Konflik Iran vs Israel dan AS, 24.022 Jemaah Umrah Indonesia Pulang Lewat Bandara Jeddah dan Madinah

2 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Pemulangan Jemaah umrah Indonesia melalui Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah dan Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz Madinah terus berlangsung di tengah konflik Iran vs Israel dan AS. Per Kamis, 12 Maret 2026, total 24.022 jemaah umrah Indonesia telah kembali ke Tanah Air melalui berbagai penerbangan internasional.

Berdasarkan laporan pengawasan lapangan Staf Teknis Urusan Haji, sebanyak 3.441 jemaah umrah dipantau dalam proses kepulangan melalui Bandara Jeddah dan Madinah pada 10–12 Maret 2026.

"Petugas terus melakukan pengawasan lapangan, serta berkoordinasi dengan pihak maskapai dan penyelenggara perjalanan ibadah umrah untuk memastikan setiap kendala yang dialami jemaah dapat segera ditangani," kata Staf Teknis Haji pada Kantor Urusan Haji Jeddah, M. Ilham Effendy, melalui rilis pada Liputan6.com, Jumat, 13 Maret 2026.

Petugas menemukan beberapa kendala perjalanan yang dialami sebagian jemaah, termasuk penyesuaian jadwal kepulangan akibat pembatalan penerbangan oleh maskapai. Namun, melalui koordinasi antara petugas, maskapai, serta biro perjalanan, para jemaah yang terdampak tetap dapat melanjutkan perjalanan kembali ke Indonesia dengan aman.

Ilham menyebut, Kementerian Haji dan Umrah melalui Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah terus melakukan pemantauan dan koordinasi secara intensif guna memastikan seluruh jemaah umrah Indonesia dapat kembali ke Tanah Air dengan lancar.

"Alhamdulillah, melalui berbagai upaya koordinasi yang dilakukan bersama maskapai, otoritas bandara, serta penyelenggara perjalanan ibadah umrah, para jemaah yang sebelumnya mengalami keterlambatan akhirnya dapat dipulangkan dengan aman," ujar Ilham.

Dilaporkan sebelumnya bahwa per Sabtu, 7 Maret 2026, sebanyak 341 jemaah dari beberapa penyelenggara perjalanan umrah masih menunggu kepastian jadwal kepulangan. Saat itu, para jemaah sementara diinapkan di sejumlah hotel di Jeddah dan Makkah sambil menunggu kepastian tiket penerbangan.

Di sisi lain, proses pemulangan jemaah terus berlangsung melalui sejumlah maskapai, seperti Saudia Airlines, Garuda Indonesia, Lion Air, dan IndiGo. Pada Sabtu, 7 Maret 2026, tercatat 1.665 jemaah telah dijadwalkan kembali ke Indonesia melalui beberapa penerbangan dari Bandara Jeddah.

"Pemantauan dilakukan secara menyeluruh di area layanan bandara. Kami juga terus melakukan pendataan terhadap jemaah yang tertahan kepulangannya, serta berkoordinasi dengan pihak travel dan otoritas terkait agar proses pemulangan dapat segera diselesaikan," ujar Ilham saat itu.

Pendampingan Proses Pemulangan

Sebelumnya, pada Kamis, 5 Maret 2026, tercatat sebanyak 2.735 jemaah umrah Indonesia mendapat pendampingan dalam proses kepulangan melalui sejumlah maskapai penerbangan. Seluruh penerbangan yang dipantau pada hari tersebut dilaporkan berjalan sesuai jadwal keberangkatan.

Selain itu, petugas juga melakukan monitoring terhadap kedatangan jemaah umrah di Bandara Internasional King Abdulaziz. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 352 jemaah umrah Indonesia yang tiba dan terpantau oleh petugas di bandara pada periode yang sama saat itu.

Dalam proses pengawasan tersebut, tercatat 158 jemaah umrah mengalami penundaan dalam proses kepulangan. Para jemaah tersebut berada di dua lokasi, yaitu di Kota Jeddah dan Kota Makkah, menunggu penjadwalan ulang penerbangan sesuai pengaturan maskapai dan penyelenggara perjalanan.

Imbauan bagi Jemaah Umrah Indonesia

Demi membantu kelancaran proses kepulangan para jemaah umrah dari Arab Sasudi, Kemenhaj memberi beberapa imbauan, yakni:

  1. Pastikan dokumen perjalanan lengkap, termasuk paspor, boarding pass, dan identitas jemaah selalu disimpan dengan baik.
  2. Ikuti arahan petugas dan pembimbing perjalanan selama berada di bandara maupun di hotel.
  3. Perhatikan informasi penerbangan dari maskapai atau penyelenggara perjalanan, terutama jika terjadi perubahan jadwal.
  4. Tetap berada dalam rombongan dan tidak meninggalkan lokasi yang telah ditentukan tanpa koordinasi dengan petugas.
  5. Jaga kondisi kesehatan dengan cukup istirahat dan konsumsi air yang cukup selama menunggu proses keberangkatan.
Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |