Mantan Pilot Ditangkap Polisi Usai Terbangkan Pesawat Selama 17 Tahun Tanpa Lisensi

16 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Seorang mantan pilot Air Canada berkarier selama hampir 17 tahun berbekal lisensi pilot palsu. Lebih dari 900 penerbangan domestik dan internasional dijalankannya pada 2009 hingga 2025 tanpa pernah memperoleh lisensi yang sah ataupun menyelesaikan ujian wajib.

Polisi kemudian menangkap Geoffrey Wall, nama mantan pilot itu, pada 1 Juni 2026. "Investigasi ini dan detail di sekitarnya seperti skenario film," kata Wakil Kepala Polisi Regional Peel, Mlinovich, dalam jumpa pers di Ontario, Selasa, 9 Juni 2026, dikutip dari CNN, Kamis (11/6/2026).

"(Wall) naik ke posisi pilot komandan di mana selama hampir 17 tahun mereka menerbangkan Boeing 767, 777, dan 787," sambil mendapatkan gaji hampir 3 juta dolar Kanada (sekitar Rp 38,6 miliar). Film yang dimaksud adalah Catch Me If You Can yang dirilis pada 2002 yang menceritakan soal pria membujuk petugas untuk bisa menerbangkan pesawat PanAm.

Dalam kasus ini, Wall memiliki izin untuk menerbangkan pesawat komersial selama 27 tahun kariernya di Air Canada. Tetapi, polisi mengatakan dia tidak pernah memiliki Lisensi Pilot Transportasi Udara untuk Pesawat Terbang, juga dikenal sebagai ATPL-A, yang dibutuhkan ketika dia dipromosikan menjadi kapten pada 2009.

"Ini sangat mirip dengan seorang dokter yang memiliki izin untuk praktik kedokteran keluarga tetapi melakukan operasi otak di kantornya," kata Milinovich. "Ada persyaratan dan peraturan tambahan untuk penunjukan profesional yang ada karena suatu alasan."

"Kami percaya terdakwa telah memalsukan kualifikasinya kepada perusahaan dan regulator," kata Milinovich.

Tak Pernah Ada Insiden Penerbangan

Wall tertangkap setelah pemeriksaan rutin atas kredensialnya pada 2025 mengungkapkan 'anomali… dalam dokumentasi lisensi pilot', dan Air Canada memberi tahu regulator, kata para penyelidik. Dia pensiun pada 2025 sebelum investigasi regulasi dan kriminal, yang dijuluki 'Proyek Icarus', diluncurkan pada Januari 2026.

CNN tidak dapat segera menemukan pengacara yang mewakili Wall. Maskapai tersebut mencatat bahwa Wall adalah pilot komersial berlisensi dan secara teratur menunjukkan bahwa ia mampu menerbangkan pesawat besar dengan aman.

"Keselamatan tidak terganggu oleh insiden ini karena semua pilot di Air Canada menjalani pelatihan berkala wajib setiap enam bulan untuk memvalidasi kompetensi terbang mereka, termasuk pemeriksaan penerbangan dengan pilot pemeriksa bersertifikat Transport Canada setiap 12 bulan," kata Air Canada dalam pernyataan yang diunggah pada Senin, 8 Juni 2026.

"Namun, lisensi yang sesuai adalah lapisan penting dari pendekatan berlapis-lapis industri penerbangan terhadap keselamatan, sehingga Air Canada menangani masalah ini dengan sangat serius," lanjut maskapai tersebut.

Dakwaan Terhadap Mantan Pilot

Wall didenda oleh Transport Canada dan menghadapi tujuh dakwaan pidana, termasuk penipuan lebih dari $5.000, dua dakwaan pemalsuan dokumen, dan tiga dakwaan kepemilikan merek palsu, kata polisi. Ia diperkirakan akan hadir di pengadilan pada 29 Juni 2026.

Masalah lisensi pilot palsu juga pernah menimpa Pakistan International Airlines. Bahkan, negara-negara Uni Eropa menangguhkan operasional maskapai itu selama enam bulan setelah sepertiga pilot maskapai itu dilaporkan mengantongi lisensi palsu.

Regulator telah menangguhkan penerbangan Pakistan International Airlines (PIA) ke negara-negara Uni Eropa selama enam bulan ke depan. Keputusan ini diambil setelah hampir sepertiga pilot maskapai asal Pakistan tersebut dilaporkan mengantongi lisensi palsu.

Melansir laman Channel News Asia, Rabu, 1 Juli 2020, EU Aviation Safety Agency (EASA) telah memberitahu PIA bahwa pihaknya belum yakin apakah sisa pilot maskapai ini benar-benar memenuhi syarat untuk terbang. Juga, telah kehilangan kepercayaan pada pihak maskapai.

Pukulan bagi Maskapai Pakistan

Suspensi itu merupakan pukulan bagi PIA setelah Menteri Penerbangan Pakistan minggu lalu memberitahu parlemen tentang penemuan mengejutkan. Ulasan yang dilakukan pemerintah menemukan 262 dari 860 pilot aktif memegang lisensi palsu maupun curang selama ujian.

Lebih dari setengahnya ditemukan di PIA. Karenanya, pihak maskapai segera mengambil keputusan tak mengizinkan terbang bagi 141 dari total 434 pilot mereka.

EASA mengatakan, pihaknya telah menangguhkan PIA dan maskapai privat Pakistan yang lebih kecil. Keputusan ini berkaca pada laporan yang disampaikan parlemen negara Asia Selatan tersebut.

Berdasarkan keterangan juru bicara PIA, Abdullah Khan, pada AFP, pihaknya tengah mempertimbangkan naik banding terkait perkara temuan lisensi pilot palsu. Padahal, maskapai ini baru saja membuka kembali penerbangan ke beberapa negara Eropa, termasuk Paris, Milan, dan Barcelona.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |