Perubahan Liburan Idul Fitri di Uni Emirat Arab di Tengah Perang Iran vs Israel dan AS

1 day ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Warga Uni Emirat Arab (UEA) mengubah rencana liburan Idul Fitri mereka di tengah perang Iran vs Israel dan AS yang masih berlanjut. Mereka lebih memilih liburan di dalam negeri dan perjalanan darat singkat daripada liburan internasional.

Melansir Gulf News, Jumat, 20 Maret 2026, agen perjalanan mengatakan, permintaan untuk perjalanan udara rekreasi selama liburan Lebaran sangat rendah, meski penerbangan tetap beroperasi secara terbatas. Survei terbaru dari Platinumlist menunjukkan bahwa 73 persen penduduk UEA berencana menghabiskan Idul Fitri di dalam negeri.

Hanya sembilan persen yang berniat bepergian ke luar negeri. Ini menandai perubahan dari tahun lalu, ketika perjalanan internasional singkat lebih umum. Di antara mereka yang tetap tinggal, sekitar setengahnya menyebutkan kekhawatiran akan keselamatan, gangguan penerbangan, atau takut terjebak di luar negeri.

Sementara itu, sisanya menyebutkan alasan pribadi seperti waktu bersama keluarga, pekerjaan, atau lebih menyukai liburan yang lebih tenang. Situasi saat ini di UEA terkait konflik regional yang lebih luas yang dimulai pada 28 Februari 2026, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.

Sebagai tanggapan, Iran memulai kampanye agresi, menembakkan rudal dan melancarkan serangan pesawat tidak berawak di beberapa bagian Teluk. Hal ini menyebabkan penutupan sementara wilayah udara di UEA dan negara-negara tetangga sebagai tindakan pencegahan keselamatan.

Hal ini menyebabkan gangguan penerbangan, pengalihan rute, dan pengurangan operasional maskapai, meski layanan kini secara bertahap stabil di bawah langkah-langkah keselamatan yang ketat.

Agenda Lebaran

Meski rencana perjalanan berubah, kegiatan sosial dan rekreasi tetap penting. Sekitar 68 persen berencana menghabiskan Idul Fitri bersama keluarga atau teman, dengan sebagian besar memilih kegiatan kelompok kecil. Makan di luar adalah kegiatan paling populer dengan 58 persen, diikuti kegiatan luar ruangan dengan 41 persen.

Minat terhadap hiburan langsung terus berlanjut, dengan 26 persen menantikan musik live dan yang lainnya mempertimbangkan konser, taman hiburan, atau pertunjukan komedi. "Audiens tidak pergi, tapi bergeser. Makan malam dan acara keluarga menjadi pilihan utama karena mereka merasa aman dan akrab," kata Cosmin Ivan, CEO Platinumlist.

"Namun, lebih dari separuh responden masih berencana membeli tiket, dan seperempatnya antusias dengan musik live. Bagi penyelenggara, ini adalah momen untuk tetap terlihat dan mendukung masyarakat dengan kegiatan yang relevan," imbuhnya.

Staycation Lebih Terjangkau

Menurut TP Sudheesh, Manajer Umum di Deira Travels, "Warga memang bepergian. Tapi permintaan sebagian besar untuk perjalanan darurat. Orang-orang yang tidak punya pilihan selain bepergian."

Menurut agen perjalanan, tidak banyak permintaan untuk perjalanan rekreasi. "Bukannya tidak ada perjalanan sama sekali, tapi penerbangan beroperasi dengan beberapa penumpang," sebutnya.

Staycation telah menjadi tren utama Idul Fitri kali ini di UEA, dengan permintaan yang tinggi di Ras Al Khaimah, Umm Al Quwain, dan Ajman, kata Sapna Aidasani, Kepala Pemasaran di Pluto Travels. "Staycation jadi jauh lebih populer dan terjangkau," katanya.

"Hotel-hotel di Palm Jumeirah, Dubai, yang dulunya mulai dari 1.500 dirham (sekitar Rp 6,9 juta) ke atas, sekarang menawarkan kamar seharga 700 dirham (sekitar Rp 3,2 juta) per malam, misalnya." Ia menambahkan bahwa pelanggan juga ditawari diskon tambahan untuk menginap dalam bentuk voucer kredit makanan dan minuman.

Road Trip Juga Populer

Banyak warga memilih bepergian melalui jalan darat, terutama ke destinasi terdekat. Sapna mengatakan, warga UEA melakukan perjalanan darat ke Oman pada Idul Fitri ini.

"Orang-orang telah mengajukan visa Oman dan mendapatkannya lebih awal sebagai persiapan untuk liburan panjang akhir pekan. Banyak hotel, penginapan pribadi, rumah liburan, dan resor di Oman sangat populer saat ini," katanya.

Mengomentari rencana perjalanan warga UEA selama periode ini, Ahmed Soliman, direktur pelaksana grup TCA Arabia, mengatakan, "Dalam hal perjalanan yang direncanakan, orang-orang mengambil pendekatan menunggu dan melihat, karena wilayah udara masih ditutup, maskapai penerbangan sibuk menangani pelanggan yang mengalami gangguan dan bekerja tanpa henti untuk memprioritaskan kepulangan pengunjung, dan perjalanan penting."

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |