Inspirasi Fesyen Mudik, Outer dan Kain Jadi Andalan untuk Tampil Stylish nan Praktis

7 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang musim mudik Lebaran, kebutuhan akan busana yang nyaman, namun tetap stylish menjadi perhatian banyak masyarakat. Tahun ini, fesyen mudik disebut tidak sekadar mengikuti tren, tapi juga menekankan pada kemampuan memadukan pakaian agar tetap praktis saat bepergian.

"Outer dan kain menjadi pilihan yang paling fleksibel karena dapat digunakan dalam berbagai gaya tanpa harus membawa terlalu banyak pakaian," kata Head of Pendopo, Putu Laura, saat jumpa pers di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.

Item ini tentu bisa dibeli dari jenama lokal, yang merupakan jadi cara mendukung pelaku UMKM, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia pada masyarakat luas. "Di Pendopo, kami sebenarnya tidak mengajarkan bagaimana cara mengisi koper, tapi lebih kepada bagaimana cara styling," imbuhnya.

Ia menjelaskan, satu outer dapat dipadukan dengan beberapa inner, sehingga menghasilkan tampilan yang berbeda setiap harinya. Kain juga menjadi item yang sangat fleksibel, karena dapat digunakan sebagai selendang, rok lilit, bahkan aksen tambahan dalam outfit perjalanan.

Pendekatan ini membuat pelancong dapat tetap tampil menarik selama perjalanan tanpa harus membawa terlalu banyak pakaian. Konsep ini juga sejalan dengan gaya traveling modern yang mengutamakan efisiensi, kenyamanan, dan fleksibilitas.

Di musim mudik Lebaran ini, Pendopo membuka pop-up store di Stasiun Gambir, Jakarta, menampilkan berbagai produk lokal rilisan UMKM dari seluruh Indonesia. Kehadiran pop-up store ini memberi kesempatan bagi para penumpang kereta untuk mengenal produk lokal secara langsung.

Rumah bagi Lebih dari 300 UMKM

Putu menyebut, Pendopo saat ini merupakan rumah bagi lebih dari 300 UMKM dengan lebih dari 12 ribu produk terkurasi yang mencakup berbagai kategori, mulai dari kriya, fesyen, kecantikan, hingga kuliner. "Kami melihat bahwa ruang publik seperti stasiun memiliki potensi besar untuk memperkenalkan produk lokal pada masyarakat luas," tuturnya.

"Karena itu, melalui pop-up store ini, kami ingin menghadirkan produk UMKM yang relevan dengan kebutuhan traveler," ia menambahka. Produk yang ditampilkan dalam pop-up store tersebut dipilih dengan mempertimbangkan kebutuhan perjalanan.

Sebagian besar produk memiliki harga yang relatif terjangkau, dengan kisaran harga di bawah Rp 500 ribu, sehingga dapat dibeli secara spontan oleh para penumpang yang sedang menunggu keberangkatan kereta. Pop-up store ini juga memberi peluang bagi para pelaku UMKM untuk memperbesar cakupan pasar dan memperkenalkan produknya pada audiens yang lebih luas.

Ruang Pertemuan Budaya dan Mobilitas

Kolaborasi antara Pendopo dan PT Kereta Api Indonesia juga menunjukkan bagaimana stasiun kereta dapat berfungsi sebagai ruang publik yang lebih dinamis. Stasiun tidak hanya menjadi tempat transit, tapi juga dapat menjadi ruang yang menghadirkan pengalaman budaya bagi para penumpang.

EVP of Marketing and Business Development KAI, Fredi Firmansyah, menyampaikan bahwa setiap hari, ribuan orang datang dan pergi melalui stasiun dengan membawa berbagai cerita dan identitas budaya masing-masing.

"Stasiun merupakan tempat orang datang dan pergi, tapi maknanya sebenarnya lebih dari itu. Setiap orang yang datang ke stasiun membawa cerita, identitas, dan budaya mereka sendiri," ujar Fredi.

Melalui kolaborasi dengan Pendopo, KAI ingin menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan bagi para penumpang. Dengan konsep ini, stasiun dapat berkembang menjadi ruang publik yang tidak hanya mendukung mobilitas, namun juga memperkaya pengalaman budaya masyarakat.

Dorong Perkembangan Ekonomi Kreatif

Kolaborasi antara Pendopo dan KAI juga menjadi bagian dari upaya mendorong perkembangan ekonomi kreatif berbasis produk lokal. Pendopo selama ini berkomitmen mendukung pertumbuhan UMKM dengan memberi ruang promosi, kurasi produk, serta pengembangan desain.

Putu menyebut, Pendopo tidak hanya berperan sebagai tempat penjualan produk, namun juga sebagai mitra bagi para pelaku UMKM dalam mengembangkan produk mereka. "Kami tidak melihat hubungan ini sebagai buyer dan seller. Kami melihat para pelaku UMKM sebagai partner," sebutnya

"Kami membantu mereka mengembangkan produk, melakukan diversifikasi, dan mempromosikan karya mereka," jelasnya. Pendopo juga terus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk maskapai penerbangan dan berbagai institusi lainnya, untuk memperluas akses pasar bagi produk lokal.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |