Reaksi Gigi Hadid Usai Namanya Muncul di Epstein Files

8 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Nama Gigi Hadid ternyata muncul dalam salah satu berkas milik terpidana kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein, dikenal sebagai Epstein Files. Supermodel itu pun akhirnya bereaksi setelah seorang penggemar mengancam akan berhenti mengikutinya di Instagram.

"Rasanya mual," jawabnya dalam komentar yang kini telah dihapus, dikutip dari Page Six, Senin (6/4/2026). "Mengerikan membaca komentar seseorang yang belum pernah Anda temui tentang Anda seperti itu. Terutama dalam konteks ini," tambahnya.

Hadid (30) mengatakan bahwa 'belum pernah bertemu dengan monster itu' tetapi percaya bahwa namanya disebutkan dalam berkas tersebut karena Epstein 'berusaha mengambil alih tanggung jawab karier orang lain untuk memanipulasi para korbannya'.

"Saya tidak berkomentar karena saya tidak ingin mengurangi kisah para korban sebenarnya; tetapi komentar Anda membuat saya menyadari mungkin ini tidak jelas—dan penting untuk memberi tahu Anda," tulis model runway tersebut.

"Saya tumbuh dalam keluarga yang berkecukupan, ya. Tetapi orangtua saya melindungi saya dan mengajarkan saya nilai kerja keras, kerja keras yang sama yang membawa mereka ke negara ini dan memberi mereka karier," tambah Hadid.

Ibu dari satu anak ini kemudian berbagi detail tentang bagaimana karier modelingnya dimulai, termasuk bertemu dengan agensi sebelum berusia 18 tahun dan menandatangani kontrak dengan IMG pada 2012. "Dan saya telah bekerja keras setiap saat sejak saat itu," sambungnya.

Kemarahan Gigi Hadid Terseret Epstein Files

"Disebutkan dalam berkas-berkas itu—saya rasa saya berusia 20-21 tahun saat dia menulis email itu—sangat mengganggu, dan saya ingin menyatakan dengan tegas bahwa saya tidak pernah memiliki hubungan apa pun dengan manusia menjijikkan itu," tulisnya. "Semoga dia beristirahat dalam [emoji api]," pungkasnya.

Penggemar tersebut kemudian mengatakan kepada duta Maybelline itu bahwa 'suatu KEHORMATAN BESAR' untuk mendapatkan balasan darinya. Tanggapan itu dibalas Hadid dengan, "💖💖 mengirimkan cinta, terima kasih atas dukunganmu x."

Setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) merilis jutaan berkas Epstein, nama Gigi dan saudara perempuannya, Bella Hadid, disebutkan dalam pertukaran email Desember 2015 antara pengusaha tersebut dan seseorang yang namanya dirahasiakan.

"Bagaimana saudara perempuan Hadid bisa menjadi model dan menghasilkan begitu banyak uang?! Saya tidak mengerti," tulis orang yang tidak dikenal itu kepada Epstein.

Isi Email yang Singgung Gigi Hadid

"Kau tahu," jawab mendiang pedofil itu sebelum orang yang tidak disebutkan namanya itu mengklaim bahwa ayah para model, Mohamed Hadid, "membayar agensi tersebut."

Epstein menjawab, "Tidak." Orang yang namanya dirahasiakan itu kemudian mengklaim 'terlalu banyak gadis yang melakukan seks oral', yang kemudian dijawab Epstein, 'setuju'.

Setelah penyelidikan pada 2005, Epstein mengaku bersalah atas tuduhan menyediakan anak untuk prostitusi dan meminta jasa pelacur, menjalani hukuman 13 bulan dengan pembebasan kerja. Ia didakwa pada 2019 atas perdagangan seks anak di bawah umur dan dituduh melakukan pelecehan terhadap puluhan gadis di bawah umur.

Epstein meninggal karena bunuh diri di penjara tahun itu saat menunggu persidangan. Wanita kepercayaannya, Ghislaine Maxwell, saat ini menjalani hukuman 20 tahun penjara karena perdagangan seks.

Bank of America Bayar Gugatan Korban Epstein

Sementara itu, mengutip kanal Bisnis Liputan6.com, Bank of America telah mencapai kesepakatan penyelesaian sebesar USD 72,5 juta atau Rp 1,23 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.980) dalam gugatan yang diajukan atas nama korban Jeffrey Epstein yang menuding bank itu memfasilitasi operasi perdagangan seks-nya.

Mengutip BBC, ditulis Minggu, 29 Maret 2026, gugatan class-action diajukan pada Oktober 2025 oleh seorang wanita asal Florida. Ia menuturkan, dilecehkan Epstein setidaknya 100 kali antara 2011 dan 2019. Gugatan itu menuduh bank tersebut memiliki banyak informasi mengenai operasi perdagangan seks Epstein tetapi memilih keuntungan daripada melindungi korban.

Dalam dokumen pengadilan,  Bank of America mengatakan penyelesaian itu bukan berarti mengakui tanggung jawab atau kesalahan di pihaknya. Kesepakatan penyelesaian tersebut dicapai awal bulan ini, tetapi detail kesepakatan tersebut belum diungkapkan hingga dokumen diajukan pada hari Jumat di pengadilan federal di New York. Dokumen tersebut sekarang menunggu persetujuan hakim.

Pengacara korban, Sigrid McCawley menuturkan kepada BBC, dalam sebuah pernyataan awal bulan ini, penyelesaian tersebut adalah satu langkah lagi menuju keadilan yang sangat pantas diterima. Ini menandai penyelesaian ketiga oleh bank besar, setelah JP Morgan Chase dan Deutsche Bank setuju untuk membayar masing-masing USD 290 juta dan USD 75 juta.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |