Bandara Kuwait Terbakar Akibat Serangan Perang Iran vs Israel dan AS

9 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Drone menghantam tangki bahan bakar dan memicu kebakaran di Bandara Kuwait, sebut otoritas penerbangan sipil negara Teluk itu pada Rabu (25/3/2026) saat serangan perang Iran vs Israel dan AS berlanjut hampir empat minggu lamanya.

Menurut informasi awal, melansir The Straits Times, Rabu, Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil negara itu mengatakan dalam sebuah pernyataan online bahwa serangan itu hanya menyebabkan kerusakan "terbatas" dan tidak ada korban jiwa.

Petugas pemadam kebakaran sedang berupaya mengendalikan kobaran api, kata juru bicara badan tersebut, Abdullah Al-Rajhi. Sementara itu, Garda Nasional Kuwait mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukannya mencegat enam drone pada Rabu pagi.

Pihak militer menyebut, pertahanan udara "menanggapi serangan rudal dan drone musuh." Di tempat lain di Teluk, Arab Saudi mengatakan telah mencegat empat drone di bagian timur kerajaan.

Bandara Kuwait sebagian besar ditutup untuk penerbangan komersial dan telah beberapa kali diserang sejak perang regional dimulai pada 28 Februari 2026, ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran.

Pada 14 Maret 2026, otoritas penerbangan sipil mengatakan, serangan dengan "beberapa drone" menargetkan bandara dan "menghantam sistem radarnya." Beruntung, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Drone menghantam tangki bahan bakar di bandara pada 8 Maret 2026, dan serangan sebelumnya di terminal penumpang menyebabkan beberapa orang mengalami luka ringan dan menimbulkan sejumlah kerusakan.

Perpanjang Penangguhan Penerbangan

Maskapai penerbangan besar telah menangguhkan penerbangan ke Teluk, atau mengurangi jumlah penerbangan karena kekurangan bahan bakar yang terkait dengan perang. Salah satunya adalah Cathay Pacific yang memperpanjang penangguhan penerbangan ke dan dari Dubai dan Riyadh selama satu bulan hingga 31 Mei 2026.

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa pelanggan yang terdampak perubahan tersebut telah diberi tahu dan bahwa mereka "memantau situasi dengan cermat dan akan tetap tanggap."

Cathay menyatakan bahwa pelanggan yang ingin mengubah penerbangan mereka ke dan dari Timur Tengah tidak akan dikenakan biaya pemesanan ulang, pengalihan rute, atau pengembalian dana.

Pihaknya juga mengumumkan bahwa mereka akan mengoperasikan penerbangan tambahan antara Hong Kong dan Paris serta Zurich untuk "memenuhi lonjakan permintaan pasar ke Eropa."

Risiko Krisis Bahan Bakar

Maskapai ini juga menambahkan rute ke London, dan mengatakan telah mencatat "peningkatan" dalam permintaan dari wilayah lain karena para pelancong mencari alternatif rute yang sangat bergantung pada pusat transit di Timur Tengah.

Pun dengan Malaysia Airlines yang telah menangguhkan semua penerbangan ke Doha hingga 28 Maret 2026. Di tengah menipisnya pasokan bahan bakar pesawat dan kenaikan harga, Vietnam Airlines, maskapai penerbangan nasional Vietnam, memutuskan untuk menangguhkan beberapa rute domestik dan membatalkan 23 penerbangan per minggu.

Menurut Travel and Leisure Asia, mereka yang berencana melakukan perjalanan ke Asia Tenggara dalam waktu dekat kemungkinan akan menghadapi gangguan yang signifikan, karena sektor penerbangan Vietnam mengalami gangguan di tengah krisis Timur Tengah yang sedang berlangsung, yang telah menyebabkan kekurangan bahan bakar penerbangan A-1.

Penangguhan Rute Penerbangan

Menurut pernyataan di situs web resmi, Otoritas Penerbangan Sipil Vietnam mengumumkan bahwa Vietnam Airlines saat ini memprioritaskan rute-rute penting untuk konektivitas nasional, perdagangan, hubungan luar negeri, dan pariwisata domestik. Akibatnya, rute-rute yang kurang penting dikurangi.

Untuk menghemat bahan bakar, rute domestik berikut akan ditangguhkan:

  • Hai Phong ke Buon Ma Thuot
  • Hai Phong ke Cam Ranh
  • Hai Phong ke Phu Quoc
  • Hai Phong ke Can Tho
  • Ho Chi Minh City ke Van Don
  • Ho Chi Minh City ke Rach Gia
  • Ho Chi Minh City ke Dien Bien

Pernyataan tersebut mengakui bahwa penangguhan penerbangan akan memengaruhi periode pariwisata mendatang dan perjalanan domestik. Tapi, hal itu diperlukan untuk memastikan kelancaran operasi sektor penerbangan negara.

Wisatawan domestik dan internasional diperkirakan akan menemukan lebih sedikit pilihan penerbangan, bersamaan dengan perubahan jadwal dan potensi penundaan dalam beberapa minggu mendatang.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |