19 Cara Menghilangkan Bau Lumpur pada Ikan Air Tawar, Terbukti Ampuh

20 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Cara menghilangkan bau lumpur pada ikan merupakan langkah penting sebelum menyajikannya sebagai masakan. Bagi para pecinta ikan air tawar, masalah klasik yang sering ditemui adalah aroma lumpur yang melekat pada daging ikan. Meskipun dagingnya lembut dan kaya gizi, bau lumpur atau yang dikenal sebagai off-flavor, kerap kali mengurangi selera makan. Aroma ini disebabkan oleh senyawa geosmin dan 2-methylisoborneol (MIB), yang dihasilkan oleh mikroorganisme seperti alga hijau-biru dan bakteri di lingkungan perairan.

Senyawa penyebab bau ini diserap ikan melalui insang dan kemudian menyebar ke daging, kulit, lambung, serta usus. Bau lumpur bukan hanya sekadar masalah preferensi rasa, tetapi juga dapat berdampak pada nilai jual ikan dan membuat konsumen enggan untuk membelinya kembali. Daging ikan yang berbau lumpur menyebabkan rasanya kurang enak dan tidak disukai konsumen, sehingga dapat menyebabkan menurunnya pendapatan pembudidaya ikan.

Artikel ini akan membagikan berbagai cara menghilangkan bau lumpur pada ikan, mulai dari teknik di dapur hingga metode rahasia para pembudidaya profesional. Kami akan mengulas 19 metode efektif, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (12/2/2026).

1. Pemberokan

Pemberokan adalah upaya paling efektif untuk menghilangkan bau lumpur pada daging ikan hasil budidaya. Proses ini dilakukan dengan memasukkan ikan ke wadah berisi air bersih mengalir selama 3–7 hari tanpa diberi pakan. Ikan yang diberok dalam wadah air jernih yang mengalir dipercaya dapat menghilangkan bau lumpur dalam daging ikan.

2. Puasa 2–3 Hari Sebelum Panen

Sebagai versi ringkas dari pemberokan, hentikan pemberian pakan 48–72 jam sebelum panen. Tujuan utama pemuasaan ini adalah untuk mengosongkan saluran pencernaan ikan. Isi perut merupakan sumber utama bau tanah pada ikan yang baru dimasak. Ikan yang dipuasakan 3 hari dapat mengalami penurunan kadar geosmin hingga 60–70%.

3. Probiotik dalam Kolam

Probiotik dapat membantu memperbaiki kualitas air dan menurunkan bau lumpur pada daging ikan sebagai solusi jangka panjang. Bakteri baik, seperti Bacillus sp., menghasilkan enzim lipase yang membantu memecah lemak pengikat geosmin. Probiotik juga membantu menjaga keseimbangan mikroba di usus ikan, sehingga proses penyerapan nutrisi lebih optimal dan risiko gangguan pencernaan berkurang.

4. Pergantian Air

Ganti 20–30% volume air kolam, 3–7 hari sebelum panen. Metode ini efektif untuk kolam bioflok yang kepekatan floknya terlalu tinggi. Pergantian air dilakukan bertahap, misalnya pagi 10–15% dan sore 10–15%. Menjaga kualitas air budidaya yang bersih dan terhindar dari blooming Cyanophyta dapat mengurangi kemungkinan terjadinya bau lumpur pada daging ikan.

5. Karantina Pasca Panen

Ikan hasil panen sebaiknya tidak langsung dikirim ke pasar. Tempatkan ikan di kolam karantina berisi air bersih selama 2–3 hari. Teknik ini digunakan peternak profesional untuk menjaga reputasi rasa dan memastikan ikan bebas bau lumpur sebelum sampai ke konsumen.

6. Jeruk Nipis & Garam

Kombinasi jeruk nipis dan garam adalah cara yang sangat populer dan efektif untuk menghilangkan bau lumpur pada ikan air tawar. Kandungan asam pada jeruk nipis membantu menetralkan senyawa geosmin dan MIB. Garam membantu mengikat senyawa penyebab bau dan lendir yang menempel pada ikan.

7. Abu Gosok

Abu gosok sangat efektif untuk membersihkan lendir pada ikan lele, sidat, atau belut. Lendir lele adalah salah satu sumber bau yang kuat. Caranya adalah dengan membalurkan abu gosok ke seluruh tubuh ikan, remas perlahan hingga lendir terangkat, lalu bilas dengan air mengalir. Abu bersifat abrasif lembut dan alkalis, yang membantu mengikat protein lendir penyebab bau. Jangan digosok terlalu keras agar kulit ikan tidak rusak.

8. Air Mendidih

Siram ikan dengan air mendidih, diamkan 1–3 menit, angkat dan tiriskan. Metode ini dapat menghilangkan sekitar 60–70% bau lumpur dan cocok untuk situasi darurat. Namun, perlu diperhatikan bahwa tekstur daging mungkin sedikit berubah, sehingga tidak ideal untuk ikan yang akan dibakar utuh.

9. Rendam Air Cucian Beras

Gunakan air cucian beras pertama yang masih putih pekat. Rendam ikan selama 30–60 menit, atau idealnya 6 jam di lemari es untuk hasil maksimal. Pati dalam air beras bekerja dengan mengikat dan menarik keluar senyawa penyebab bau dari daging ikan. Anda bisa menambahkan 2 sendok makan garam atau perasan jeruk nipis untuk meningkatkan efektivitas hingga 90%.

