2 Wisatawan Asing Bakal Didakwa karena Mencuri Produk Kosmetik Seharga Rp 5,8 Juta di Bandara Changi

2 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Dua wisatawan asing akan didakwa di pengadilan atas dugaan keterlibatan mereka dalam kasus pencurian di toko di Bandara Changi, Singapura, bulan lalu.

Kedua tersangka, seorang pria Selandia Baru berusia 63 tahun dan seorang wanita Australia berusia 52 tahun, diduga mencuri dua barang kosmetik senilai total 437,60 dolar Singapura (sekitar Rp 5,8 juta) dari sebuah toko ritel di area transit Terminal 2 Bandara Changi, lapor AsiaOne, seperti dikutip Selasa, 7 April 2026.

Polisi menerima laporan pencurian tersebut sekitar pukul 13.50 pada 26 Maret 2026 setelah seorang asisten toko memperhatikan bahwa dua barang kosmetik tersebut hilang dari rak pajangan sekitar pukul 12.35.

Melalui penyelidikan lapangan dan penggunaan gambar CCTV, petugas berhasil menetapkan identitas kedua warga negara asing tersebut. Rekaman CCTV menunjukkan bahwa pria tersebut diduga mengambil sebotol parfum senilai 239,60 dolar Sinagpura sekitar pukul 12.20, setelah itu keduanya meninggalkan toko tanpa melakukan pembayaran.

Kedua tersangka kemudian kembali ke toko sekitar dua menit kemudian, di mana pria tersebut diduga mengambil sebuah wadah krim senilai 198 dolar Singapura. Pasangan itu kemudian pergi tanpa melakukan pembayaran.

Petugas dari divisi kepolisian bandara kemudian menangkap keduanya di kamar hotel mereka dan menemukan kembali barang-barang curian tersebut. Mereka juga menyita dua botol parfum tambahan yang diduga diperoleh secara ilegal.

Pelanggaran tersebut dapat dikenai hukuman penjara hingga tujuh tahun, denda, atau keduanya. Mereka juga akan didakwa dengan satu tuduhan kepemilikan barang secara curang, yang dapat dikenai hukuman penjara hingga satu tahun, denda hingga 3.000 dolar Singapura, atau keduanya.

Bekas Bom Perang Dunia II

Sementara itu, Bandara Changi sempat jadi headline minggu lalu karena penemuan bekas bom peninggalan Perang Dunia II di sepanjang Jalan Pesisir Tanah Merah. Bekas bom tersebut telah dimusnahkan pada Kamis pagi, 2 April 2026.

Changi Airport Group (CAG) mengonfirmasi bahwa operasi pengangkatannya "berhasil diselesaikan pagi ini" dan tidak berdampak pada operasional bandara. Menurut CNA, melansir AsiaOne, Kamis, CAG menambahkan bahwa infrastruktur dan sistem bandara di sekitar lokasi kejadian telah diperiksa, dan tidak ditemukan masalah apa pun.

Dalam siaran pers sebelumnya pada Rabu malam, 1 April 2026, polisi mengatakan, peninggalan perang yang digali pada Selasa pukul 4.55 pagi itu adalah bom udara seberat 250 kg, yang dianggap tidak aman untuk dipindahkan.

Bom Terberat yang Ditemukan

Berdasarkan berat bom tersebut, kemungkinan besar itu adalah bom pantul Tipe 3—yang biasanya digunakan untuk menyerang target maritim seperti kapal atau kapal militer. Konon, ini juga merupakan yang terberat yang ditemukan di Singapura dalam beberapa waktu terakhir.

Sekitar pukul 23.40 pada Rabu, enam mobil patroli cepat polisi terlihat memasuki lokasi kerja melalui kantor izin masuk Changi East. Pengembangan Changi East merujuk pada area seluas 1.080 hektare, yang mencakup rencana perluasan Bandara Changi, termasuk Terminal 5 di masa mendatang. 

Setidaknya 10 pekerja migran, yang kembali dari tempat kerja lain ke asrama di Changi East, diberitahu petugas keamanan bahwa mereka dapat masuk sekitar pukul 5 pagi. Sebagian besar dari mereka memilih beristirahat di sepanjang jalan setapak atau di belakang truk.

Bukan Kali Pertama

Otoritas Penerbangan Sipil Singapura mengonfirmasi bahwa Landasan Pacu 2 ditutup selama proses pengangkatan bom tersebut. Pihak berwenang mengatakan, penerbangan terjadwal tetap beroperasi dari Landasan Pacu 1 selama periode pengangkatan bekas bom. 

"Karena jalur penerbangan tidak melintasi lokasi pembuangan, tidak ada pembatasan wilayah udara yang diberlakukan,” tambah CAAS. "Tidak ada dampak terhadap operasi penerbangan."

"Suara keras mungkin akan terdengar selama proses peledakan peninggalan perang yang terkendali," kata polisi sebelumnya. "Masyarakat diimbau untuk tidak panik dan menghindari area tersebut."

Bukan kali pertama, bom seberat 100 kg yang ditemukan di lokasi pembangunan kondominium di Upper Bukit Timah Road pada September 2023 memicu evakuasi terbesar yang melibatkan peninggalan Perang Dunia II. Kemudian pada Maret 2019, sebuah bom seberat 50 kg ditemukan di sekitar lokasi bekas klub malam populer Zouk di Jalan Jiak Kim.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |