Korea Selatan Peringatkan Warganya tentang Ancaman Kejahatan Serius di Kawasan Wisata Bali

7 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Kedutaan Besar Korea Selatan di Indonesia baru-baru ini mendesak para pengunjung Bali untuk lebih berhati-hati. Pihaknya menyatakan bahwa kejahatan serius yang menargetkan warga asing telah terjadi secara beruntun di Pulau Dewata.

Melansir The Chosun Daily, Rabu, 8 April 2026, Kedutaan Besar negara itu mengeluarkan "Pemberitahuan Keamanan tentang Pencegahan Kejahatan Serius" pada 1 April 2026, berbunyi, "Karena kejahatan serius yang menargetkan warga asing baru-baru ini meningkat di daerah wisata terkenal di Bali, seperti Jimbaran, Seminyak, dan Canggu, kami meminta warga yang berkunjung ke Bali untuk memperhatikan keselamatan pribadi mereka.”

Kasus-kasus yang diajukan kedutaan, yakni pada 15 Februari 2026 di Jimbaran, seorang warga negara Ukraina diculik sekelompok pelaku saat bepergian dengan sepeda motor. Pria itu ditemukan keesokan harinya dalam keadaan tubuh yang terpotong-potong.

Kemudian, pada tanggal 23 bulan lalu, seorang warga negara Belanda meninggal dunia setelah diserang dengan senjata oleh dua pria yang mengendarai sepeda motor di depan vila tempat dia menginap. Pada hari yang sama, seorang wanita Tiongkok dilecehkan secara seksual oleh sopirnya saat ia pulang menggunakan ojek dari sebuah klub.

Sayangnya, kasus demi kasus memang dilaporkan dari Bali, dan tidak jarang melibatkan pengunjung asing. Tidak hanya sebagai korban, wisatawan juga beberapa kali jadi pembuat onar.

Minggu lalu, misalnya, seorang turis Rusia di-smack down di pinggir jalan, membuat video kejadian itu viral di media sosial. Klip itu diunggah pertama kali oleh seorang pemilik sasana bela diri bernama Belda Brig Sando di akun Instagram pribadinya pada 30 Maret 2026.

Turis Diduga Lecehkan Perempuan

Di klip tersebut, ia terlihat mencekik leher turis Rusia bertelanjang dada yang disebutnya sedang mabuk. Terlihat dalam video, wajah lelaki Rusia itu memerah, bahkan tampak pingsan.

Di sekeliling mereka, terdengar warga meneriakinya, salah satunya meminta Belda berhenti mencekiknya. Video itu dilaporkan direkam di Uluwatu saat sedang keluar malam.

"Hormati warga lokal," teriak Belda dalam video pada pria Rusia itu. "Ini orang asing mabuk yang menyentuh seorang gadis dan tidak menghormati orang lain."

Setelah cukup lama dalam cekikan, Belda akhirnya melepaskan turis tersebut, yang sesaat tergeletak tak bergerak di tanah. Insiden itu diyakini dipicu ulah si turis yang melecehkan perempuan.

"Jangan sentuh perempuan seperti itu," terdengar Sando berkata. "Bali aman. Orang Bali ramah. Kamu bisa melakukan apa saja di Bali, tapi hormati penduduk lokal kami."

Hormati Warga Lokal

Pria itu kemudian sadar kembali, bicaranya terbata-bata saat mencoba mengucapkan kalimat. "Aku mengerti, aku mengerti," kata pria Rusia itu.

Belda kembali menyampaikan aksinya memiting pria Rusia itu hanya untuk memperingatkannya agar tidak mengulang kesalahan yang sama. "Apakah kamu dari Rusia? Ada banyak orang Rusia yang berbuat onar di sini, jangan jadi salah satunya," seru Belda, dikutip dari NY Post, Rabu, 1 April 2026.

Belda, pelatih bela diri dan pendiri Zando Fight Club, kembali menanggapi insiden tersebut di akun Instagramnya. Ia mengecam warga asing "yang datang ke sini dan bertindak tanpa rasa hormat."

Insiden itu menambah daftar panjang kejadian tak menyenangkan yang dipicu ulah turis asing. Awal tahun ini, sekelompok turis difilmkan berkelahi di luar sebuah supermarket kecil di Kuta, dan warga setempat terpaksa turun tangan.

Meningkatkan Kualitas Turis

Pada 2025, Bali meluncurkan kampanye untuk mendidik wisatawan tentang perilaku yang tepat saat mengunjungi pulau tersebut. Gubernur Bali, Wayan Koster, mengatakan bahwa pedoman untuk wisatawan asing yang mengunjungi pulau tersebut bertujuan mengatasi kekhawatiran yang meningkat tentang perilaku buruk pengunjung, tentang cara menghormati adat istiadat setempat, berpakaian sopan di tempat-tempat keagamaan, dan menahan diri dari merusak lingkungan.

Pedoman ini juga bertujuan mengurangi kekerasan di antara pengunjung dan memastikan bahwa industri pariwisata Bali selaras dengan hukum setempat. "Ini memastikan bahwa pariwisata Bali tetap menghormati, berkelanjutan, dan selaras dengan nilai-nilai lokal kita," kata Koster saat itu.

Ia juga sempat melontarkan wacana pengecekan saldo tabungan calon turis asing yang akan datang ke Bali. Tujuannya untuk menyeleksi agar mereka yang datang adalah turis asing yang berkualitas.

"Salah satu aspek yang diperhatikan untuk pariwisata yang berkualitas adalah berapa uangnya tiga bulan terakhir di buku tabungan," kata Koster, 1 Januari 2026, lapor Antara.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |