Resep Roti Sisir Isi Srikaya Tanpa Oven: Nostalgia Rasa yang Mudah Dibuat di Rumah

1 day ago 18

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu

Liputan6.com, Jakarta - Roti sisir, sebuah kudapan klasik yang telah lama menjadi bagian dari khazanah kuliner Indonesia, dikenal akan teksturnya yang lembut serta bentuknya yang khas menyerupai sisir. Kehadirannya seringkali membangkitkan kenangan akan jajanan masa lalu, terutama ketika berpadu dengan isian selai srikaya yang manis dan legit. Kombinasi roti yang empuk dengan srikaya yang kaya rasa menjadikan roti sisir isi srikaya sebagai pilihan camilan yang digemari berbagai kalangan.

Meskipun secara tradisional proses pembuatannya melibatkan oven, inovasi dalam dunia kuliner kini memungkinkan pembuatan roti sisir tanpa memerlukan alat tersebut. Metode tanpa oven ini menawarkan kemudahan bagi siapa saja yang ingin menikmati kelezatan roti sisir isi srikaya di rumah, bahkan dengan peralatan dapur yang lebih sederhana. Pendekatan praktis ini juga membuka peluang bagi para pemula untuk mencoba membuat roti sendiri.

Artikel ini akan menyajikan informasi mengenai resep roti sisir isi srikaya yang mudah dipraktikkan tanpa oven, lengkap dengan detail bahan dan langkah pembuatannya. Selain itu, akan dibahas pula berbagai aspek menarik seputar roti sisir dan selai srikaya, mulai dari sejarah, variasi, hingga tips penyimpanan.

Resep Praktis Roti Sisir Isi Srikaya Tanpa Oven

Pembuatan roti sisir isi srikaya tanpa oven dapat dilakukan dengan metode kukus atau menggunakan teflon/oven tangkring. Berikut adalah resep yang diadaptasi untuk kemudahan praktik di rumah, dimulai dengan bahan-bahan roti dan isian srikaya.

Bahan-bahan Roti:

  • Tepung Terigu Protein Tinggi: 250 gram
  • Gula Pasir: 30-50 gram
  • Ragi Instan: 4 gram (1 sendok teh)
  • Susu Bubuk: 20 gram
  • Telur: 1 butir utuh atau 2 kuning telur (opsional, bisa tanpa telur)
  • Susu Cair Dingin/Air Es: 115-180 ml (sesuaikan konsistensi adonan)
  • Margarin/Mentega: 35-40 gram
  • Garam: 1/2 sendok teh atau 3 gram

Bahan Isian Srikaya (Jika Membuat Sendiri):

  • Santan Kental: 500 ml
  • Telur: 4 butir
  • Gula Pasir: 150–200 gram
  • Daun Pandan: 2 lembar, simpulkan
  • Garam: Sejumput

Cara Membuat Selai Srikaya:

  1. Campurkan santan, telur, gula pasir, daun pandan, dan garam dalam panci.
  2. Aduk rata hingga gula larut sempurna.
  3. Masak dengan api kecil sambil terus diaduk agar tidak menggumpal dan santan tidak pecah.
  4. Masak hingga adonan mengental dan matang, lalu angkat dan dinginkan.

Cara Membuat Roti Sisir Tanpa Oven (Metode Kukus/Teflon):

  1. Campur Bahan Kering: Dalam wadah, campurkan tepung terigu, gula pasir, ragi instan, dan susu bubuk hingga rata.
  2. Tambahkan Bahan Cair: Masukkan telur (jika digunakan) dan susu cair dingin/air es sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan mencapai setengah kalis.
  3. Masukkan Margarin dan Garam: Tambahkan margarin/mentega dan garam. Lanjutkan menguleni hingga adonan kalis elastis, bisa menggunakan tangan atau mixer.
  4. Proofing Pertama: Bulatkan adonan, letakkan dalam wadah yang sudah diolesi sedikit minyak, lalu tutup dengan plastik wrap atau kain bersih. Diamkan (proofing) selama sekitar 45-60 menit atau hingga mengembang dua kali lipat.
  5. Bentuk Roti: Kempiskan adonan, bagi menjadi 10-12 bagian. Pipihkan setiap bagian, olesi dengan sedikit margarin/mentega, lalu tumpuk dan potong memanjang menyerupai sisir.
  6. Isi dan Susun: Ambil satu lembar adonan yang sudah dipotong, olesi dengan selai srikaya, lalu tumpuk dengan lembaran lain. Susun adonan yang sudah diisi dan dilipat secara berdiri dan rapat di dalam loyang yang sudah diolesi margarin atau dialasi kertas roti.
  7. Proofing Kedua: Tutup loyang dan diamkan kembali selama sekitar 30-45 menit hingga mengembang.
  8. Proses Pemasakan Tanpa Oven:
    • Metode Kukus: Panaskan kukusan hingga beruap banyak. Kukus roti selama sekitar 15-20 menit dengan api sedang hingga matang. Pastikan tutup kukusan dibungkus kain agar uap air tidak menetes ke roti.
    • Metode Teflon/Oven Tangkring: Panaskan teflon atau oven tangkring dengan api kecil. Letakkan loyang berisi roti di dalamnya. Panggang hingga matang dan berwarna keemasan, balik sesekali jika menggunakan teflon agar matang merata.
  9. Penyelesaian: Setelah matang, segera olesi permukaan roti dengan sedikit margarin/mentega selagi masih panas agar tetap lembut dan mengilap.
  10. Sajikan: Diamkan sebentar sebelum disajikan agar tekstur roti lebih set dan mudah disobek per bagian.

Menjelajahi Sejarah Roti Sisir di Nusantara

Roti sisir merupakan salah satu jenis roti jadul yang masih populer di Indonesia hingga saat ini. Keberadaannya di Indonesia memiliki akar yang mendalam dan terkait dengan pengaruh budaya asing serta kreativitas lokal yang berkembang seiring waktu.

Asal mula roti sisir di Indonesia dapat ditelusuri hingga masa kolonial Belanda, di mana bangsa Belanda memperkenalkan berbagai jenis roti dan teknik pembuatannya. Teknik-teknik ini kemudian diadaptasi oleh masyarakat lokal dengan menggunakan bahan dan selera yang sesuai dengan kondisi setempat. Beberapa sumber juga menyebutkan bahwa cikal bakal roti sisir bermula di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah, seperti Solo dan Semarang, yang dibuat oleh para pedagang Tionghoa yang menggabungkan teknik pembuatan roti tradisional dengan bahan-bahan lokal.

Salah satu nama legendaris yang terkait erat dengan roti sisir adalah Toko Roti Matahari di Pasuruan, Jawa Timur. Didirikan pada tahun 1955 oleh pasangan Jacobus Laksmana (Kwe Kho Liong) dan Maria Wurilatsih, toko ini dikenal sebagai salah satu yang pertama kali memperkenalkan roti sisir. Roti sisir Matahari dengan varian roombutter-nya hingga kini masih menjadi oleh-oleh khas Pasuruan. Penamaan "roti sisir" sendiri diambil dari bentuknya yang unik, di mana adonan roti dibuat pipih memanjang lalu dijajarkan membentuk loaf, dan ketika dibuka, olesan mentega di dalamnya terpisah-pisah menyerupai gigi sisir.

Asal-usul Selai Srikaya dan Berbagai Varian Roti

Selai srikaya adalah olesan roti yang populer di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Menariknya, meskipun namanya "srikaya", selai ini umumnya tidak terbuat dari buah srikaya. Selai srikaya versi populer di Indonesia biasanya berbahan dasar santan, telur, dan gula. Santan memberikan rasa gurih yang khas, telur berfungsi sebagai pengental alami, dan daun pandan memberikan aroma wangi yang memikat.

Beberapa catatan sejarah menyebutkan bahwa selai srikaya memiliki kaitan dengan doce de ovos atau krim telur manis khas Portugis. Perbedaan utama antara keduanya terletak pada aromanya; doce de ovos menggunakan kayu manis dan kulit jeruk lemon, sementara selai srikaya mengandalkan keharuman daun pandan. Konon, nama "srikaya" diambil dari bahasa Melayu, yaitu "sri" atau "seri" yang berarti cerah. Di negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, selai ini juga dikenal dengan nama kaya jam atau cukup "kaya" saja.

Seiring waktu, roti sisir telah mengalami berbagai perkembangan dan variasi. Secara tradisional, roti sisir disajikan dengan olesan mentega yang diaduk dengan sedikit gula, menghasilkan rasa gurih manis yang khas. Namun, kini tersedia beragam isian manis lainnya seperti cokelat meses, keju parut, selai buah (stroberi atau blueberry), moka, nougat, bahkan krim Thai tea, nastar, susu bubuk, dan marshmallow. Tidak hanya manis, beberapa variasi juga menawarkan isian gurih seperti abon, sosis, ayam lemper, atau smoked beef cheese garlic butter. Inovasi modern ini banyak ditemukan di toko roti dan kedai kopi kekinian seperti Kopi Kenangan dan Nikoya Bakes, yang menyajikan roti sisir dengan varian rasa kekinian untuk menarik minat konsumen.

Tips Jitu Menyimpan Roti Sisir agar Tetap Lembut

Roti sisir, seperti jenis roti pada umumnya, memiliki usia kesegaran yang relatif pendek dan rentan berjamur jika tidak disimpan dengan benar. Untuk menjaga tekstur dan rasanya, ada beberapa tips penyimpanan yang bisa diterapkan.

Roti sisir sebaiknya dikonsumsi dalam kurun waktu 1-2 hari agar teksturnya tetap lembut dan enak. Penyimpanan terbaik untuk jangka pendek adalah pada suhu ruangan yang sejuk dan gelap, serta hindari paparan sinar matahari langsung atau lampu. Setelah dibuka, lipat plastik kemasan roti dan simpan dalam wadah tertutup rapat atau kantong plastik khusus roti yang kedap udara. Memastikan tidak ada udara yang masuk ke dalam bungkus sangat penting, karena udara dapat mempercepat proses pengerasan roti.

Penting untuk diingat bahwa menyimpan roti di kulkas justru dapat membuat roti lebih cepat keras dan basi dalam jangka pendek, karena udara dingin mempercepat proses rekristalisasi. Namun, untuk penyimpanan jangka panjang, roti dapat dibekukan dalam freezer. Bungkus roti dengan rapat menggunakan plastik wrap atau aluminium foil sebelum dimasukkan ke dalam freezer. Dengan cara ini, roti dapat bertahan hingga 1-3 bulan. Jika roti disimpan di freezer, biarkan roti mencair di suhu ruang atau panaskan sebentar di oven atau toaster sebelum dikonsumsi. Untuk roti yang sedikit mengeras, bisa dipanaskan dalam microwave selama sekitar 10 detik dengan dialasi paper towel lembap, lalu dipanggang kembali untuk mendapatkan tekstur yang lebih baik.

5 Pertanyaan dan Jawaban Seputar Resep Roti Sisir Isi Srikaya Tanpa Oven

1. Apakah roti sisir bisa dibuat tanpa oven?

Ya, roti sisir bisa dibuat tanpa oven dengan metode kukus, teflon, atau oven tangkring. Hasilnya tetap lembut dan mengembang asalkan adonan diuleni hingga kalis elastis serta melalui proses fermentasi (proofing) yang cukup.

2. Apa yang membuat roti sisir menjadi lembut dan empuk?

Kelembutan roti sisir dipengaruhi oleh penggunaan tepung protein tinggi, proses pengulenan yang tepat hingga kalis elastis, fermentasi yang cukup, serta penambahan margarin atau mentega. Mengoleskan mentega setelah roti matang juga membantu menjaga teksturnya tetap lembut.

3. Selai srikaya terbuat dari apa?

Selai srikaya umumnya dibuat dari campuran santan, telur, gula pasir, dan daun pandan. Bahan-bahan tersebut dimasak dengan api kecil hingga mengental dan menghasilkan rasa manis, gurih, serta aroma pandan yang khas.

4. Berapa lama roti sisir isi srikaya dapat bertahan?

Roti sisir isi srikaya sebaiknya dikonsumsi dalam 1–2 hari jika disimpan pada suhu ruang dalam wadah tertutup rapat. Untuk penyimpanan lebih lama, roti dapat dibekukan di freezer dan bertahan hingga 1–3 bulan.

5. Mengapa roti sisir disebut roti sisir?

Roti ini dinamakan roti sisir karena bentuk susunan adonannya menyerupai gigi sisir. Setelah matang, setiap bagian roti dapat disobek satu per satu dengan mudah, sehingga tampilannya khas dan berbeda dari roti loaf biasa.

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |