Liputan6.com, Jakarta - Kue Nagasari adalah salah satu jajanan tradisional Indonesia yang populer, dikenal dengan teksturnya yang kenyal, rasa manis gurih, dan aroma wangi dari daun pisang serta pandan. Kehadiran isian pisang di dalamnya menambah kenikmatan khas yang sulit ditolak. Jajanan klasik ini sering dijumpai di pasar tradisional dan menjadi favorit banyak kalangan.
Bagi Anda yang ingin mencoba membuatnya sendiri di rumah, kini tidak perlu khawatir kesulitan mencari takaran yang pas. Metode takaran gelas sangat membantu, terutama bagi pemula, untuk mendapatkan hasil yang konsisten.
Lantas bagaimana saja cara membuat kue nagasari takaran gelas dengan hasil kenyal dan wangi? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (8/4), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Nagasari Jadul Takaran 1:1:1/5
Resep nagasari jadul ini merupakan metode klasik yang telah diwariskan secara turun-temurun, dikenal karena kesederhanaan takarannya yang mudah diingat: 1:1:1/5 untuk tepung beras, santan, dan gula. Metode ini sangat cocok bagi pemula yang baru pertama kali mencoba membuat kue tradisional. Dengan takaran gelas yang proporsional, Anda bisa menghasilkan kue nagasari yang matang merata dan bertekstur lembut.
Kunci keberhasilan resep ini terletak pada pemilihan pisang yang matang sempurna, seperti pisang raja atau kepok, yang akan memberikan rasa manis alami dan aroma yang kuat pada kue. Proses pengadukan adonan hingga tidak ada gumpalan dan pemasakan awal hingga mengental juga krusial untuk memastikan tekstur kenyal yang diinginkan. Pembungkusan menggunakan daun pisang tidak hanya menambah aroma khas, tetapi juga menjaga kelembaban kue saat dikukus.
Setelah dikukus, penting untuk membiarkan nagasari dingin terlebih dahulu sebelum disajikan. Proses pendinginan ini akan membuat tekstur kue menjadi lebih padat dan kenyal, sehingga lebih nikmat saat disantap. Resep ini membuktikan bahwa membuat nagasari yang lezat tidak selalu harus rumit, cukup dengan mengikuti langkah-langkah dasar yang tepat.
Bahan:
- 1 sisir pisang raja/kepok yang sudah matang
- 5 gelas santan kental
- 5 gelas tepung beras
- 1 gelas gula pasir
- 1 sendok teh garam
- Daun pisang secukupnya
Cara Membuat:
- Siapkan Pisang: Kupas pisang raja atau kepok yang sudah matang, lalu iris menyerong dengan ketebalan sekitar 1 cm. Sisihkan.
- Campurkan Bahan Kering: Dalam wadah besar, campurkan tepung beras, gula pasir, dan garam.
- Tambahkan Santan: Tuangkan santan kental secara bertahap ke dalam campuran tepung sambil terus diaduk hingga adonan tercampur rata dan tidak ada gumpalan. Pastikan adonan memiliki konsistensi yang tepat, tidak terlalu cair atau terlalu kental, untuk menghasilkan kue yang matang merata dan tekstur lembut.
- Masak Adonan: Masak adonan di atas api kecil sambil terus diaduk hingga mengental dan meletup-letup. Proses ini penting untuk memastikan adonan matang sebagian sebelum dikukus.
- Pembungkusan: Ambil selembar daun pisang, olesi sedikit minyak agar tidak lengket. Letakkan sekitar satu sendok makan adonan di atas daun pisang, pipihkan sedikit, lalu letakkan sepotong pisang di tengahnya. Tutup kembali dengan sedikit adonan.
- Bungkus Rapi: Lipat daun pisang membentuk bungkusan rapi. Lakukan hingga semua adonan habis.
- Kukus: Panaskan kukusan. Kukus nagasari selama kurang lebih 15-20 menit hingga matang sempurna.
- Pendinginan: Setelah matang, angkat nagasari dari kukusan. Dinginkan terlebih dahulu sebelum disajikan agar teksturnya lebih kenyal.
2. Nagasari Loyang dengan Tepung Kanji
Bagi Anda yang menginginkan tekstur nagasari yang lebih kenyal dan proses pembuatan yang lebih efisien, resep nagasari loyang dengan tambahan tepung kanji atau tapioka bisa menjadi pilihan. Penggunaan tepung tapioka akan memberikan kekenyalan ekstra pada kue, sementara metode loyang menghilangkan kebutuhan untuk membungkus satu per satu dengan daun pisang, menghemat waktu dan tenaga.
Kunci dari resep ini adalah perbandingan yang tepat antara tepung beras dan tepung tapioka, serta proses pemasakan adonan hingga mengental dan licin sebelum dikukus. Penataan irisan pisang di antara dua lapisan adonan memastikan setiap gigitan nagasari loyang memiliki kombinasi rasa yang seimbang. Penggunaan daun pisang sebagai alas loyang juga penting untuk memberikan aroma khas dan mencegah kue lengket.
Setelah dikukus, biarkan nagasari loyang dingin sepenuhnya sebelum dipotong. Proses pendinginan ini akan membuat kue lebih mudah dipotong dengan rapi dan teksturnya lebih stabil. Nagasari loyang ini cocok disajikan untuk acara keluarga atau sebagai camilan sore yang praktis.
Bahan:
- 2 gelas tepung beras
- 1 gelas tepung kanji (tapioka)
- 1 gelas gula pasir
- 3½ gelas santan
- ½ sendok teh garam
- Pisang secukupnya, iris
- Daun pandan (opsional, untuk aroma)
- Daun pisang (untuk alas loyang dan aroma)
Cara Membuat:
- Siapkan Loyang: Siapkan loyang, alasi dengan daun pisang yang sudah diolesi sedikit minyak.
- Campurkan Bahan Kering: Campurkan tepung beras, tepung kanji, gula pasir, dan garam dalam wadah.
- Larutkan Santan: Tuangkan santan secara bertahap sambil diaduk hingga semua bahan tercampur rata dan tidak menggumpal.
- Masak Adonan: Masak adonan di atas api sedang sambil terus diaduk hingga mengental dan licin.
- Tuang Adonan Pertama: Tuang setengah bagian adonan ke dalam loyang yang sudah disiapkan. Ratakan.
- Tata Pisang: Tata irisan pisang di atas adonan pertama.
- Tuang Adonan Kedua: Tuang sisa adonan di atas pisang, ratakan kembali.
- Kukus: Panaskan kukusan. Kukus nagasari loyang selama sekitar 30-45 menit hingga matang.
- Pendinginan: Setelah matang, angkat loyang dan biarkan dingin sepenuhnya sebelum dipotong dan disajikan.
3. Nagasari Lembut Anti Gagal dengan Takaran Gelas Belimbing
Resep nagasari ini dirancang khusus untuk menghasilkan tekstur yang lembut dan dijamin anti gagal, bahkan untuk pemula. Menggunakan takaran gelas belimbing yang umum di rumah tangga, resep ini mempermudah proses pengukuran bahan tanpa perlu timbangan. Konsistensi santan kekentalan sedang menjadi faktor penting untuk mencapai kelembutan yang diinginkan.
Penambahan daun pandan pada adonan tidak hanya memberikan aroma wangi yang alami, tetapi juga memperkaya cita rasa kue nagasari. Proses memasak adonan di atas api kecil sambil terus diaduk hingga mengental dan meletup-letup adalah tahapan krusial untuk memastikan adonan matang sempurna dan tidak menggumpal saat dikukus. Ini juga membantu menciptakan tekstur yang licin dan lembut.
Setelah pembungkusan rapi dengan daun pisang, proses pengukusan yang tepat akan menyempurnakan nagasari. Biarkan kue nagasari dingin sepenuhnya sebelum dinikmati. Tekstur lembut yang dihasilkan dari resep ini akan membuat setiap gigitan terasa lumer di mulut, menjadikannya camilan favorit keluarga.
Bahan:
- 1 gelas belimbing munjung tepung beras
- 2 gelas penuh santan kekentalan sedang
- 4 sendok makan gula pasir
- ¼ sendok teh garam
- Daun pandan secukupnya
- Pisang secukupnya
- Daun pisang secukupnya
Cara Membuat:
- Campurkan Bahan: Campurkan tepung beras, gula pasir, dan garam dalam wadah.
- Tambahkan Santan dan Pandan: Masukkan santan kekentalan sedang dan daun pandan ke dalam campuran tepung. Aduk rata hingga tidak ada gumpalan.
- Masak Adonan: Masak adonan di atas api kecil sambil terus diaduk hingga mengental dan meletup-letup.
- Pembungkusan: Ambil selembar daun pisang, letakkan adonan, beri potongan pisang, lalu tutup lagi dengan adonan.
- Bungkus Rapi: Lipat daun pisang dengan rapi.
- Kukus: Kukus nagasari selama sekitar 15-20 menit hingga matang.
- Dinginkan: Biarkan nagasari dingin sebelum dinikmati untuk tekstur yang optimal.
4. Nagasari dengan Tambahan Tepung Tapioka untuk Kekenyalan Maksimal
Untuk para penggemar nagasari dengan tekstur yang sangat kenyal, resep ini adalah jawabannya. Penambahan tepung tapioka dalam jumlah yang optimal menjadi kunci utama untuk mencapai kekenyalan maksimal yang memuaskan. Kombinasi tepung beras dan tapioka menciptakan harmoni tekstur yang unik dan lezat.
Selain perbandingan tepung yang tepat, penambahan minyak goreng ke dalam adonan juga berperan penting. Minyak goreng membantu adonan menjadi lebih licin dan kalis setelah dimasak, serta mencegah kue lengket saat dibungkus dan dikukus. Proses memasak adonan hingga mengental dan kalis di atas api kecil harus dilakukan dengan sabar sambil terus diaduk agar hasilnya sempurna.
Penggunaan tusuk gigi untuk mengunci bungkusan daun pisang adalah trik kecil yang sangat membantu menjaga bentuk nagasari tetap rapi selama proses pengukusan. Setelah matang, biarkan nagasari dingin sepenuhnya. Kue nagasari ini akan menawarkan pengalaman rasa yang otentik dengan kekenyalan yang tak tertandingi.
Bahan:
- 2 gelas tepung beras (sekitar 200 gram)
- 4 sendok makan tepung tapioka
- ½ gelas gula pasir (sekitar 100 gram)
- 3 gelas santan ukuran sedang (sekitar 600 ml)
- ½ sendok makan garam
- 2 sendok makan minyak goreng (untuk adonan)
- 3 buah pisang matang
- Daun pisang secukupnya
- Tusuk gigi (untuk mengunci bungkusan)
Cara Membuat:
- Siapkan Pisang: Iris pisang matang sesuai selera.
- Campurkan Bahan Kering: Campurkan tepung beras, tepung tapioka, gula pasir, dan garam dalam wadah.
- Larutkan Santan: Tuangkan santan secara bertahap sambil diaduk hingga adonan licin dan tidak menggumpal. Tambahkan minyak goreng ke dalam adonan.
- Masak Adonan: Masak adonan di atas api kecil sambil terus diaduk hingga mengental dan kalis.
- Pembungkusan: Ambil selembar daun pisang, letakkan adonan, beri potongan pisang, lalu tutup lagi dengan adonan.
- Bungkus dan Kunci: Lipat daun pisang dengan rapi dan kunci menggunakan tusuk gigi.
- Kukus: Panaskan kukusan. Kukus nagasari selama sekitar 15-20 menit hingga matang.
- Dinginkan: Biarkan nagasari dingin sebelum disajikan.
5. Nagasari Pandan
Nagasari pandan adalah variasi yang memanjakan mata dan hidung dengan warna hijau alami serta aroma wangi pandan yang khas. Penambahan pasta pandan tidak hanya mempercantik tampilan kue, tetapi juga memberikan dimensi rasa dan aroma yang lebih kompleks. Resep ini juga mengandalkan kombinasi tepung beras dan tapioka untuk mencapai tekstur kenyal yang sempurna.
Proses pencampuran bahan kering dengan santan harus dilakukan secara bertahap untuk memastikan adonan licin dan bebas gumpalan. Daun pandan yang dimasak bersama adonan akan mengeluarkan aroma alaminya, membuat kue semakin harum. Penggunaan pisang kepok sebagai isian sangat direkomendasikan karena rasanya yang manis dan teksturnya yang padat cocok berpadu dengan adonan pandan.
Setelah adonan matang dan mengental, pembungkusan dengan daun pisang dan pengukusan hingga matang akan menyempurnakan nagasari pandan ini. Biarkan kue dingin sebelum disajikan agar teksturnya lebih set dan rasanya lebih optimal. Nagasari pandan ini cocok sebagai hidangan penutup atau camilan istimewa.
Bahan:
- 200 gram tepung beras
- 50 gram tepung tapioka
- 250 gram gula pasir
- 1 lembar daun pandan
- ¼ sendok teh vanili
- ½ sendok teh garam
- 900 ml santan
- Pasta pandan secukupnya
- Pisang kepok secukupnya
- Daun pisang secukupnya
Cara Membuat:
- Campurkan Bahan Kering: Campurkan tepung beras, tepung tapioka, gula pasir, vanili, dan garam dalam wadah.
- Larutkan Santan: Tuangkan santan secara bertahap sambil diaduk hingga adonan licin dan tidak menggumpal. Tambahkan pasta pandan secukupnya untuk warna dan aroma.
- Masak Adonan: Masak adonan di atas api kecil bersama daun pandan sambil terus diaduk hingga mengental dan kalis.
- Pembungkusan: Ambil selembar daun pisang, letakkan adonan, beri potongan pisang kepok, lalu tutup lagi dengan adonan.
- Bungkus Rapi: Lipat daun pisang dengan rapi.
- Kukus: Panaskan kukusan. Kukus nagasari selama sekitar 15-20 menit hingga matang.
- Dinginkan: Biarkan nagasari dingin sebelum disajikan.
6. Nagasari Mutiara
Nagasari mutiara menawarkan sentuhan inovatif pada jajanan tradisional ini, dengan penambahan sagu mutiara yang memberikan tekstur unik dan tampilan yang menarik. Resep ini memadukan kekenyalan tepung beras dan tapioka dengan sensasi kenyal-kenyil dari sagu mutiara, menciptakan pengalaman rasa yang berbeda namun tetap lezat.
Kunci keberhasilan nagasari mutiara terletak pada perebusan sagu mutiara hingga matang dan bening sebelum dicampurkan ke dalam adonan. Ini memastikan sagu mutiara matang sempurna dan tidak akan mengeras saat dikukus bersama adonan. Pencampuran sagu mutiara ke dalam adonan dasar yang sudah dimasak hingga mengental juga penting untuk distribusi yang merata.
Meskipun pisang bersifat opsional dalam resep ini, penambahannya akan memperkaya rasa dan memberikan keotentikan nagasari. Pembungkusan dengan daun pisang dan pengukusan yang tepat akan menghasilkan nagasari mutiara yang kenyal, lembut, dan anti gagal. Sajikan dalam keadaan dingin untuk tekstur yang paling optimal dan nikmati inovasi nagasari ini.
Bahan:
- 100 gram sagu mutiara
- 100 gram tepung beras
- 2 sendok makan tepung tapioka
- 6 sendok makan gula pasir
- ¼ sendok teh garam
- 100 ml santan
- Daun pandan secukupnya
- Pisang (opsional, jika ingin ada isian)
Cara Membuat:
- Rebus Sagu Mutiara: Rebus sagu mutiara hingga matang dan bening, tiriskan.
- Campurkan Bahan Kering: Dalam wadah, campurkan tepung beras, tepung tapioka, gula pasir, dan garam.
- Tambahkan Santan dan Pandan: Tuangkan santan dan masukkan daun pandan ke dalam campuran tepung. Aduk rata hingga tidak ada gumpalan.
- Masak Adonan: Masak adonan di atas api kecil sambil terus diaduk hingga mengental.
- Masukkan Sagu Mutiara: Masukkan sagu mutiara yang sudah direbus ke dalam adonan, aduk rata.
- Pembungkusan: Ambil selembar daun pisang, letakkan adonan nagasari mutiara. Jika ingin, bisa ditambahkan potongan pisang di tengahnya.
- Bungkus Rapi: Lipat daun pisang dengan rapi.
- Kukus: Panaskan kukusan. Kukus nagasari mutiara selama sekitar 15-20 menit hingga matang.
- Dinginkan: Biarkan nagasari dingin sebelum disajikan untuk mendapatkan tekstur kenyal yang optimal.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apa itu kue Nagasari?
Jawaban: Kue Nagasari adalah jajanan tradisional Indonesia yang terbuat dari tepung beras, santan, gula, dan isian pisang, dikenal dengan teksturnya yang kenyal dan aroma wangi dari daun pisang.
2. Mengapa kue Nagasari harus didinginkan setelah dikukus?
Jawaban: Pendinginan setelah dikukus penting agar tekstur kue Nagasari menjadi lebih padat, stabil, dan kenyal saat disajikan.
3. Bisakah saya membuat Nagasari tanpa membungkusnya satu per satu?
Jawaban: Ya, Anda bisa membuat Nagasari loyang dengan mengukus adonan dalam loyang yang dialasi daun pisang, yang lebih praktis daripada membungkus satu per satu.
4. Bahan apa yang membuat Nagasari lebih kenyal?
Jawaban: Penambahan tepung tapioka atau tepung kanji pada adonan Nagasari adalah kunci untuk mendapatkan tekstur yang lebih kenyal.
5. Apakah ada variasi Nagasari dengan tampilan dan rasa berbeda?
Jawaban: Ya, ada variasi Nagasari pandan untuk warna dan aroma, serta Nagasari mutiara dengan tambahan sagu mutiara untuk tekstur unik.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549583/original/021751200_1775623753-490a4eba-1458-41e4-99b5-d6f32f11fd0d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522349/original/073378600_1772758040-unnamed__72_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5014986/original/052967400_1732120705-IMG-20241120-0013.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549623/original/035792300_1775625212-f3e9d0c0-6b33-4e1c-95a4-5d49cdd91111.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3965508/original/044151800_1647486769-alyson-mcphee-yWG-ndhxvqY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517181/original/036741500_1772418668-Gemini_Generated_Image_xggvw8xggvw8xggv.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4114871/original/036714700_1659777619-P01_LB_GARAVANI_FALL22_PROMENADE_COLLECTION.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5180474/original/097244200_1743763898-WhatsApp_Image_2025-04-04_at_17.12.03.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549176/original/024179900_1775600955-anna_wintour.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2806774/original/052762500_1557974780-20190516-Tarif-Batas-Atas-Tiket-Pesawat-Turun-FANANI-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548446/original/034055200_1775540840-unnamed_-_2026-04-07T124544.885.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2084245/original/004887400_1523683642-20180414-Perang-Air-di-Festival-Songkran_-Thailand-AFP-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549186/original/091177700_1775605341-WhatsApp_Image_2026-04-08_at_05.13.26.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5549079/original/070004300_1775563777-IMG-20260407-WA0108.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5391722/original/050843500_1761366305-Stasiun_Kiaracondong_Depan_wiki.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1620895/original/002244000_1497242301-image018.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5537377/original/069696300_1774421852-unnamed__58_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2844375/original/042110500_1562220874-056971000_1530762842-20180704-Kembang-Api-Terangi-Langit-Amerika-pada-Hari-Kemerdekaan-AP-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4580904/original/043066600_1695113849-photo__2_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3227420/original/074506300_1599119114-20200903-Kuala-Lumpur-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161764/original/086600400_1741847570-1741841423969_salah-satu-faktor-eksternal-penyebab-pelanggaran-ham-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432085/original/094521500_1764755867-Vidio_Guideline_2025_NON-SPORTS_IGF_-_Horizontal_-_arya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441754/original/040472300_1765517078-One_Piece_-_The_Davy_Back_Fight_Arc_-_Main_KV_-_Poster_KV_Master_Landscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447615/original/067533700_1765959670-cgr_bdy.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124986/original/034186300_1738911365-Depositphotos_747789088_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3513012/original/025088600_1626429232-kevin_hackert.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454684/original/003885500_1766567888-Ilustrasi_perayaan_tahun_baru_2026_di_Jakarta.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5444308/original/050763000_1765775522-Screenshot__1255_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3533246/original/091243000_1628240946-Jule1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458201/original/031493700_1767074270-zhang_zhehan1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5439070/original/061485400_1765347758-ATK_UEL_2025_MATCH_JADWAL__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447967/original/063026100_1765971919-Screenshot_2025-12-17_180423.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451328/original/014531400_1766285850-florian-wehde--y3sidWvDxg-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5438132/original/053417700_1765272847-ATK_BOLA_LALIGA_MW_16.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5438643/original/079066700_1765334694-IMG_1550.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4435592/original/039268900_1684722031-Aktivis_perubahan_iklim_mengubah_Air_Mancur_Trevi_Italia_menjadi_hitam-AFP__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1677282/original/072536700_1502557224-Monas1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5452675/original/049859600_1766421336-tata_juliastrid.jpg)