Pencurian Lukisan Karya 3 Maestro Beres dalam 3 Menit, Diduga Terinspirasi dari Perampokan Louvre

2 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Aksi pencurian lukisan kembali terjadi. Kali ini menimpa sebuah museum di Italia utara. Tak tanggung-tanggung, pencuri itu menggondol lukisan karya tiga maestro sekaligus, Pierre-Auguste Renoir, Paul Cezanne, dan Henri Matisse, hanya dalam waktu tiga menit.

Menurut pihak berwenang, dikutip dari CNN, Selasa (31/3/2026), tiga lukisan yang dicuri terdiri dari lukisan cat minyak Pierre-Auguste Renoir tahun 1917 berjudul Les Poissons, lukisan cat air Paul Cezzane tahun 1890 berjudul Tasse et plat de cerises, dan lukisan karya Henri Matisse tahun 1922 berjudul Odalisque sur la terrasse. 

Ketiga lukisan itu dicuri dari Yayasan Magnani Rocca, yang terletak di dekat kota Parma, kata seorang juru bicara Carabinieri Parma dan Unit Perlindungan Warisan Budaya Bologna. Juru bicara kepolisian menyebut empat pencuri bertopeng menerobos masuk melalui pintu lantai pertama di Villa of Masterpiece museum tersebut pada malam hari antara 22--23 Maret 2026.

Namun, museum awalnya memilih untuk merahasiakan kasus pencurian itu dengan harapan dapat menangkap mereka jika kembali. Polisi mengatakan rekaman pengawasan menunjukkan para pencuri membawa kabur lukisan-lukisan tersebut melintasi taman-taman yang rimbun di vila itu, dengan sistem alarm museum berbunyi di latar belakang.

Belum ada satu pun pencuri yang ditangkap, sementara museum tetap buka selama jam operasional biasanya. Seorang pengacara yayasan tersebut mengatakan kepada CNN bahwa pencurian itu 'terstruktur dan terorganisir'. Ia bahkan meyakini para pencuri itu terinspirasi oleh kemudahan relatif yang digunakan para pencuri untuk membobol Louvre di Paris pada Oktober 2025.

Sistem Keamanan Museum yang Dibobol Maling

'Perampokan yang jelas direncanakan' itu tidak sepenuhnya berhasil karena sistem perlindungan internal yayasan, termasuk penggunaan pintu yang terkunci otomatis dan alarm, kata pengacara tersebut, yang tidak ingin disebutkan namanya. Pihak museum juga berkoordinasi dengan unit elit Carabinieri Italia yang bertugas mengoleksi artefak seni mengumpulkan sekitar 100.000 artefak curian dari seluruh dunia setiap tahunnya berkat jaringan yang sangat canggih yang melacak karya seni curian, menurut juru bicara mereka.

Museum itu dikelola Yayasan Magnani Rocca yang memiliki koleksi permanen seni dan artefak yang mencakup periode Renaisans hingga seni kontemporer. Mereka telah meminjamkan karya seni dari seluruh dunia, termasuk koleksi dari Galeri David Zwirner di New York dan Museum Getty di Los Angeles.

Yayasan itu didirikan oleh Luigi Magnani, yang meninggal pada 1984 pada usia 78 tahun. Ia adalah seorang kritikus seni, ahli musik, dan penulis yang membuka perkebunan dan koleksi pribadinya, termasuk karya-karya Titian, Albrecht Dürer, Peter Paul Rubens, Francisco Goya, Antonio Canova, Claude Monet, dan Giorgio Morandi, untuk umum pada 1990.

Perampokan Koleksi Perhiasan Museum Louvre

Sebelumnya, Museum Louvre di Paris, Prancis, jadi sorotan dunia setelah empat perampok dilaporkan menggondol delapan perhiasan dari era Napoleon Bonaparte pada abad ke-19. Akibat pencurian itu, para ahli menaksir kerugian negara yang timbul sekitar 88 juta euro (sekitar Rp1,8 triliun) "hanya dalam hal ekonomi", tetapi nilai sejarah dan warisan budayanya tak ternilai. 

Dalam sidang senat Prancis terungkap serangkaian kesalahan fatal dan sejarah peringatan yang diabaikan mengenai keamanan gedung tersebut. Mantan direktur museum, Laurence des Cars, mengatakan kepada komisi bahwa sejak pengangkatannya pada 2021, ia secara teratur memperingatkan pejabat pemerintah senior tentang "kondisi kerusakan dan keusangan umum" lembaga tersebut, sambil menunjukkan bahwa staf "tidak bersenjata".

Selain itu, ia mengakui bahwa sistem pengawasan video eksternal museum "sangat tidak memadai" dan mungkin merupakan faktor utama yang menyebabkan pencuri menargetkan Galerie d'Apollon karena merupakan salah satu dari banyak titik buta di antara fasad Louvre.

Direktur Museum Louvre Diganti

Setelah perampokan, pihak museum secara bertahap memasang sekitar 100 kamera pengawas baru yang akan dioperasikan pada akhir tahun ini. Sementara, sistem anti-intrusi akan mulai dipasang dalam waktu dua minggu setelah kasus perampokan terjadi, mengutip Euro News, Jumat, 21 November 2025

Selain perbaikan sarana, pemerintah juga mengganti pengisi Direktur Museum Louvre per Rabu, 25 Februari 2026. Jabatan itu kini diduduki mantan Direktur Istana Versailles Prancis Christophe Leribault.

Leribault menggantikan Laurence des Cars sebagai pimpinan Louvre. Juru bicara pemerintah Prancis, Maud Bregeon, mengatakan bahwa ia ditugaskan "memimpin proyek-proyek besar untuk masa depan lembaga tersebut," seperti keamanan dan modernisasi.

Leribault harus "memulihkan iklim kepercayaan," kata Kementerian Kebudayaan Prancis, lapor AFP, seperti dikutip dari The Stait Times, Kamis, 26 Februari 2026. Kabar pengangkatannya disambut dengan hati-hati oleh salah satu pemimpin serikat pekerja di Louvre.

Christophe Leribault adalah seorang sejarawan seni dan direktur museum yang mengkhususkan diri dalam seni abad ke-18. Pria berusia 62 tahun itu telah memimpin beberapa institusi bergengsi di Paris, termasuk Petit Palais, dan Musee d’Orsay, yang menyimpan koleksi lukisan Impresionis terbesar di dunia.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |