Operasional Perahu Sakura di Tokyo Jadi Lebih Mahal karena Perang Iran vs Israel dan AS

3 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Bunga sakura di seluruh Jepang mekar lebih awal dari biasanya tahun ini. Saat ini, pohon-pohon sudah mekar penuh di Tokyo, Kyoto, Nagoya, bahkan wilayah Tohoku.

Melansir NHK World, Rabu, 1 April 2026, tempat-tempat populer untuk melihat sakura di Tokyo ramai dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati keindahan bunga musim semi ini. Salah satu cara paling ikonis untuk menikmati bunga sakura adalah dengan naik yakata-bune, perahu tradisional yang berlayar di Sungai Sumida.

Tradisi berusia berabad-abad ini dimulai sebelum abad pertengahan, ketika para bangsawan menikmati musik dan puisi di atas air. Pada periode Edo, yakata-bune menjadi lebih dekoratif dan digunakan untuk menonton kembang api atau menggelar upacara teh.

Kini, wisatawan menikmati sashimi, tempura, dan sake sambil menyaksikan bunga sakura di sepanjang sungai. Namun, kenaikan harga minyak buntut perang Iran vs Israel dan AS memberi tekanan pada musim ini.

Operator wisata membutuhkan sekitar 16 ribu liter solar per bulan, dan kenaikan harga baru-baru ini meningkatkan biaya secara signifikan. Tiket biasanya dipesan dan dibayar beberapa bulan sebelumnya, sehingga biaya tambahan sulit dialihkan ke konsumen.

Kenaikan harga makanan dan minuman juga menambah tekanan. Para pelaku industri memperingatkan bahwa jika krisis minyak terus berlanjut, mereka mungkin harus menaikkan harga tiket atau menghadapi kerugian. Meski tur perahu di Sungai Sumida berlangsung sepanjang tahun, keseimbangan antara tradisi dan ekonomi membuat masa depan wisata sakura ini menjadi tidak pasti.

Musim Sakura di Jepang

Terlepas dari kondisi menantang tersebut, dengan datangnya musim bunga sakura di Jepang, platform perjalanan digital Agoda mencatat peningkatan 36 persen dalam pencarian akomodasi untuk destinasi wisata terbaik menikmati mekarnya bunga sakura, lapor TTR Weekly.

Peningkatan yang diamati sejak Februari 2026 untuk pemesanan selama periode puncak mekarnya bunga dari pertengahan hingga akhir Maret, menunjukkan banyak wisatawan memilih menyelesaikan rencana mereka mendekati tanggal mekarnya bunga untuk memastikan mereka dapat menikmati keindahan bunga tersebut secara maksimal.

Hiroshima mencatat pertumbuhan minat wisata tertinggi selama musim mekarnya bunga sakura sepanjang Maret 2026, dengan peningkatan pencarian akomodasi sebesar 48 persen, diikuti Nagoya dengan peningkatan sebesar 42 persen. Destinasi populer lainnya termasuk Kanazawa (+39 persen), Kyoto (+36 persen), Kochi (+31 persen), dan Wakayama (+26 persen).

Lokasi Mekarnya Sakura

Lokasi-lokasi ini menawarkan tempat-tempat terbaik untuk menyaksikan mekarnya bunga sakura. Ini termasuk Taman Shukkeien di Hiroshima dan Taman Maruyama di Kyoto, dengan pohon sakura yang ikonis menarik pengunjung untuk menikmati pemandangan baik siang maupun malam hari.

Taman Tsuruma di Nagoya dan Taman Kenrokuen di Kanazawa menyediakan pemandangan indah dengan jalan setapak yang dipenuhi pohon sakura. Daya tarik bunga sakura Jepang yang terkenal meluas hingga ke luar negeri, menarik wisatawan internasional yang ingin menyaksikan keindahan alam ini.

Data Agoda menyoroti bahwa Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong, Thailand, dan Filipina adalah pasar utama yang menunjukkan minat untuk mengunjungi Jepang selama musim ini. Orang Jepang sendiri memiliki "perasaan yang sangat istimewa terhadap sakura," kata Akiko Nyman (48), warga Tokyo, lapor Japan Today.

Waktu Terbaik Melihat Sakura

"Kami menyukainya, karena sangat singkat... tidak bertahan lama, muncul setiap tahun, sesuatu yang sangat istimewa," katanya.

Pada waktu ini setiap tahun, peramal cuaca sangat fokus pada kapan puncak mekarnya bunga di setiap kota, dan mereka memberi tahu warga yang antusias tentang hari-hari dengan cuaca terbaik untuk piknik dan berapa lama bunga-bunga itu akan bertahan.

Di ibu kota kuno Kyoto, para pejabat menyatakan pada Senin, 30 Maret 2026, bahwa sakura telah mekar penuh setelah memeriksa sampel pohon di dalam kompleks Kastil Nijo-jo, sebuah situs warisan dunia. Di Tokyo, bunga-bunga mencapai puncak mekarnya selama akhir pekan.

Bunga-bunga tersebut melambangkan energi masa muda sekaligus kerapuhan hidup dalam budaya Jepang, karena bunga yang mekar penuh hanya bertahan sekitar satu minggu. Musim ini menandai awal tahun bisnis baru ketika para lulusan universitas bergabung dengan dunia kerja.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |