7 Trik Menyimpan Kubis agar Tidak Menghitam dan Awet Berhari-Hari, Mudah Dipraktikkan

1 month ago 73

Liputan6.com, Jakarta Kubis adalah sayuran yang umum digunakan dalam berbagai jenis masakan, mulai dari tumisan hingga sup. Banyak orang memilih membeli kubis dalam jumlah cukup banyak karena harganya terjangkau dan dapat diolah untuk berbagai menu. Namun, kubis yang disimpan tanpa cara yang tepat dapat mengalami perubahan warna dan kehilangan teksturnya.

Jika penyimpanan kubis dilakukan sembarangan, sayuran ini bisa cepat menghitam, layu, hingga akhirnya busuk. Faktor-faktor seperti suhu yang tidak sesuai, kelembapan berlebih, dan paparan udara dapat mempercepat proses pembusukan. Hal ini tentu dapat menyebabkan pemborosan bahan makanan, terutama jika kubis dibeli untuk stok beberapa hari.

Oleh karena itu, penting untuk memahami trik penyimpanan yang benar agar kubis tetap segar dalam waktu lama. Artikel ini membahas 7 cara sederhana yang bisa diterapkan di rumah tanpa peralatan khusus. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat menjaga kualitas kubis sekaligus menghemat pengeluaran. Berikut selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Kamis (20/11).

1. Memilih Kubis dengan Kondisi Awal yang Baik

Memilih kubis yang berkualitas merupakan langkah awal yang menentukan daya simpan sayuran ini. Kubis yang masih segar biasanya memiliki tekstur padat, tidak lembek, dan tidak terdapat bercak hitam pada permukaannya. Jika sejak awal kubis sudah dalam kondisi kurang baik, penyimpanan apa pun tidak akan banyak membantu.

Selain tekstur, warna kubis juga menjadi indikator penting. Kubis hijau yang segar memiliki warna hijau cerah yang merata, sedangkan kubis merah cenderung berwarna ungu pekat hingga merah tua. Warna yang kusam dapat menandakan bahwa kubis sudah disimpan terlalu lama atau mulai mengalami penurunan kualitas.

Penting juga untuk memperhatikan daun terluar kubis. Daun yang terlalu kering, robek, atau berlubang bisa menunjukkan adanya kerusakan internal. Dengan memilih kubis terbaik sejak awal, Anda dapat memaksimalkan masa simpan dan menjaga kualitasnya lebih lama.

2. Tidak Mencuci Kubis Sebelum Disimpan

Banyak orang beranggapan bahwa sayuran harus dicuci sebelum disimpan, padahal untuk kubis justru sebaliknya. Kandungan air yang menempel setelah dicuci dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan jamur. Hal ini membuat kubis lebih cepat lembek dan menghitam.

Sebagai gantinya, cukup bersihkan bagian luar kubis menggunakan kain atau tisu kering. Cara ini efektif menghilangkan debu atau kotoran tanpa menambah kelembapan. Kelembapan adalah musuh utama dalam proses penyimpanan kubis jangka panjang.

Baru setelah kubis akan diolah, Anda bisa mencucinya dengan air mengalir. Mencuci sebelum digunakan memastikan kebersihan tanpa mengorbankan ketahanan penyimpanan. Metode ini juga membantu menjaga tekstur renyah kubis saat dimasak.

3. Membungkus Kubis dengan Plastik Pembungkus

Membungkus kubis dengan plastik pembungkus merupakan salah satu cara paling efektif untuk menjaga kesegarannya. Plastik pembungkus dapat mengurangi paparan udara yang menyebabkan penguapan air dari daun kubis. Kondisi kedap udara ini membuat kubis tetap segar lebih lama.

Jika ingin hasil yang lebih optimal, gunakan dua lapis plastik pembungkus untuk memastikan tidak ada celah udara. Lapisan ganda mampu memberikan perlindungan tambahan dan menjaga kelembapan internal kubis tetap stabil. Hal ini sangat membantu terutama untuk penyimpanan jangka panjang.

Dengan metode ini, kubis bahkan dapat bertahan hingga dua bulan di kulkas. Penguapan yang minim serta perlindungan dari bakteri membuat kualitas kubis terjaga. Langkah sederhana ini sangat efektif bagi yang membeli kubis dalam jumlah besar.

4. Menyimpan Kubis di Kulkas pada Suhu yang Tepat

Suhu adalah faktor penting dalam penyimpanan kubis di dalam kulkas. Kubis paling ideal disimpan pada suhu 0 hingga 2 derajat Celsius. Suhu rendah membantu memperlambat pertumbuhan bakteri dan menghambat proses pembusukan alami.

Selain suhu, wadah penyimpanan juga perlu diperhatikan. Kubis dapat disimpan dalam kantong plastik berlubang kecil atau wadah kedap udara untuk menjaga kelembapannya. Pastikan kubis tidak ditempatkan di freezer karena dapat merusak tekstur dan membuatnya lembek saat dicairkan.

Tempatkan kubis pada rak bawah kulkas, yang biasanya memiliki suhu paling stabil. Dengan cara ini, kubis dapat bertahan hingga satu minggu dalam kondisi tetap segar. Teknik penyimpanan sederhana ini efektif menjaga kualitas kubis untuk penggunaan harian.

5. Menyimpan Kubis yang Sudah Dipotong

Kubis yang sudah dipotong memerlukan perlakuan khusus agar tetap segar. Paparan udara pada bagian potongan mempercepat oksidasi sehingga kubis lebih cepat menghitam. Karena itu, setiap potongan kubis perlu dibungkus rapat menggunakan plastik pembungkus.

Selain membungkus, letakkan potongan kubis di rak bawah kulkas untuk menjaga kestabilan suhu. Penyimpanan yang tepat memungkinkan Anda menggunakan potongan kubis sesuai kebutuhan tanpa merusak bagian lainnya. Ini sangat praktis jika Anda sering memasak dalam porsi kecil.

Sebelum menyimpan, pastikan untuk membuang daun yang sudah layu atau rusak. Daun yang tidak baik dapat mempengaruhi kesegaran bagian lainnya. Dengan cara ini, potongan kubis tetap segar dan layak konsumsi lebih lama.

6. Penyimpanan Kubis Tanpa Kulkas

Untuk yang tidak memiliki kulkas, kubis tetap dapat disimpan dengan cara yang benar. Letakkan kubis pada tempat yang kering dan memiliki sirkulasi udara baik. Hindari wadah atau ruang penyimpanan lembap karena dapat mempercepat pembusukan.

Jangan membungkus kubis dengan plastik saat menyimpannya di suhu ruang. Plastik dapat memicu timbunan kelembapan yang menyebabkan daun kubis cepat lembek dan rusak. Penyimpanan terbuka justru lebih disarankan dalam kondisi tanpa kulkas.

Beberapa ahli bahkan menyarankan untuk tidak menyimpan kubis di kulkas jika ingin mempertahankan tekstur kerasnya. Selama tempat penyimpanan kering dan teduh, kubis dapat bertahan cukup lama. Metode ini cocok bagi yang membeli kubis dalam jumlah kecil untuk penggunaan harian.

7. Menghindari Paparan Gas Etilen

Gas etilen merupakan gas alami yang dapat mempercepat pematangan dan pembusukan sayuran. Beberapa buah seperti apel, pisang, dan alpukat menghasilkan gas etilen dalam jumlah cukup tinggi. Menyimpan kubis berdekatan dengan buah-buahan tersebut dapat memperpendek masa simpannya.

Untuk mencegah hal ini, simpan kubis pada tempat terpisah, baik di dalam kulkas maupun suhu ruang. Jarak penyimpanan sangat berpengaruh karena gas etilen dapat menyebar dengan mudah melalui udara. Dengan memisahkan kubis dari sumber etilen, kesegarannya dapat terjaga lebih lama.

Selain pemisahan, pastikan area penyimpanan memiliki sirkulasi udara yang baik. Ventilasi yang cukup membantu mengurangi konsentrasi gas etilen di sekitar kubis. Langkah sederhana ini sangat efektif terutama jika Anda menyimpan berbagai jenis buah dan sayuran sekaligus.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Kenapa kubis cepat menghitam?

Karena oksidasi dan kelembapan berlebih akibat penyimpanan yang kurang tepat.

2. Bagaimana cara menyimpan kubis agar tahan lama di kulkas?

Bungkus dengan plastik wrap rapat, simpan di rak bawah kulkas pada suhu 0–2°C.

3. Apakah kubis boleh dicuci sebelum disimpan?

Tidak. Air membuat kubis cepat busuk, jadi cukup dibersihkan kering.

4. Berapa lama kubis bisa bertahan di kulkas?

Sekitar 1–2 bulan jika dibungkus rapat, atau 1 minggu tanpa bungkus.

5. Kenapa kubis harus dijauhkan dari buah tertentu?

Buah seperti apel dan pisang menghasilkan gas etilen yang mempercepat pembusukan kubis.   

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |