Adu Gaya Bintang di Karpet Merah Oscar 2026, Nicole Kidman versus Demi Moore

9 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Karpet merah Oscar 2026 resmi digelar pada Minggu malam, 15 Maret 2026, waktu Amerika, atau Senin pagi (16/3/2026) waktu Indonesia. Para bintang beradu gaya terbaik mereka di ajang penghargaan bagi insan perfilman dunia yang dipersembahkan oleh The Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS). 

Dua di antaranya adalah Nicole Kidman dan Demi Moore. Keduanya adalah bintang veteran dengan berbagai film hits, bahkan sudah pernah memenangkan piala Oscar.

Untuk acara malam itu, Nicole Kidman melangkah ke karpet merah di Dolby Theatre di Los Angeles, California, dengan gaun merah muda pucat yang anggun rancangan Chanel. Gaun tanpa tali itu menampilkan bagian atas pas badan berhias payet hitam dan abu-abu yang rumit.

InStyle menyebut gaun peplum yang dikenakan bintang film Big Little Lies itu sebagai satu tren mode yang paling kontroversial. Namun, gaun itu diberi sentuhan baru dengan bulu-bulu.

Melengkapi penampilannya, aktris Australia berusia 58 tahun itu menata rambut pirang kemerahannya yang panjang dengan gaya beach wave dan belahan tengah. Dia mempercantik penampilannya dengan riasan wajah yang bercahaya dan merona untuk menyesuaikan dengan warna merah muda pucat pada gaunnya.

Tak kalah memesona, Demi Moore berpose di karpet merah Oscar 2026 dengan gaun Gucci yang mewah. Bintang Landman ini menarik perhatian dengan kreasi berkilauan yang menampilkan bulu dari ujung kepala hingga ujung kaki. Ia melengkapi warna hijau gaunnya dengan sepasang anting-anting zamrud yang menakjubkan, melengkapi perhiasannya dengan gelang berlapis.

Sama-sama Bertugas Jadi Presenter di Oscar 2026

Mengutip InStyle, untuk acara itu, bintang film Ghost itu menata rambut hitam panjangnya yang ikonik hingga pinggang dengan belahan tengah yang rapi. Ia mempercantik penampilannya dengan riasan mata gradasi, perona pipi warna coral, dan bibir merah muda yang berkilau.

Malam ini, Moore termasuk di antara para presenter bergengsi yang bertabur bintang. Ia dijadwalkan bertugas bersama dengan Nicole Kidman, Channing Tatum, Pedro Pascal, Adrien Brody, Kieran Culkin, Mikey Madison, Zoe Saldaña, Javier Bardem, Anne Hathaway, Gwyneth Paltrow, dan Priyanka Chopra Jonas.

Namun, para penggemar akan ingat tahun lalu, ia hadir sebagai nomine Aktris Terbaik untuk perannya dalam film The Substance (meskipun akhirnya kalah dari Mikey Madison untuk film Anora). Sementara, Kidman terakhir kali menghadiri Academy Awards pada 2023, ketika ia berjalan di karpet merah bersama suaminya saat itu, Keith Urban.

Prediksi Pemenang Piala Oscar 2026

Ajang Oscar 2026 akan menjadi ajang pembuktian bagi film One Battle After Another karya sineas Paul Thomas Anderson. Mengutip kanal Shosbiz Liputan6.com, film itu  tampaknya akan jadi Film Terbaik Oscar tahun ini. Jessie Buckley yang tampil meyakinkan dalam Hamnet karya Chloe Zhao pun bakal menang dalam pertarungan kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik.

Dari empat kategori akting, hanya Pemeran Utama Wanita Terbaik yang telah menemukan 'titik terang'. Yang full drama adalah kategori Pemeran Pendukung Wanita Terbaik dan Pemeran Utama Pria Terbaik. Andai Timothée Chalamet tak tersandung pernyataan kontroversial menyangkut para seniman balet dan opera, langkah Marty Supreme untuk mengamankan minimal satu Piala Oscar tahun ini akan terasa lebih mudah.

Pemeran Pendukung Wanita Terbaik juga terbilang ruwet setelah Actor Awards (dulu dikenal dengan SAG Awards) memilih Amy Madigan yang tampil menawan dalam horor Weapons karya Zach Cregger. Ini terjadi persis setelah Golden Globe dan BAFTA Awards mengabaikannya. 

Menakar Peluang Paul Thomas Anderson Sebagai Sutradara Terbaik

Sebelumnya di ajang penghargaan film tertua di Inggris, BAFTA memihak pada Wunmi Mosaku dalam Sinners. Golden Globe Awards jatuh hati pada penampilan Teyana Taylor di One Battle After Another. Sedangkan, Amy Madigan sudah mengantongi piala Critics Choice Awards 2026. 

Menurut analisis tim Showbiz Liputan6.com, dalam 20 tahun terakhir, ajang Oscar lebih menghargai status multitalenta selain cenderung menyukai kualitas tinggi dan nama baru. Film yang skenario dan penyutradaraannya ditangani orang yang sama cenderung mendapat tempat di hati voters. 

One Battle After Another yang menempatkan Paul Thomas Anderson sebagai produser, penulis naskah, dan sutradara memenuhi kriteria ini. Ia disanjung kritikus setinggi langit dan telah mendapat pengakuan Critics’ Choice, Golden Globe, BAFTA, juga Producers Guild Awards. Sejauh ini, Anderson sudah 14 kali dinominasikan sejak 1998 lewat Boogie Nights namun selalu dibiarkan pulang dengan tangan kosong.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |