Mengapa Ethiopia Layak Dipertimbangkan untuk Dikunjungi Wisatawan Muslim Indonesia?

20 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Anda mencari destinasi wisata tak biasa untuk dikunjungi tahun ini atau masa mendatang? Ethiopia bisa jadi jawabannya. Negara yang terletak di wilayah Tanduk Afrika itu memiliki banyak hal yang layak untuk dieksplorasi wisatawan muslim dari Indonesia.

Salah satu yang direkomendasikan adalah Harar, satu kota yang masuk daftar Warisan Dunia UNESCO. Dikutip dari laman resmi UNESCO, kota yang terletak di bagian timur negara itu berada di dataran tinggi dengan jurang yang dalam yang dikelilingi gurun dan sabana.

Keunikannya adalah tembok yang mengelilingi kota suci umat Muslim, dibangun antara abad ke-13 dan ke-16. Harar Jugol kono merupakan kota tersuci keempat dalam Islam, memiliki 82 masjid, tiga di antaranya berasal dari abad ke-10, dan 102 tempat suci dengan rumah-rumah yang didesain sebagai bukti warisa budaya Harar.

"Harar itu satu kota di mana sekeliling kotanya dibangun semacam benteng. Pada zaman dulu, untuk mempertahankan kota tersebut dari serangan musuh. Itu termasuk (paket wisata) paling murah, karena tidak perlu dicapai dengan pesawat domestik," kata Prasetyo Adhi G, Chief Executive Officer HabasyGo dalam keterangan tertulis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, Jumat, 6 Februari 2026.

Destinasi lainnya yang tak kalah menarik untuk kaum muslim adalah Negash atau Al-Nejashi. Itu bisa dicapai dengan pesawat domestik dari ibu kota negara Ethiopia, Addis Ababa. Itulah kota penduduk muslim pertama di Afrika. 

"Di situ adalah pertama kali Nabi Muhammad bersama para sahabat, ketika perang dengan Kaum Quraish, itu dilindungi oleh negara Negash, di mana negara itu dipimpin oleh seorang raja yang beragama Nasrani. Di situlah keunikan, keberagaman... Saya lihat sendiri di sana umat Muslim mendapatkan tempat amat sangat bagus, amat sangat dihormati di sana," Prasetyo menambahkan.

City Tour di Addis Ababa

Di luar itu, Chief of Commercial and Product Officer HabasyGo Achdian Indra P merekomendasikan sejumlah destinasi wisata kota di Addis Ababa, terutama untuk wisatawan yang memiliki waktu liburan terbatas. Tempat pertama yang direkomendasikan adalah National Museum of Ethiopia, tempat tersimpannya fosil manusia purba 'Lucy' yang berusia 3,2 juta tahun. Museum ini bukan sekadar ruang pamer, melainkan jendela sejarah yang memperlihatkan peradaban Ethiopia sejak masa prasejarah hingga kerajaan modern.

Berikutnya adalah Zoma Museum yang sering disebut sebagai 'mini Afrika'. Konsepnya menggabungkan seni kontemporer, arsitektur tradisional, dan lingkungan hidup khas Afrika. Di sini, pengunjung tidak hanya menikmati museum sebagai ruang pamer, tapi juga ruang seni, taman botani, sekolah, amphitheater, dan pusat anak-anak.

Tak ketinggalan dengan Mercato Market, pasar terbesar di Afrika. Di sini, pengunjung bisa menikmati aroma kopi Ethipia yang khas, bahkan bisa mencicipi specialty coffee seperti Yirgacheffe, Sidamo, dan Harrar. Di pasar itu juga banyak dijual rempah-rempah, tekstil, dan kerajinan tangan.

Tempat Transit Alternatif bagi Jemaah Umrah

Selain berwisata, Ethiopia juga dinilai layak sebagai tempat transit jemaah umrah dari Indonesia. Alasan utamanya, kata Prasetyo, tak jauh dari jejak sejarah umat muslim di negara Afrika itu.

"Kami sebelumnya mempelajari daerah-daerah yang bisa dijadikan tempat transit. Ternyata di Ethiopia itu ada Al Nejashi... Itu alasan kami jadikan Ethiopia tempat transit untuk jemaah umrah. Sampai saat ini, memiliki nilai sejarah yang lebih dari tempat yang lain," katanya.

Selain itu, sudah tersedia penerbangan langsung dari Jakarta ke Addis Ababa, dan sebaliknya, menggunakan maskapai Ethiopian Airlines. Dalam seminggu, dijadwlakan empat kali pemberangkatan untuk rute tersebut. Jemaah umrah kemudian melanjutkan penerbangan dari kota tersebut ke Jeddah ataupun ke Madinah.

"Addis Ababa ke Jeddah itu satu hari ada dua kali, pagi dan malam, kemudian Addis Ababa ke Madinah ada setiap hari sekali. Kami coba combine itu semuanya," kata Prasetyo.

Perlukah Wisatawan Indonesia Bikin Visa?

Durasi transit di Addis Ababa sekitar 12 jam. Pihaknya menyiapkan paket city tour singkat untuk rombongan jemaah umrah agar tak bosan, sekaligus memberi pengalaman perjalanan berbeda, terutama yang sudah familiar dengan rute transit populer, seperti Dubai atau Doha.

"Kami mengadakan city tour hanya ke beberapa tempat saja, seperti ke museum kemudian Unity Park. Unity Park ini adalah Taman Mini-nya Afrika. Ketiga tempat suvenir. Seperti biasa, orang kita pasti ingin suvenir. Setelah itu kembali ke airport untuk berangkat ke Arab Saudi, baik ke Jeddah ataupun Madinah," urai Achdian.

Untuk berkunjung ke Ethopia, WNI dapat memperoleh visa on arrival atau e-visa sebelum berangkat dengan masa tinggal biasanya hingga 90 hari untuk tujuan wisata. HabasyGo juga menawarkan paket wisata ke Ethopia tanpa melalui perjalanan umroh, dengan tur idealnya selama 2 minggu, mencakup ekplorsi budaya, alam dan religi.

"Anak-anak muda sekarang kan pengen hidden gem lah, pengen jauh dari mainstream, inilah saatnya. Mereka akan lihat Afrika dengan dunia berbeda, bukan lagi kayak di video musik tahun 80an. Sudah berbeda sekali. di sana dingin, 2.100 mdpl. Kami pun kaget, walau kering tapi nyaman," imbuh Achdian.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |