Kematian Mendadak Model Catwalk Spanyol di Usia 21 Tahun, Ditemukan Tak Bernyawa di Rumahnya

17 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Model catwalk asal Spanyol, Cristina Perez Galcenco, meninggal dunia pada usia 21 tahun. Media lokal melaporkan bahwa putri mantan pemain sepak bola profesional Spanyol, Nacho Perez, dan Tatiana Galcenco itu ditemukan meninggal di rumahnya di Provinsi Malaga, pada Selasa, 3 Februari 2026.

Pérez Galcenco pindah ke Caleta de Vélez di Málaga untuk mengikuti kursus, lapor ABC. Kematiannya kemungkinan besar disebabkan oleh sebab alami, dan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tempat kejadian, lapor El Mundo, mengutip sumber yang dekat dengan keluarga.

Mengutip People, Senin (9/2/2026), dalam beberapa tahun terakhir, Pérez Galcenco telah berjalan di catwalk di Madrid, Milan, Paris, London, dan Tiongkok, menurut El Mundo. Ia memulai karier modelingnya di usia 14 tahun dengan tampil di Campoamor Fashion Show, yang diadakan setiap tahun di Teater Campoamor di kota Oviedo, menurut ABC.

Para penyelenggara peragaan busana tersebut memberikan penghormatan kepada mendiang model tersebut di media sosial, dengan membagikan foto dan video di Instagram, bersama dengan emoji merpati putih. Selama bertahun-tahun, Pérez Galcenco juga berjalan di Mercedes-Benz Fashion Week Madrid, serta menjadi model di Paris dan Milan Fashion Week, menurut media Asturias, La Nueva España.

Jenazah Pérez Galcenco disemayamkan mulai Jumat, 6 Februari 2026, pukul 17.00 waktu setempat di rumah duka Puente Nora di Lugones, Asturias, menurut publikasi tersebut. Pemakamannya berlangsung di gereja paroki di kota yang sama pada Sabtu, 7 Februari 2026.

Penghormatan untuk Mendiang

Penata rambut Spanyol terkenal, Manuel Mon, termasuk di antara mereka yang memberikan penghormatan kepada Pérez Galcenco di Instagram.

"Di luar bakatnya di depan kamera dan di atas panggung peragaan busana, kita akan mengingat kebaikannya, profesionalismenya, dan cara otentiknya dalam menghidupkan setiap karya," tulisnya dalam bahasa Spanyol.

"Kehadirannya tidak hanya membawa keindahan pada karya tersebut, tetapi juga kemanusiaan, rasa hormat, dan energi yang sangat istimewa yang akan selalu terukir dalam ingatan kita." 

Terlepas dari akhir kisah hidup Perez Galcenco, sejumlah model masih menyimpan memori traumatis dari relasi mereka dengan Jeffrey Epstein. Salah satunya model asal Belanda, Sylvia Geersen, yang namanya muncul dalam Epstein Files. Wanita asal Rotterdam ini mengatakan pada Telegraaf bahwa Jeffrey Epstein secara teratur menghubunginya hampir 20 tahun lalu.

Ia menyebut, Epstein secara teratur "melanggar batasan," memintanya memperkenalkan teman-teman modelnya, lapor NL Times, Rabu, 4 Februari 2026. Menurut Geersen, kontaknya dengan Epstein awalnya baik-baik saja, tapi kemudian semakin tegang.

Aksi Menjijikkan Jeffrey Epstein

Pada suatu waktu, ia berada di apartemen Epstein di New York, dan Epstein masturbasi di depannya. "Dia tidak menyentuh saya saat itu, tapi dia melakukan hal-hal tepat di depan saya yang membuat saya terkejut," katanya. "Saya berusia 21 tahun dan benar-benar kewalahan oleh apa yang saya alami."

"Saya tidak pernah berani berbicara pada siapa pun tentang apa yang terjadi selama periode itu. Itu traumatis," ia menambahkan. Geersen, yang kini berusia 40 tahun, masih muda dan sendirian di New York saat itu, dan Epstein menawarkan dukungan padanya.

"Dia baik, membantu saya dalam dunia modeling, memberi saya nasihat, dan mengatur operasi pengecilan payudara dengan ahli bedah terbaik di New York, karena itu akan lebih baik bagi saya sebagai model Victoria's Secret. Begitulah cara dia memanipulasi saya," ujarnya.

"Itu semua terjadi sebelum insiden itu (masturbasi). Itu mengejutkan saya, dan saya mencoba untuk semakin menjaga jarak," imbuhnya. Epstein mulai menuntut berbagai hal darinya, termasuk agar dia mengenalkannya pada teman-teman modelnya.

Tekanan Epstein pada Model-model Muda

Epstein mengeluh bahwa dia telah banyak membantu Geersen, dan Geersen menolak "bekerja sama." "Dia menjadi sangat pengecut dan bertanya mengapa saya tidak mengatur (mengenalkan) gadis-gadis dari Belanda," sebut Geersen pada Telegraaf.

"Tentu saja, saya tidak pernah melakukannya. Saya tidak tahu apa-apa selain dia sedang mencari gadis-gadis untuk agensi modelnya," lanjutnya. Geersen menyebutnya sangat menyedihkan karena harus menghadapi hal ini lagi bertahun-tahun kemudian.

"Ini benar-benar traumatis bagi saya. Begitu banyak hal terjadi dalam hidup saya saat ini," katanya. "Minggu lalu semuanya tampak begitu indah, tapi sekarang hidup saya benar-benar terbalik."

Sebelumnya pada Senin, 2 Februari 2026, model Belanda lainnya, Yfke Sturm, juga muncul dalam Epstein Files. Namanya muncul puluhan kali dalam dokumen pelaku pelecehan seksual anak yang telah dihukum tersebut.

Keduanya memiliki kontak intensif antara 2012 dan 2016. Sturm kemudian menanggapi, menyebut kontaknya dengan Epstein sebagai "kesalahan penilaian yang serius" jika dilihat dari sudut pandang masa lalu.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |