Thailand Berencana Gratiskan Penerbangan Domestik untuk Tahan Dampak Perang Iran vs Israel dan AS

8 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Thailand sedang mempertimbangkan pengajuan proposal penerbangan domestik gratis untuk wisatawan asing. Wacana ini dilatarbelakangi upaya pemerintah negara itu melindungi sektor pariwisata dari potensi dampak perang Iran vs Israel dan AS.

Berdasarkan langkah ini, melansir VNExpress, Sabtu (21/3/2026), wisatawan asing yang membeli tiket pesawat internasional dengan harga reguler ke Thailand akan menerima tiket pesawat domestik pulang pergi gratis, menurut Bangkok Post.

Proyek ini sebelumnya telah diusulkan, tapi dibiarkan tertunda dan masih menunggu pertimbangan. Gubernur Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) Thapanee Kiatphaibool mengatakan, proposal tersebut akan diajukan pada pemerintah baru untuk dipertimbangkan.

Langkah ini diambil karena para pejabat menilai bagaimana ketegangan terkait Timur Tengah dapat memengaruhi permintaan perjalanan jarak jauh, operasi maskapai penerbangan, dan kepercayaan wisatawan secara keseluruhan.

Di Thailand, Kementerian Pariwisata negara itu khawatir akan kehilangan 596.000 pengunjung dan pendapatan sebesar 40,9 miliar baht (sekitar Rp 21 triliun) jika konflik berlanjut lebih dari delapan minggu. Provinsi Phangnga telah mengalami penurunan tajam dalam kedatangan wisatawan Eropa.

Otoritas setempat memperkirakan kerugian hampir 1,7 miliar baht (sekitar Rp 877 miliar), menurut asosiasi hotelnya. Pihak berwenang juga sedang mempersiapkan langkah-langkah darurat untuk mengimbangi penurunan kedatangan dari pasar jarak jauh termasuk Eropa dan AS.

Thailand mencatat 6,5 juta pengunjung asing dalam dua bulan pertama tahun 2026, penurunan 4,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut Nation Thailand.

Terdampak Pembatalan Penerbangan

Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand sebelumnya mempersiapkan bantuan keuangan sebesar 2.000 baht (sekitar Rp 1 juta) per hari pada wisatawan asing yang terjebak di negara itu akibat pembatalan penerbangan terkait konflik Iran vs Israel dan AS.

Melansir Khaosod English, 7 Maret 2026, Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Olahraga Thailand, Natthriya Thaweewong, mengatakan bahwa pihaknya telah mengadakan diskusi mendesak dengan para pemangku kepentingan utama di sektor pariwisata.

Ini termasuk Otoritas Pariwisata Thailand (TAT), Dewan Pariwisata Thailand, Asosiasi Hotel Thailand, dan kelompok sektor jasa lainnya, untuk mengoordinasikan bantuan bagi para turis terdampak. Konflik regional telah menyebabkan penutupan wilayah udara dan pembatalan penerbangan secara luas sejak akhir pekan lalu.

Kasih Uang Saku untuk Wisatawan

Natthriya menyebut, banyak pelancong terdampar telah tiba sebelum situasi memburuk dan sekarang mungkin menghadapi kendala keuangan. "Thailand harus bertindak sebagai tuan rumah yang baik," sebutnya.

"Dalam kasus keadaan tidak terduga di mana wisatawan tidak dapat pulang, kementerian memiliki peraturan yang mengizinkan kompensasi awal sebesar 2.000 baht per hari," kata Natthriya , menambahkan bahwa para pejabat akan terus menilai cakupan bantuan yang dibutuhkan.

Kementerian telah berkoordinasi melalui Asosiasi Hotel Thailand untuk meminta tarif kamar yang didiskon bagi wisatawan yang terjebak. Operator layanan juga diminta menyediakan paket perjalanan khusus agar pengunjung dapat melanjutkan perjalanan di Thailand dengan harga yang lebih rendah sambil menunggu penerbangan pulang.

Peluang di Tengah Krisis

Kantor-kantor TAT setempat, kantor pariwisata dan olahraga provinsi, serta jaringan relawan telah diinstruksikan untuk memeriksa wisatawan yang terlantar di hotel untuk menilai kebutuhan mendesak dan memberi dukungan. Natthriya menggambarkan situasi tersebut sebagai "peluang di tengah krisis" untuk memperkuat reputasi Thailand dalam hal keramahan.

"Kami ingin wisatawan merasa yakin bahwa jika mereka bepergian ke Thailand, mereka akan diurus dengan baik dan dapat kembali ke rumah dengan selamat," ujarnya.

Para pejabat telah diarahkan untuk memprioritaskan bantuan di destinasi-destinasi utama, termasuk Phuket, Krabi, Phang Nga, Chiang Mai, dan Bangkok, di mana sejumlah besar wisatawan—terutama dari negara-negara Arab—dilaporkan terdampar.

Pihak berwenang juga memantau kasus-kasus di mana visa turis mungkin akan segera habis masa berlakunya dan akan memberik panduan, serta dukungan sesuai kebutuhan.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |