan secukupnya, tekstur adonan akan tetap lembut dan tidak terlalu berat. Hal ini membantu nastar tetap kokoh saat dibentuk maupun dipanggang, tetapi tetap menghasilkan sensasi lembut di mulut saat disantap. Teknik sederhana ini sering kali menjadi kunci agar nastar buatan rumah tidak mudah hancur dan tampil lebih sempurna saat disajikan.
Resep Nastar Rumahan Ala Titiek Wurjono
Bahan Nastar :
- 900 gram tepung terigu segitiga
- 400 gram mentega
- 200 gram butter
- 300 gram gula halus
- 100 gram tepung maizena
- 50 gram susu bubuk
- 5 butir kuning telur
- Vanili secukupnya
- Keju parut yang telah dioven sebentar (optional)
- Selai nanas secukupnya untuk isian
Cara Membuat:
- Masukkan mentega, butter, dan gula halus ke dalam wadah besar.
- Kocok menggunakan mixer dengan kecepatan rendah hingga tercampur rata dan teksturnya lembut.
- Masukkan kuning telur satu per satu sambil terus diaduk hingga adonan tercampur sempurna. "Aduk sebentar saja, asal telur tercampur rata," saran Titiek agar nastar nantinya tidak keras.
- Masukkan vanili, susu bubuk, dan tepung maizena ke dalam adonan.
- Aduk perlahan hingga tercampur rata.
- Masukkan tepung terigu dan keju parut sedikit demi sedikit sambil diaduk menggunakan spatula hingga adonan menjadi lembut dan mudah dibentuk.
- Ambil sedikit adonan, pipihkan di tangan, lalu isi dengan selai nanas secukupnya.
- Tutup kembali adonan dan bulatkan hingga rapi. Lakukan hingga adonan habis.
- Letakkan nastar di atas loyang yang sudah dialasi kertas baking atau dioles tipis margarin.
- Beri jarak antar nastar agar tidak saling menempel saat dipanggang.
- Panaskan oven terlebih dahulu pada suhu sekitar 150–160°C.
- Panggang nastar selama kurang lebih 20–25 menit hingga bagian bawahnya matang.
- Setelah matang, keluarkan nastar dari oven dan biarkan dingin terlebih dahulu.
- Setelah benar-benar dingin, simpan nastar dalam toples kedap udara agar teksturnya tetap lembut dan tidak mudah hancur.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Mengapa nastar sering mudah hancur setelah dipanggang?
Jawaban: Nastar yang mudah hancur biasanya disebabkan oleh komposisi bahan yang tidak seimbang. Terlalu banyak mentega atau butter dapat membuat adonan terlalu lembut dan rapuh. Selain itu, penggunaan tepung yang tidak sesuai takaran juga dapat memengaruhi struktur adonan.
2. Bagaimana cara agar nastar tetap lembut tetapi tidak rapuh?
Jawaban: Pastikan takaran bahan seimbang, terutama antara tepung, mentega, dan butter. Selain itu, adonan sebaiknya tidak diaduk terlalu lama agar teksturnya tetap lembut namun tetap kokoh saat dibentuk dan dipanggang.
3. Apakah kualitas mentega memengaruhi tekstur nastar?
Jawaban: Ya, kualitas mentega sangat berpengaruh terhadap hasil akhir nastar. Mentega yang berkualitas baik biasanya memiliki aroma lebih harum dan tekstur yang lebih stabil, sehingga membantu adonan menjadi lebih mudah dibentuk dan tidak mudah retak.
4. Apakah adonan nastar perlu diaduk lama agar tercampur rata?
Jawaban: Tidak perlu. Adonan nastar cukup diaduk sebentar hingga bahan seperti telur dan mentega tercampur rata. Mengaduk terlalu lama justru dapat membuat tekstur adonan berubah dan memengaruhi hasil kue.
5. Bagaimana cara menyimpan nastar agar tidak mudah hancur?
Jawaban: Simpan nastar dalam toples kedap udara setelah benar-benar dingin. Hindari menumpuk terlalu banyak dalam satu wadah agar bentuknya tetap utuh dan tidak mudah remuk.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3062884/original/002425400_1582862191-20200227-Mekah-Pasca-Penghentian-Sementara-Ibadah-Umrah-AFP-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509499/original/003119000_1771726017-000_98G36KL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529042/original/055261400_1773304210-WhatsApp_Image_2026-03-12_at_15.03.28.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527266/original/055168700_1773197932-unnamed_-_2026-03-11T095808.325.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529807/original/042591200_1773381736-unnamed__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527394/original/099184400_1773201930-WhatsApp_Image_2026-03-11_at_10.46.56.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4397210/original/034811800_1681628824-Malam_25_Ramadan__Ribuan_Jemaah_Khusyuk_Menjemput_Lailatul_Qadar_di_Masjid_Istiqlal-ARBAS_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528779/original/012654500_1773295183-2148501558.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481759/original/041415100_1769145495-oscar-the-academy-2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4206456/original/036287900_1666929664-shutterstock_2160217323.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529622/original/065496500_1773374634-Gemini_Generated_Image_5q6t375q6t375q6t.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529727/original/002096800_1773378281-unnamed__56_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5144163/original/045322400_1740571662-various-dried-dates-kurma.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518226/original/024659900_1772492691-000_99H374H.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528756/original/098328700_1773294246-JR_East.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1150856/original/015224900_1456213748-cathay_pacific.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524218/original/020344700_1772923837-WhatsApp_Image_2026-03-08_at_05.27.30__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529392/original/059390800_1773330823-Pangeran_Mateen.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528702/original/089224000_1773291898-Golestan_Palace.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161764/original/086600400_1741847570-1741841423969_salah-satu-faktor-eksternal-penyebab-pelanggaran-ham-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432085/original/094521500_1764755867-Vidio_Guideline_2025_NON-SPORTS_IGF_-_Horizontal_-_arya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424599/original/031115100_1764148660-SUGAR_BABY_-_SCREEN_BACKDROP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419406/original/066046400_1763694256-miss_universe_final.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417032/original/082598700_1763517202-20251119_083647.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3134973/original/008613900_1590134592-cara-membuat-bakso-sapi.jpg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415683/original/002724400_1763390911-Heroes-Next-Door---Apple-Artwork---16_9-Cover-Art.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407523/original/003131000_1762745038-bolu_kukus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427035/original/012103300_1764325128-Screenshot_2025-11-06_162838.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2763703/original/047402500_1553768492-KETOPRAK_KARET_TENGSIN_3.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428558/original/097011800_1764549830-SnapInsta.to_588298374_18542978182059174_8357170256040915428_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4246539/original/048015900_1669891197-lele-goreng-fried-catfish-is-traditional-indonesian-culinary-food-catfish-chilli-tomato-paste-popular-street-food-called-pecel-lele-lamongan-penyetan-lele_511235-5145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3513012/original/025088600_1626429232-kevin_hackert.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5425508/original/051124800_1764229185-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4832484/original/048879500_1715759424-Lotek-Bandung-Sederhana.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3906857/original/056091900_1642488617-bao-menglong-y_wGdAJMdOo-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5431671/original/012450200_1764744760-Premier_League_2025-26_ATK_BOLA__8_.jpg)