Liputan6.com, Jakarta - Ikan air tawar seringkali menjadi pilihan favorit banyak orang karena rasanya yang gurih dan teksturnya yang lembut. Namun, tak jarang kenikmatan ini terganggu oleh bau tanah atau bau lumpur yang melekat pada daging ikan. Bau tak sedap ini dapat mengurangi selera makan dan membuat hidangan kurang maksimal.
Bau tanah pada ikan air tawar disebabkan oleh senyawa geosmin dan 2-methylisoborneol (MIB). Senyawa ini merupakan hasil metabolisme mikroorganisme seperti bakteri Actinomyces, alga hijau, fungi, dan bakteri Streptomyces tendae yang hidup di habitat ikan. Ikan menyerap senyawa ini melalui insang, yang kemudian menyebar ke daging, kulit, perut, dan usus.
Meskipun bau tanah tidak berbahaya bagi kesehatan, kehadirannya sangat tidak diinginkan dalam masakan. Untungnya, ada berbagai metode yang bisa diterapkan untuk mengatasi masalah ini. Berikut selengkapnya:
Pemberokan: Langkah Awal Mengurangi Bau Tanah
Pemberokan merupakan metode penampungan ikan sementara dalam air tawar yang mengalir selama 3 hingga 5 hari. Selama proses ini, penting untuk tidak memberi pakan ikan agar sistem pencernaannya bersih dan mengurangi sumber bau.
Apabila wadah pemberokan terbuat dari tanah, pastikan ikan tidak bersentuhan langsung dengan dasar dan dinding wadah untuk mencegah penyerapan senyawa penyebab bau. Hal ini krusial untuk efektivitas proses pemberokan.
Arus air yang mengalir selama pemberokan meningkatkan kadar oksigen dan membantu membuang sisa metabolisme ikan. Kondisi ini secara signifikan berkontribusi pada pengurangan atau penghilangan bau lumpur pada daging ikan.
Pembersihan Ikan yang Tepat dan Menyeluruh
Langkah pertama yang sangat penting adalah membersihkan ikan secara menyeluruh. Buang sisik, insang, dan seluruh jeroan ikan, karena bagian jeroan merupakan salah satu sumber utama bau lumpur.
Setelah jeroan dibuang, cuci ikan di bawah air mengalir dan gosok perlahan untuk menghilangkan lendir yang menempel. Lendir juga dapat menjadi tempat berkumpulnya bakteri penyebab bau.
Untuk beberapa jenis ikan seperti ikan mas, tendon putih di sisi-sisi ikan juga perlu dibuang karena bagian ini diketahui dapat menghasilkan bau amis yang kuat. Pembersihan detail ini akan sangat membantu.
Manfaat Garam untuk Menetralkan Bau Tanah
Garam terbukti efektif sebagai salah satu 7 Cara Menghilangkan Bau Tanah pada Ikan air tawar. Setelah ikan dibersihkan dan jeroannya dibuang, lumuri seluruh permukaan ikan dengan garam hingga merata.
Diamkan ikan yang sudah dilumuri garam selama sekitar 5 menit hingga satu jam agar garam dapat mengikat senyawa penyebab bau. Rasio yang disarankan adalah 1 sendok teh garam untuk setiap 1 kg ikan.
Setelah proses perendaman, bilas ikan dengan air mengalir hingga benar-benar bersih. Garam tidak hanya menghilangkan bau, tetapi juga dapat memberi rasa pada ikan.
Jeruk Nipis atau Lemon untuk Menghilangkan Bau Tanah
Jeruk nipis atau lemon sangat membantu menghilangkan bau lumpur dan amis pada ikan air tawar berkat kandungan asamnya. Asam pada jeruk nipis membantu menetralkan senyawa geosmin dan MIB.
Untuk menggunakannya, peras air jeruk nipis atau lemon dan campurkan dengan sedikit air serta garam dalam wadah. Masukkan ikan yang sudah dibersihkan ke dalam larutan tersebut.
Diamkan ikan selama 5 hingga 30 menit dalam larutan asam ini, kemudian cuci ikan hingga bersih dengan air mengalir. Metode ini sangat populer dan efektif.
Cuka sebagai Agen Antibakteri dan Pengikat Bau
Cuka dapat menjadi salah satu solusi ampuh dalam 7 Cara Menghilangkan Bau Tanah pada Ikan karena sifat antibakterinya dan kemampuannya mengikat bau. Cuka dapat mengurangi sekitar 50% bau amis pada ikan.
Campurkan 1 sendok makan cuka dengan air secukupnya, lalu tuangkan larutan cuka ke seluruh permukaan ikan. Alternatifnya, rendam ikan yang sudah dibersihkan selama 10 hingga 30 menit.
Setelah direndam, cuci ikan menggunakan air mengalir hingga bersih untuk menghilangkan sisa cuka. Sifat asam pada cuka membantu menetralkan senyawa geosmin dan MIB.
Susu atau Buttermilk untuk Rasa Gurih Bebas Bau Tanah
Susu murni atau susu mentega (buttermilk) dapat secara efektif membantu menghilangkan bau lumpur pada ikan air tawar. Susu mengandung kasein yang dapat mengikat trimetilamin oksida, zat kimia penyebab bau pada ikan.
Bersihkan ikan, buang isi perut dan sisiknya, lalu rendam dalam susu murni atau susu mentega. Diamkan selama kurang lebih 30 menit hingga 1 jam.
Selain menghilangkan bau, perendaman dalam susu juga dapat menambah rasa gurih pada ikan, menjadikannya lebih nikmat saat dikonsumsi. Jika menggunakan buttermilk, letakkan dalam lemari pendingin.
Bumbu dan Rempah Aromatik: Sentuhan Akhir Penghilang Bau Tanah
Penggunaan bumbu dan rempah-rempah aromatik tidak hanya menambah cita rasa pada masakan, tetapi juga Cara Menghilangkan Bau Tanah pada Ikan yang efektif. Bumbu ini membantu menetralkan dan menutupi bau tak sedap.
Lumuri ikan dengan bumbu halus seperti bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, ketumbar, serai, atau daun salam. Rempah-rempah ini memiliki sifat antibakteri dan aroma kuat.
Diamkan ikan yang sudah dilumuri bumbu selama 15-30 menit sebelum dimasak. Jahe, misalnya, dikenal memiliki manfaat untuk menghilangkan bau amis dan menciptakan rasa enak.
5 Pertanyaan dan Jawaban
1. Kenapa ikan air tawar berbau tanah?
Ikan air tawar berbau tanah karena menyerap senyawa geosmin dan 2-methylisoborneol (MIB) dari lingkungan hidupnya. Senyawa ini dihasilkan oleh mikroorganisme seperti alga dan bakteri yang hidup di lumpur atau air keruh. Bau tersebut masuk ke tubuh ikan melalui insang dan menyebar ke dagingnya.
2. Apakah bau tanah pada ikan berbahaya untuk dikonsumsi?
Bau tanah pada ikan tidak berbahaya bagi kesehatan dan aman untuk dikonsumsi. Namun, bau tersebut dapat mengurangi cita rasa dan kenikmatan saat dimakan. Oleh karena itu, diperlukan proses pembersihan dan pengolahan yang tepat agar ikan tetap lezat dan tidak berbau.
3. Cara paling cepat menghilangkan bau tanah pada ikan apa?
Cara paling cepat menghilangkan bau tanah pada ikan adalah dengan merendamnya menggunakan jeruk nipis, lemon, atau cuka. Kandungan asam pada bahan-bahan tersebut mampu menetralkan senyawa penyebab bau dalam waktu singkat, biasanya cukup 10–30 menit sebelum ikan dimasak.
4. Apakah garam saja cukup untuk menghilangkan bau tanah ikan?
Garam cukup efektif untuk mengurangi bau tanah pada ikan, terutama jika digunakan setelah ikan dibersihkan secara menyeluruh. Garam membantu mengikat senyawa penyebab bau dan lendir pada ikan. Namun, untuk hasil maksimal, garam sebaiknya dikombinasikan dengan bahan asam atau rempah-rempah.
5. Apakah ikan harus direndam sebelum dimasak agar tidak bau?
Ya, merendam ikan sebelum dimasak sangat dianjurkan untuk menghilangkan bau tanah dan amis. Perendaman dapat dilakukan menggunakan garam, jeruk nipis, cuka, atau susu. Selain mengurangi bau, proses ini juga membantu meningkatkan rasa dan tekstur ikan saat diolah.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496575/original/038598300_1770551509-Launching_Lunar_2026_Wilsen_Willim_Pendopo__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496982/original/035941900_1770612065-gambar__19_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496840/original/053966700_1770606305-gambar__14_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4855601/original/066542300_1717677697-000_34UG9G6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423347/original/048327400_1764059465-Kue_Lidah_Kucing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496710/original/079669900_1770595759-063_2260473479.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497420/original/050385700_1770628328-Gemini_Generated_Image_w59okpw59okpw59o.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497500/original/076610700_1770632550-_kopijoslikman.._angkringankopijos__kopijos__kopijolikman__angkringankopijoslikman__angkringanjo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495625/original/058386400_1770381803-WhatsApp_Image_2026-02-06_at_16.31.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496870/original/021785700_1770607879-gambar__15_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383223/original/067829900_1760659785-tahu_telur_bumbu_bali.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497239/original/011489700_1770621789-063_2260608226.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496896/original/057677100_1770609023-unnamed__17_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496757/original/003258200_1770602392-cristina.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496984/original/028504400_1770612073-Laksa_Tanpa_Perlu_ke_Singapura_Ini_Versi_Praktis_yang_Lagi_Dicari_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4568525/original/097824200_1694168543-WhatsApp_Image_2023-09-08_at_17.06.34.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496770/original/046895000_1770602911-pekey_kacang_hijau.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496309/original/080706800_1770526301-WhatsApp_Image_2026-02-06_at_15.46.28.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496726/original/024545900_1770597704-turis_indonesia_kecelakaan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496707/original/060028500_1770593485-abdul_mateen.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390488/original/063405100_1761278709-Premier_League_2025-26_ATK_BOLA__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/949101/original/010743900_1438935429-js3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378660/original/056383000_1760269796-WhatsApp_Image_2025-10-12_at_09.28.26.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387021/original/037655400_1761029122-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371305/original/003419200_1759646163-Pertaruhan_The_Series_3_-_Poster.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5389601/original/073125400_1761204287-Stasiun_Madiun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3558580/original/014125500_1630551817-29cccc00ef6aae3e8e27a0e76869f777.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387070/original/097383000_1761030793-seblak2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384652/original/007400700_1760812239-Tzuyu_TWICE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384080/original/091032400_1760743856-Pelaku_Joki_Toefl_di_Jember.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387429/original/053987300_1761041546-unnamed__80___2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387068/original/094497700_1761030404-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161764/original/086600400_1741847570-1741841423969_salah-satu-faktor-eksternal-penyebab-pelanggaran-ham-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383334/original/061525500_1760671825-huang_zitao_nikah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215693/original/086342600_1746867749-Sambel_Welut_Pak_Sabar.jpg)