AIA Vitality Women’s 10K 2026, Komunitas Olahraga Jadi Kunci Dorong Perempuan Lebih Aktif

12 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Komunitas olahraga dinilai memegang peran penting dalam mendorong perempuan agar lebih aktif dan percaya diri untuk mulai berlari. Dengan semangat itu, AIA Vitality Women's 10K kembali hadir dengan target 4.000 peserta. 

Ajang lari khusus perempuan ini membawa misi menciptakan ruang olahraga yang aman, inklusif, dan nyaman bagi perempuan dari berbagai latar belakang. AIA Vitality Women's 10K disebut bukan hanya soal berlari, tapi juga tentang membangun ekosistem olahraga yang suportif.

Dalam beberapa tahun terakhir, tren lari di Indonesia memang meningkat. Namun, banyak perempuan masih ragu untuk memulai tanpa dukungan komunitas.

Co-Founder Women's 10K, Laila Munaf, menegaskan pentingnya peran komunitas dalam menciptakan rasa aman tersebut saat jumpa pers di Jakarta, Selasa, 7 April 2026. Menurutnya, ajang ini diharapkan bisa menjadi ruang yang mendorong perempuan berani melangkah.

Dengan konsep inklusif, tersedia kategori 5K dan 10K yang dapat diikuti pemula hingga pelari profesional. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kampanye gaya hidup sehat AIA Indonesia, yang menyoroti kesejahteraan fisik, mental, dan sosial perempuan.

Melalui pendekatan berbasis komunitas, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas partisipasi perempuan dalam olahraga, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan dukungan sosial. Komunitas olahraga terbukti membantu perempuan mengatasi rasa takut dan keraguan saat ingin memulai aktivitas fisik seperti lari.

Banyak perempuan yang merasa terintimidasi dengan lingkungan olahraga yang kompetitif, sehingga membutuhkan ruang yang lebih ramah dan suportif.

Komunitas Membantu Perempuan Mengatasi Rasa Takut dan Ragu

Co-founder SANA Studio, Laila Munaf, menjelaskan bahwa Women's 10K dirancang sebagai langkah awal bagi perempuan untuk mulai berlari tanpa tekanan. Menurutnya, rasa aman menjadi kunci agar perempuan berani mencoba.

"Kami ingin menghadirkan titik awal yang tidak mengintimidasi, sehingga perempuan bisa memulai dengan nyaman," ujarnya di kesempatan yang sama.

Pendekatan ini pun menunjukkan hasil positif. Jumlah peserta yang sebelumnya sekitar 3.000 orang ditargetkan meningkat menjadi 4.000 pada 2026. Hal ini menandakan semakin banyak perempuan tertarik untuk ikut, terutama ketika tersedia komunitas yang suportif.

Lebih dari itu, kehadiran komunitas juga menghadirkan rasa kebersamaan yang membuat olahraga terasa lebih menyenangkan. Bagi banyak perempuan, berlari bukan hanya soal kompetisi, namun juga kesempatan untuk membangun relasi dan saling mendukung.

Lingkungan Non-Intimidatif Tingkatkan Partisipasi Perempuan

Lingkungan olahraga yang tidak mengintimidasi menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan partisipasi perempuan. Pasalnya, banyak ajang lari yang masih terasa terlalu kompetitif, sehingga membuat pemula ragu dan kurang percaya diri untuk ikut serta.

Muse Women's 10K, Vanessa Budihardja-Barus, mengaku pernah merasakan hal serupa saat mengikuti ajang lari umum. Namun, ia menemukan pengalaman berbeda di Women’s 10K. "Di sini saya merasa lebih nyaman karena tidak ada tekanan. Saya bisa berlari bersama perempuan lain tanpa merasa dihakimi," ujarnya.

Konsep inklusif ini menjadikan Women's 10K sebagai ruang yang lebih ramah bagi semua kalangan, baik pemula maupun pelari berpengalaman. Lingkungan yang nyaman juga mendorong konsistensi, karena saat seseorang merasa diterima, keinginan untuk terus aktif pun akan tumbuh.

Program Latihan dan Kolaborasi Perkuat Ekosistem Komunitas

Untuk memperkuat peran komunitas, AIA Vitality Women’s 10K menghadirkan program latihan rutin bagi perempuan, mulai dari lari, strength training, hingga mobility training. Head of Corporate Communications and Sustainability AIA Indonesia, Lia Merdekawaty, menyebut program ini bertujuan membangun kebiasaan hidup sehat berkelanjutan.

Kolaborasi dengan pelatih profesional juga dilakukan untuk mengedukasi teknik lari yang benar. "Kami ingin perempuan tidak hanya ikut lomba, tapi juga memahami pentingnya latihan dan kesehatan secara menyeluruh," ujarnya.

Selain komunitas, dukungan keluarga dan teman turut memengaruhi konsistensi. Dipha Barus menekankan pentingnya dukungan terdekat, sementara Vanessa mengingatkan pentingnya variasi olahraga agar terhindar dari kejenuhan. Dengan dukungan yang tepat, perempuan diharapkan lebih percaya diri dan konsisten menjalani gaya hidup sehat.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |