Cara Menanam Lidah Buaya Tanpa Akar agar Cepat Tumbuh

21 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Sudah lama sejak lidah buaya dikenal sebagai tanaman serbaguna—bukan hanya untuk kesehatan, tapi juga kecantikan. Khasiatnya yang beragam membuat tanaman ini begitu akrab di tengah masyarakat. Tidak heran, banyak orang memilih menanamnya di rumah, entah sebagai penghias pekarangan atau sebagai bahan untuk berbagai olahan.

Mengutip laman IPB Digitani, 14 Maret 2026, tanaman ini juga termasuk tanaman obat yang punya banyak manfaat. Salah satu yang paling populer adalah kemampuannya membantu merangsang pertumbuhan rambut.

Selain itu, gel bening yang terdapat pada daging lidah buaya dipercaya ampuh meredakan berbagai masalah kulit, mulai dari luka bakar hingga herpes. Lidah buaya sendiri masuk dalam daftar 15 tanaman obat yang paling banyak dibudidayakan masyarakat.

Di Indonesia, Pontianak dikenal sebagai salah satu sentra produksi terbesar lidah buaya, bahkan memiliki varietas unggulan nasional yang sudah terdaftar, yaitu varietas Pontianak. Tidak hanya bermanfaat, lidah buaya juga memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan.

Tanaman ini kerap dijadikan bahan dasar berbagai produk, mulai dari kosmetik hingga makanan dan minuman. Menariknya lagi, lidah buaya tergolong mudah dibudidayakan. Bahkan, tanaman ini tetap bisa tumbuh dengan baik meski ditanam tanpa akar. Karena itu, siapa pun bisa mencoba menanamnya sendiri di rumah.

Langkah pertama dalam menanam lidah buaya tanpa akar adalah menyiapkan wadah dan media tanam yang tepat. Wadah yang umum digunakan adalah polybag, yang tersedia dalam berbagai ukuran.

Menyiapkan Wadah dan Media Tanam

Ukuran polybag sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan karena memengaruhi ruang tumbuh tanaman. Polybag kecil cocok untuk lahan terbatas, sedangkan ukuran besar lebih ideal jika tersedia ruang luas agar tanaman dapat berkembang optimal.

Setelah memilih wadah, langkah berikutnya adalah menyiapkan media tanam. Lidah buaya berbeda dari banyak tanaman lain karena lebih cocok ditanam di tanah yang kering dan gembur. Untuk menunjang pertumbuhan, tanah bisa dicampur dengan pupuk kandang agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi.

Jika media sudah siap, masukkan tanah ke dalam polybag hingga cukup penuh. Selain polybag, lidah buaya juga bisa ditanam dalam pot. Namun, pastikan memilih pot yang cukup lebar dan dalam agar akar dan tanaman memiliki ruang yang memadai untuk tumbuh dengan baik dan tidak mudah terhambat.

Proses Penanaman dan Penyiraman

Setelah media tanam siap, langkah berikutnya adalah proses penanaman. Pilih lidah buaya berukuran kecil atau anakan yang sehat, segar, dan bebas dari noda atau bintik hitam. Bibit yang baik akan lebih mudah tumbuh dan beradaptasi dengan lingkungan baru.

Setelah itu, tanam lidah buaya seperti biasa dengan menancapkannya ke dalam media di polybag atau pot. Pastikan posisi tanaman tidak terlalu dalam maupun terlalu dangkal. Jika terlalu dalam, tanaman bisa membusuk, sedangkan jika terlalu dangkal, tanaman mudah roboh.

Usai penanaman, lakukan penyiraman secukupnya. Lidah buaya tidak membutuhkan banyak air karena tidak menyukai kondisi terlalu lembap. Daunnya juga mampu menyimpan cadangan air, sehingga penyiraman tidak perlu sering dilakukan. Cukup jaga kelembapan tanah agar tidak terlalu basah.

Proses Perawatan dan Panen

Setelah penanaman dan penyiraman, tahap selanjutnya adalah perawatan agar lidah buaya tumbuh optimal. Perawatan utama meliputi pemupukan dan pengaturan pencahayaan. Tanaman ini bisa diberi pupuk NPK yang mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium, dengan takaran sekitar 2 gram per polybag setiap dua minggu sekali.

Selain itu, lidah buaya membutuhkan sinar matahari langsung, tapi tidak berlebihan. Paparan yang terlalu lama justru dapat menyebabkan daun berbintik atau berubah kecokelatan.

Jika dirawat dengan baik, lidah buaya dapat dipanen pada usia enam hingga tujuh bulan. Daunnya bisa dipetik dengan pisau secara hati-hati.

Menariknya, tanaman ini mudah dikembangbiakkan. Jika tunas baru sudah cukup besar, sekitar 10 cm, tunas dapat dipisahkan dan ditanam kembali di wadah lain agar terus menghasilkan tanaman baru.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |