Liputan6.com, Jakarta - Perang Iran vs Israel dan AS (Amerika Serikat) mendorong kenaikan harga bahan bakar jet ke titik yang tidak terkendali. Hal itu memaksa banyak maskapai menaikkan harga tiket pesawatnya demi menutupi biaya yang ditimbulkan. Namun, Etihad Airways, maskapai yang berbasis di Abu Dhabi, memilih menawarkan promo harga tiket pesawat.
Etihad mengumumkan pemangkasan tarif penerbangan jarak jauh hingga 50 persen. Kebijakan ini menjadi strategi mengatasi penurunan permintaan perjalanan yang terjadi akibat ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah, melansir New York Post, Selasa, 7 April 2026.
Konflik yang masih berlangsung diketahui berdampak signifikan terhadap industri penerbangan global, termasuk menurunnya jumlah penumpang pada rute-rute internasional. Kondisi ini mendorong Etihad Airways untuk mengambil pendekatan agresif dengan menawarkan harga yang lebih kompetitif dibandingkan maskapai lain.
Fokus utama strategi ini adalah meningkatkan jumlah penumpang dari pasar Eropa, khususnya Inggris, menuju berbagai destinasi populer seperti Australia, Singapura, dan sejumlah negara di Asia. Langkah ini juga dilakukan menjelang musim liburan musim panas, yang biasanya menjadi periode dengan permintaan perjalanan tinggi.
Dengan kebijakan tersebut, maskapai itu berharap dapat menjaga tingkat keterisian kursi sekaligus memperkuat posisinya di tengah persaingan industri penerbangan yang semakin ketat. Selain menawarkan harga promo, Etihad juga menerapkan kebijakan pemesanan yang lebih fleksibel.
Langkah itu juga diikuti maskapai Timur Tengah lainnya, seperti Emirates, Saudia, Gulf Air, dan Air Arabia. Kebijakan ini memungkinkan penumpang untuk mengubah jadwal perjalanan sesuai kebutuhan di tengah ketidakpastian kondisi global.
Strategi Berbagai Maskapai di Tengah Lonjakan Harga Bahan Bakar
tihad Airways mengambil langkah lebih agresif dengan memangkas harga tiket secara signifikan guna memulihkan jumlah penumpang dari Eropa ke Asia dan Australia.
"Begitu perjalanan kembali normal, kami ingin kembali menerbangkan pesawat dengan kapasitas 100 persen di semua kabin, seperti sebelum konflik. Harga-harga ini akan membantu," ujar seorang eksekutif Etihad Airways yang enggan disebutkan namanya kepada The Times.
Penurunan tarif ini berlaku untuk periode perjalanan sepanjang Mei hingga Juni 2026, mencakup sejumlah destinasi favorit seperti Inggris, Australia, Singapura, Hong Kong, Bangkok, Maladewa, dan Tokyo. Di tengah menurunnya permintaan perjalanan, kebijakan harga baru ini diharapkan mampu menghadirkan penawaran yang lebih terjangkau sekaligus menarik minat wisatawan, termasuk mereka yang baru pertama kali mencoba layanan penerbangan premium. Strategi ini juga berpotensi membangun loyalitas pelanggan dalam jangka panjang.
Apa Saja Promo Tiket yang Ditawarkan Etihad?
Harga tiket promo yang ditawarkan Etihad Airways tergolong kompetitif. Untuk rute pulang-pergi kelas ekonomi dari London ke Sydney melalui Abu Dhabi, dengan keberangkatan pada Mei dan kembali pada Juni, tarif dibanderol mulai dari £688 (setara Rp15,6 juta) per orang. Sementara, tiket kelas bisnis untuk rute yang sama ditawarkan sekitar £2.465 (setara Rp55,8 juta) per orang, termasuk pajak.
Sebagai perbandingan, maskapai British Airways mematok harga jauh lebih tinggi untuk rute serupa melalui Singapura. Pada tanggal yang sama, tiket kelas ekonomi dijual mulai £1.850 (setara Rp41,9 juta), sedangkan kelas bisnis mencapai £10.435 (setara Rp236,4 juta).
Menurut laporan The Times, sejumlah tarif penerbangan Etihad Airways saat ini bahkan tercatat lebih rendah dibandingkan harga selama masa pandemi COVID-19, menjadikannya salah satu penawaran paling menarik di tengah kondisi industri penerbangan yang penuh tantangan. Tarif promo tersebut diperkirakan hanya berlaku dalam periode terbatas. Berdasarkan informasi di situs resmi Etihad Airways, harga tiket diprediksi akan kembali meningkat mulai Juli seiring dengan masuknya musim puncak perjalanan.
Analis Prediksi Maskapai Lain Akan Ikut Turun Harga
Seorang analis penerbangan global dari Atmosphere Research Group, Henry Harteveldt, menilai langkah yang diambil Etihad Airways bukan hal yang tidak biasa dalam industri penerbangan. Dalam wawancaranya dengan The Times, Harteveldt menjelaskan bahwa strategi serupa pernah diterapkan setelah peristiwa Serangan 11 September 2001.
"Langkah seperti ini bukan hal yang tidak biasa. Setelah 9/11, maskapai penerbangan AS juga menawarkan diskon besar untuk menarik kembali penumpang. Saya menyebutnya 'harga keberanian'," ujar Harteveldt, dikutip dari The Times.
Ia menambahkan, kebijakan Etihad berpotensi memicu respons dari maskapai lain. Menurutnya, para pesaing tidak hanya menghadapi kursi kosong, tetapi juga berisiko kehilangan penumpang jika tidak segera menyesuaikan strategi mereka.
"Terlepas dari apa yang mungkin mereka katakan sekarang, saya memperkirakan para pesaing Etihad akan merespons. Mereka tidak hanya memiliki banyak kursi kosong, tetapi juga tidak ingin mengambil risiko kehilangan penumpang ke Etihad," tambahnya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549583/original/021751200_1775623753-490a4eba-1458-41e4-99b5-d6f32f11fd0d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522349/original/073378600_1772758040-unnamed__72_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5014986/original/052967400_1732120705-IMG-20241120-0013.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549623/original/035792300_1775625212-f3e9d0c0-6b33-4e1c-95a4-5d49cdd91111.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3965508/original/044151800_1647486769-alyson-mcphee-yWG-ndhxvqY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517181/original/036741500_1772418668-Gemini_Generated_Image_xggvw8xggvw8xggv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478251/original/054795300_1768896603-nagasari.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4114871/original/036714700_1659777619-P01_LB_GARAVANI_FALL22_PROMENADE_COLLECTION.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5180474/original/097244200_1743763898-WhatsApp_Image_2025-04-04_at_17.12.03.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549176/original/024179900_1775600955-anna_wintour.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548446/original/034055200_1775540840-unnamed_-_2026-04-07T124544.885.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2084245/original/004887400_1523683642-20180414-Perang-Air-di-Festival-Songkran_-Thailand-AFP-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549186/original/091177700_1775605341-WhatsApp_Image_2026-04-08_at_05.13.26.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549079/original/070004300_1775563777-IMG-20260407-WA0108.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5391722/original/050843500_1761366305-Stasiun_Kiaracondong_Depan_wiki.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1620895/original/002244000_1497242301-image018.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537377/original/069696300_1774421852-unnamed__58_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2844375/original/042110500_1562220874-056971000_1530762842-20180704-Kembang-Api-Terangi-Langit-Amerika-pada-Hari-Kemerdekaan-AP-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4580904/original/043066600_1695113849-photo__2_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3227420/original/074506300_1599119114-20200903-Kuala-Lumpur-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161764/original/086600400_1741847570-1741841423969_salah-satu-faktor-eksternal-penyebab-pelanggaran-ham-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432085/original/094521500_1764755867-Vidio_Guideline_2025_NON-SPORTS_IGF_-_Horizontal_-_arya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441754/original/040472300_1765517078-One_Piece_-_The_Davy_Back_Fight_Arc_-_Main_KV_-_Poster_KV_Master_Landscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447615/original/067533700_1765959670-cgr_bdy.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124986/original/034186300_1738911365-Depositphotos_747789088_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3513012/original/025088600_1626429232-kevin_hackert.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454684/original/003885500_1766567888-Ilustrasi_perayaan_tahun_baru_2026_di_Jakarta.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5444308/original/050763000_1765775522-Screenshot__1255_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3533246/original/091243000_1628240946-Jule1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458201/original/031493700_1767074270-zhang_zhehan1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439070/original/061485400_1765347758-ATK_UEL_2025_MATCH_JADWAL__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447967/original/063026100_1765971919-Screenshot_2025-12-17_180423.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451328/original/014531400_1766285850-florian-wehde--y3sidWvDxg-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5438132/original/053417700_1765272847-ATK_BOLA_LALIGA_MW_16.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5438643/original/079066700_1765334694-IMG_1550.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4435592/original/039268900_1684722031-Aktivis_perubahan_iklim_mengubah_Air_Mancur_Trevi_Italia_menjadi_hitam-AFP__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1677282/original/072536700_1502557224-Monas1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452675/original/049859600_1766421336-tata_juliastrid.jpg)