Album Baru BTS dan Kebanggaan Suara Lonceng Suci Raja Seongdeok

23 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Album studio ke-5 BTSARIRANG, yang dirilis setelah 3 tahun 9 bulan, menampilkan suara Lonceng Suci Raja Seongdeok, yang juga dikenal sebagai Lonceng Emille─sebuah harta karun nasional Korea Selatan. Suara lonceng yang menggelegar dan resonansinya yang berkepanjangan mengisi 1 menit 38 detik dalam lagu ke-6, "No. 29."

Suara "doo-ung~" yang dalam dan beresonansi terdengar kentara, diikuti fenomena ketukan khas lonceng—fluktuasi intensitas suara yang menciptakan efek panjang dan berlarut-larut, seolah-olah akan memudar tapi terus berlanjut.

Diketahui bahwa Chairman HYBE, Bang Si Hyuk, yang tergerak oleh suara lonceng setelah dibimbing Direktur You Hong June dari Museum Nasional Korea, mengusulkan ide tersebut, yang kemudian berujung pada kolaborasi ini.

You menyatakan pada The Chosun Daily, dilansir Selasa, 24 Maret 2026, "Oktober lalu, saya mengajak Chairman Bang ke ruang pameran sensorik lantai tiga di ruang pameran permanen. Saya menyebutkan bahwa suara Lonceng Suci Raja Seongdeok berwibawa, namun jernih."

"Fenomena dentumannya bertahan lama, sehingga akan beresonansi dengan seorang musisi. Beliau mendengarkan dengan saksama," imbuhnya. Lonceng Suci Raja Seongdeok, yang tingginya 3,66 meter dan beratnya 18,9 ton, adalah lonceng terbesar di Korea dan mahakarya ilmu pengetahuan dan seni Unified Silla.

Bentuk lonceng tersebut memancarkan martabat dan keanggunan tidak tertandingi, dengan 1.037 karakter terukir di badannya. Tidak sekadar pelengkap visual, namun mengungkap detail tentang periode pembuatan, tujuan, dan signifikansinya.

Suara Lonceng Kuil

“Suara lonceng kuil Korea adalah dunia yang sama sekali tidak dikenal oleh orang Barat. Menurut prasasti, lonceng ini dibuat pada tahun 771 untuk menghormati kebajikan Raja Seongdeok," beber You.

"Suara lonceng adalah suara kebenaran yang asli; sama seperti transkripsi kata-kata Buddha menjadi sutra dan pembentukan citranya menjadi patung, suara lonceng mewujudkan suara Buddha. Ketika saya menjelaskan makna-makna ini secara detail pada Chairman Bang saat itu, suara lonceng dimasukkan ke dalam album baru."

Ia mengungkap, "Saya berharap orang-orang di seluruh dunia dapat mendengarkan 'suara milenium' yang mendalam ini bersama-sama dan membersihkan kekacauan batin mereka." You juga sempat berbagi kesannya menonton konser comeback BTS, Sabtu, 21 Maret 2026.

Konser Comeback BTS

You menyaksikan pertunjukan itu dari atap Museum Sejarah Nasional Korea, mengatakan, "Itu sangat mengharukan dan menggembirakan di luar imajinasi." Pertunjukan dibuka dengan tayangan drone yang menyapu Gunung Bukhansan, Aula Geunjeongjeon Istana Gyeongbokgung, Gerbang Heungnyemun, dan Gwanghwamun.

Gwanghwamun, gerbang utama Istana Gyeongbokgung—istana utama Dinasti Joseon—dibingkai seperti lukisan dalam struktur panggung persegi panjang dan disiarkan langsung selama satu jam ke 190 negara di seluruh dunia.

You, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Administrasi Warisan Budaya, dan sekarang jadi Kepala Layanan Warisan Korea, yang mengelola Gwanghwamun, menyatakan, "BTS mewarnai Gwanghwamun dengan warna-warna cerah dan BLACKPINK menghiasi Museum Nasional Korea dengan warna merah muda."

Disisipkan dalam Lagu Pembuka

"Ini menandakan perpaduan harmonis antara tradisi dan modernitas kita, dan budaya Korea yang menjadi pusat perhatian di platform global." You menambahkan, "Ini mendebarkan, membanggakan, dan menggembirakan."

Pada pertunjukan tersebut, "Arirang," sebuah lagu rakyat Korea yang ditampilkan dalam lagu pembuka "Body to Body," bergema di seluruh Gwanghwamun Square. You berkomentar, "Saya mendengar 'Arirang' bukan sebagai melodi masa lalu, tapi sebagai lagu yang merayakan masa depan."

Ia menambahkan, “Sungguh mengesankan bahwa melodinya hidup dan bukan melankolis." Sebuah tampilan media yang menggambarkan garis-garis seperti lukisan tinta yang mengalir di sepanjang dinding luar Gwanghwamun juga terungkap dengan fantastis.

Ia mencatat, "Segmen ini membuat saya merasa bahwa kita adalah keturunan Paik Nam June, bapak seni video."

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |