Liputan6.com, Jakarta - Urap latoh adalah hidangan tradisional khas pesisir utara Jawa, terutama populer di Jepara dan Rembang. Keistimewaannya terletak pada penggunaan latoh, atau anggur laut, sebagai bahan utama yang memberikan tekstur renyah dan rasa gurih asin unik.
Parutan kelapa berbumbu khas berpadu sempurna dengan latoh segar, menciptakan harmoni rasa yang berbeda dari urap sayuran pada umumnya. Sajian ini menawarkan pengalaman kuliner yang menyegarkan sekaligus otentik, membawa cita rasa pesisir langsung ke meja makan Anda.
Berbeda dari urap tradisional yang biasanya direbus, latoh dalam hidangan ini disajikan segar untuk menjaga kerenyahan alami dan kesegaran bahan lautnya. Setiap suapan memberikan sensasi renyah dan gurih yang khas, sekaligus memperkenalkan kekayaan hasil laut Indonesia yang jarang ditemui di luar daerah asalnya.
Dengan resep urap latoh khas Jepara ini, Anda bisa menghadirkan nuansa kuliner tradisional yang autentik, sehat, dan memikat selera di rumah sendiri. Berikut resep urap latoh khas Jepara secara lengkap, mulai dari bahan hingga langkah-langkah praktis, agar Anda dapat menghadirkan cita rasa tradisional Jepara di meja makan sendiri.
Mengenal Anggur Laut, Bintang Utama Urap Latoh
Urap latoh merupakan olahan tradisional yang secara unik memanfaatkan latoh, sejenis rumput laut berwarna hijau dengan bentuk menyerupai butiran anggur kecil. Dalam bahasa ilmiah, latoh dikenal sebagai Caulerpa lentillifera, dan seringkali dijuluki sebagai "anggur laut" karena penampilannya yang khas. Kehadiran latoh inilah yang menjadi daya tarik utama dari hidangan urap khas pesisir ini.
Berbeda dengan urap sayuran pada umumnya yang mengandalkan sayuran rebus, urap latoh justru mempertahankan kesegaran bahan utamanya. Latoh dinikmati tanpa proses perebusan, sebuah metode yang krusial untuk menjaga tekstur "krenyes" atau renyah yang menjadi ciri khasnya. Kombinasi tekstur ini dengan bumbu kelapa parut menciptakan pengalaman rasa yang tak terlupakan.
Cita rasa gurih asin alami dari latoh berpadu harmonis dengan bumbu kelapa yang kaya rempah. Hidangan ini tidak hanya lezat, tetapi juga menawarkan sensasi unik yang sulit ditemukan pada hidangan urap lainnya. Keaslian rasa dan tekstur inilah yang membuat urap latoh menjadi favorit di kalangan penikmat kuliner tradisional.
Bahan-bahan Resep Urap Latoh Khas Jepara
Untuk menciptakan resep urap latoh khas Jepara yang otentik, pemilihan bahan baku menjadi sangat penting. Bahan utama yang dibutuhkan adalah sebagai berikut.
Bahan Utama:
- Latoh (anggur laut) segar: 250–500 gram, pilih yang hijau cerah
- Kelapa muda parut: ½–1 butir (bisa juga kelapa setengah tua untuk tekstur lebih kaya)
Bumbu Halus:
- Cabai merah keriting: 2–5 buah (sesuaikan tingkat kepedasan)
- Cabai rawit merah: 3–10 buah (sesuai selera)
- Bawang merah: 3–4 siung
- Bawang putih: 1–3 siung
- Kencur: 1–2 ruas jari
- Terasi bakar: ½ sendok teh–1 cm
Pelengkap dan Penyedap:
- Garam: secukupnya (ingat, latoh sudah sedikit asin)
- Gula merah sisir halus: 1 sendok teh
- Daun jeruk: 1–2 lembar, buang tulangnya dan iris halus (opsional)
- Kaldu bubuk: ½ sendok teh (opsional)
Cara Membuat Resep Urap Latoh Khas Jepara
- Pisahkan latoh dari batangnya, kemudian cuci bersih berulang kali hingga tidak ada pasir yang menempel. Untuk bilasan terakhir, gunakan air matang atau air hangat agar latoh benar-benar bersih dan kualitasnya tetap terjaga.
- Tiriskan latoh dan sisihkan, dan ingat untuk mencucinya sesaat sebelum disajikan agar teksturnya tetap renyah dan tidak layu.
- Haluskan semua bumbu: cabai merah keriting, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, kencur, terasi bakar, garam, gula merah, dan daun jeruk (jika digunakan).
- Setelah halus, campurkan bumbu dengan kelapa parut dalam wadah besar, aduk hingga merata. Untuk aroma yang lebih harum dan daya tahan bumbu lebih lama, kukus campuran kelapa dan bumbu selama 10–15 menit, kemudian dinginkan sebentar.
- Masukkan latoh yang sudah ditiriskan ke dalam wadah saji. Tambahkan kelapa berbumbu, lalu aduk perlahan hingga semua bahan tercampur rata.
- Sajikan urap latoh segera agar tekstur latoh tetap segar, renyah, dan rasa bumbunya maksimal. Urap latoh khas Jepara ini paling nikmat dinikmati dengan nasi hangat atau sebagai pelengkap lauk sederhana seperti ikan bakar. Setiap suapan menghadirkan keseimbangan rasa gurih, asin, dan pedas yang otentik dari pesisir utara Jawa.
Tips Penting untuk Urap Latoh yang Sempurna
Untuk memastikan resep urap latoh khas Jepara Anda berhasil sempurna, ada beberapa tips penting yang perlu diperhatikan. Pertama, terkait pencucian latoh, selalu cuci hanya sesaat sebelum hidangan akan disajikan. Gunakan air matang atau air hangat pada bilasan terakhir untuk menjaga kesegaran dan kekenyalan latoh, karena latoh mudah kempes atau "melepes" jika terlalu lama terpapar air tawar.
Kedua, perhatikan cara penyimpanan dan penanganan latoh. Latoh sebaiknya disimpan dengan hati-hati, hindari terlalu banyak dipegang, dan jangan biarkan terlalu lama terkena air saat mencuci. Paparan panas juga harus dihindari untuk mempertahankan kualitasnya. Penanganan yang tepat akan menjaga tekstur renyah yang menjadi daya tarik utama hidangan ini.
Terakhir, mengenai rasa asin, perlu diingat bahwa latoh secara alami sudah memiliki kandungan rasa asin dari laut. Oleh karena itu, beberapa resep menyarankan untuk tidak menambahkan terlalu banyak garam, atau bahkan tidak sama sekali, agar rasa asin tidak berlebihan dan tetap seimbang dengan bumbu kelapa. Sesuaikan penambahan garam sesuai selera pribadi Anda.
Pertanyaan Umum Seputar Topik
1. Apa itu urap latoh?
Urap latoh adalah hidangan tradisional pesisir utara Jawa, khususnya Jepara, yang menggunakan latoh atau anggur laut sebagai bahan utamanya, disajikan segar dengan parutan kelapa berbumbu.
2. Mengapa latoh tidak direbus seperti sayuran urap lainnya?
Latoh tidak direbus agar tekstur "krenyes" atau renyahnya tetap terjaga, memberikan sensasi unik pada hidangan urap latoh.
3. Apa saja bahan utama untuk membuat resep urap latoh khas Jepara?
Bahan utama meliputi latoh segar (anggur laut) dan kelapa muda parut, dilengkapi dengan bumbu halus seperti cabai, bawang, kencur, terasi, garam, dan gula merah.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5547614/original/040455100_1775464979-000_74A46BC.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5201976/original/055746600_1745844184-beautiful-hair-process-keratin-treatment.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3981714/original/014600000_1648791638-20220401-Malaysia-Buka-Perbatasan-9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3997445/original/088181600_1650177233-20220417-Coachella-2022-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553027/original/022860200_1775885687-IMG-20260411-WA0010.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553125/original/035538100_1775896805-unnamed__18_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3992339/original/084656100_1649691123-Potret_Pernikahan_Hyun_Bin_dan_Son_Ye_Jin.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552961/original/061366400_1775879810-IMG-20260411-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5553013/original/094838600_1775885533-unnamed-45.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5435002/original/024638400_1765000357-Suraloka_Interactive_Zoo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552214/original/076614800_1775803991-AFP__20260409__A7BB6BD__v15__HighRes__UsFirstLadyMelaniaTrumpMakesAnAnnouncementAtTh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552965/original/078738400_1775880375-WhatsApp_Image_2026-04-02_at_15.25.18.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552900/original/043133400_1775872459-WhatsApp_Image_2026-04-07_at_04.41.37__3_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5212291/original/025676700_1746608442-izzat-sofian-1Yd1URmvQ2E-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5551876/original/084094800_1775786891-hotel_terbaik_dunia1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4828216/original/028031000_1715353742-shutterstock_2131925009.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5552880/original/046441500_1775858598-WhatsApp_Image_2026-04-07_at_04.41.33.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5539324/original/071661300_1774596925-AFP__20260326__2268526479__v2__MidRes__2026IheartradioMusicAwardsArrivals.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4172703/original/062749500_1664266456-AP22267506548307.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5552533/original/007223200_1775812345-IMG_3473.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3227420/original/074506300_1599119114-20200903-Kuala-Lumpur-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432085/original/094521500_1764755867-Vidio_Guideline_2025_NON-SPORTS_IGF_-_Horizontal_-_arya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124986/original/034186300_1738911365-Depositphotos_747789088_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447615/original/067533700_1765959670-cgr_bdy.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3513012/original/025088600_1626429232-kevin_hackert.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454684/original/003885500_1766567888-Ilustrasi_perayaan_tahun_baru_2026_di_Jakarta.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5444308/original/050763000_1765775522-Screenshot__1255_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3533246/original/091243000_1628240946-Jule1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458201/original/031493700_1767074270-zhang_zhehan1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447967/original/063026100_1765971919-Screenshot_2025-12-17_180423.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451328/original/014531400_1766285850-florian-wehde--y3sidWvDxg-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4435592/original/039268900_1684722031-Aktivis_perubahan_iklim_mengubah_Air_Mancur_Trevi_Italia_menjadi_hitam-AFP__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1677282/original/072536700_1502557224-Monas1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452675/original/049859600_1766421336-tata_juliastrid.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4988264/original/089904800_1730512664-20241101_165349.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448627/original/070389700_1766034915-rosalind-chang-i7JC5LCx-zM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447392/original/016928700_1765955994-Kue_Palm_Cheese.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451629/original/037720500_1766319255-prince_wales1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451320/original/091153900_1766280778-kiarash-mansouri-STczlVcH100-unsplash.jpg)