10. Jahe dan Kunyit

Haluskan jahe dan kunyit dengan perbandingan 1:1, lalu lumuri ikan dan diamkan selama 15–30 menit sebelum dimasak. Rempah-rempah ini tidak hanya memberi aroma segar, tetapi juga memiliki sifat antibakteri alami. Metode ini sangat cocok untuk ikan gurame dan nila yang akan digoreng atau dibakar.

11. Daun Jeruk

Remas 5–7 lembar daun jeruk, lalu masukkan ke dalam rendaman ikan. Minyak atsiri pada daun jeruk dapat membantu menetralisir senyawa geosmin. Sebagai alternatif, Anda bisa menyelipkan daun jeruk di perut ikan sebelum dimasak.

12. Bawang Bombay atau Bawang Putih

Bawang bombay dan bawang putih tidak hanya menghilangkan bau, tetapi juga menambah cita rasa pada ikan. Untuk bawang bombay, iris tipis, taburkan di atas ikan, dan diamkan selama 15 menit. Sementara itu, untuk bawang putih, haluskan 5–7 siung, lalu lumuri ikan secara merata.

13. Rendam Susu

Rendam ikan dalam susu cair selama 20–30 menit di lemari es. Kasein dalam susu bekerja dengan mengikat geosmin dan menetralkan bau amis. Hasilnya, daging ikan akan menjadi lebih putih dan teksturnya lebih lembut.

14. Cuka Putih atau Cuka Apel

Cuka dapat menjadi solusi ampuh karena sifat antibakteri dan kemampuannya mengikat bau. Campurkan 1 sendok makan cuka dengan air secukupnya, lalu tuangkan larutan cuka ke seluruh permukaan ikan. Alternatifnya, rendam ikan yang sudah dibersihkan selama 10 hingga 30 menit. Setelah direndam, cuci ikan menggunakan air mengalir hingga bersih untuk menghilangkan sisa cuka. Sifat asam pada cuka membantu menetralkan senyawa geosmin dan MIB.

15. Menarik Urat Putih pada Ikan Patin

Khusus ikan patin, terdapat urat putih memanjang di tengah dagingnya (bukan tulang). Urat ini adalah saluran lemak yang menjadi konsentrasi geosmin tertinggi. Untuk menghilangkannya, sayat sedikit daging ikan, lalu tarik perlahan urat putih tersebut dengan jari atau tang. Membuang urat ini dapat mengurangi bau lumpur secara drastis.

16. Bersihkan Jeroan dengan Sempurna

Pembersihan jeroan yang tidak sempurna adalah salah satu penyebab utama bau lumpur pada ikan. Pastikan insang dibuang bersih, karena merupakan sumber utama bau akibat kontak langsung dengan air kotor. Lapisan hitam di dinding perut harus dikerok hingga bersih. Potong dan buang lemak di area perut, karena ini adalah depot geosmin. Hindari memecahkan empedu saat membersihkan perut ikan, karena cairan pahitnya dapat mengkontaminasi rasa daging dan menyebabkan bau.

17. Marinasi Ekstra

Setelah dibersihkan, marinasi ikan dengan bumbu yang kuat. Contoh marinasi sederhana yang bisa dipakai untuk menghilangkan bau lumpur adalah campuran tepung maizena, putih telur, minyak wijen, bawang putih, dan minyak bawang. Anda juga bisa menggunakan bumbu halus seperti bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, ketumbar, serai, atau daun salam yang memiliki sifat antibakteri dan aroma kuat.

18. Kukus Daun Pisang

Bungkus ikan dengan daun pisang, sematkan lidi, lalu kukus selama 15–20 menit sebelum digoreng atau dibakar. Daun pisang akan menyerap bau tanah dan memberi aroma harum pada ikan, sekaligus membantu cara menghilangkan bau lumpur pada ikan.

19. Sirih untuk Alas Bakar

Letakkan ikan di atas daun sirih saat membakar. Minyak atsiri pada daun sirih dapat membantu menetralisir sisa-sisa bau lumpur dan memberikan aroma yang khas pada ikan yang sedang diolah.

FAQ

Q: Apakah ikan kolam terpal bisa berbau lumpur?

A: Ya, ikan kolam terpal bisa berbau lumpur. Bau lumpur tidak disebabkan oleh tanah, melainkan senyawa geosmin dan MIB dari bakteri atau alga. Kolam terpal dengan kepadatan tinggi, sisa pakan menumpuk, dan sirkulasi buruk tetap berisiko mengalami pertumbuhan mikroorganisme penghasil geosmin.

Q: Berapa lama pemberokan yang ideal untuk ikan nila?

A: Pemberokan yang ideal untuk ikan nila adalah 3–5 hari dalam air bersih mengalir. Jika hanya 1x24 jam, bau akan berkurang tetapi belum 100% bersih.

Q: Apakah ikan yang sudah mati bisa dihilangkan bau lumpurnya?

A: Bisa, dengan metode dapur seperti merendam dengan jeruk nipis, garam, atau susu. Namun, efektivitasnya tidak akan sebersih ikan yang diberok hidup-hidup.

Q: Kenapa ikan patin sering bau lumpur padahal di kolam terpal?

A: Ikan patin adalah ikan dasar dan pemakan segala. Mereka lebih banyak mengaduk endapan dan memakan sisa pakan yang mengandung geosmin. Solusinya adalah dengan memuasakan ikan 3 hari sebelum panen dan membuang urat putih di tengah dagingnya sebelum dimasak.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |