Antrean Panjang di Bandara Narita Jepang Gara-gara Sistem Bea Cukai Elektronik

9 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Antrean panjang penumpang pesawat terjadi di area kedatangan internasional di Bandara Narita Jepang yang dipicu sistem bea cukai elektronik. Sementara, mereka yang menyerahkan deklarasi bea cukai secara konvensional malah lebih cepat diproses.

Pemerintah Jepang sebelumnya memperkenalkan sistem bea cukai elektronik sebagai cara untuk mempersingkat waktu pemrosesan. Tapi, antrean malah bergerak lambat, terutama selama jam sibuk di sore hari. Hal itu memancing kemarahan dan kritik dari para penumpang.

"Kami menyadari keramaian tersebut dan berharap dapat berupaya meningkatkan efisiensi," kata seorang pejabat dari Biro Bea Cukai dan Tarif Kementerian Keuangan, dikutip dari Kyodo News, Senin (30/3/2026).

Insiden antrean panjang penumpang sempat mengular hingga lebih dari 200 meter di Terminal 2 Bandara Narita, Prefektur Chiba pada satu sore di akhir Februari 2026. Seorang petugas bandara pria yang mengenakan rompi hijau sibuk mengarahkan orang-orang ke ujung antrean, memberi tahu mereka bahwa proses tersebut kemungkinan akan memakan waktu lebih dari 20 menit.

Di bawah sistem elektronik, para pelancong yang memasuki Jepangmelewati pos pemeriksaan khusus dengan kode QR yang berisi detail bea cukai dan imigrasi yang telah didaftarkan sebelumnya di platform web Visit Japan milik Badan Digital. Sistem ini dipuji karena kenyamanan dan efisiensinya karena menggunakan perangkat lunak pengenalan wajah dan informasi pribadi yang terdaftar seperti nomor paspor dapat digunakan untuk perjalanan selanjutnya.

Sistem Elektronik Bea Cukai Berlaku di 6 Bandara di Jepang

Menurut biro bea cukai, sistem elektronik ini pertama kali diperkenalkan secara uji coba di bandara Narita pada April 2019 sebagai upaya untuk menyederhanakan dan mempercepat prosedur kedatangan di tengah meningkatnya kunjungan wisman. Sistem ini kemudian secara resmi diimplementasikan di Narita dan enam bandara utama lainnya, termasuk Bandara New Chitose di Hokkaido, Bandara Haneda di Tokyo, dan Bandara Fukuoka di barat daya Jepang.

Jumlah pengguna tahunan meningkat menjadi 16,23 juta pada tahun fiskal 2024, naik dari 4,70 juta pada tahun fiskal 2022. Namun, sekitar Januari tahun ini, media sosial dibanjiri dengan unggahan yang mengeluhkan betapa lambatnya antrean untuk deklarasi bea cukai elektronik dibandingkan dengan antrean bagi mereka yang menggunakan formulir kertas.

"Situasinya menjadi sangat ramai antara pukul 17.00 hingga 19.00 ketika penerbangan mendarat berturut-turut," kata seorang petugas bea cukai.

Dugaan Penyebab Antrean Panjang di Bea Cukai

Penumpukan antrean juga diperparah oleh fakta bahwa hanya ada 58 terminal elektronik dibandingkan dengan 74 loket yang dilayani petugas untuk deklarasi kertas. Biro bea cukai mengatakan pihaknya berharap dapat memperbaiki situasi dengan mengarahkan pengguna elektronik ke loket yang dilayani petugas selama jam sibuk, serta meningkatkan jumlah gerbang satu atap baru yang mengintegrasikan prosedur bea cukai dan imigrasi.

Masih sama-sama soal antrean panjang, seorang penumpang terpaksa menunggu hingga tiga jam hanya untuk melakukan check-in penerbangan mereka. 

"Ini gila," kata Chip B (66), seorang penumpang asal Texas yang pada Minggu, 21 Maret 2026, menghabiskan 45 menit untuk mengantre pra-check-in di Terminal B Bandara LaGuardia New York yang penuh sesak, dikutip dari NY Post, Senin, 23 Maret 2026. "Jika ingin tentang kekurangan personel TSA, ayolah, mari kita pekerjakan mereka."

Kekesalan juga dirasakan Chris, seorang warga Connecticut berusia 54 tahun. "Masalah utama saya adalah pekerjaan di TSA bukanlah pekerjaan yang bagus sejak awal," kata Chris saat mencoba naik pesawat ke Fort Lauderdale. "Mereka tidak dibayar sementara para politikus yang mengacaukan segalanya malah dibayar."

Petugas Keamanan Bandara Tak Digaji

Kekacauan di bandara telah melanda seluruh negeri, karena perselisihan di Capitol Hill menyebabkan para petugas keamanan bandara dari TSA bekerja tanpa bayaran. Banyak yang memilih tinggal di rumah atau mengundurkan diri sementara para pelancong yang sedang liburan musim semi bergegas pulang.

Seorang pekerja maskapai penerbangan juga terimbas hal itu Ia yang kelelahan melayani penumpang pesawat yang menumpuk menyatakan singkat, "Ini gila."

Agen TSA yang tetap bekerja tak mendapatkan gaji mereka minggu lalu. Penundaan ini merupakan buntut perseteruan antara Partai Republik dan Demokrat, yang ingin mengaitkan pendanaan untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri, yang mencakup TSA, dengan pengawasan yang lebih ketat terhadap agen-agen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE).

Kedua pihak saling menyalahkan – sementara penumpang pesawat memadati terminal bandara. "Saya belum pernah melihat hal seperti ini," kata Jared Everett, yang sedang berlibur di New York bersama istrinya, mengatakan kekacauan tersebut telah menunda penerbangannya pukul 16.30 ke Charlotte selama 40 menit.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |