Financial Vision Board, Trik Visualisasikan Target Keuangan Biar Makin Mudah Tercapai

5 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Financial vision board menawarkan pendekatan visual dengan menghubungkan tujuan finansial dengan gambaran kehidupan yang ingin diwujudkan. Cara ini membuat target keuangan terasa lebih konkret karena seseorang tidak hanya melihat angka, tapi juga membayangkan kehidupan yang ingin dicapai melalui pengelolaan uang.

Financial vision board pada dasarnya merupakan kumpulan gambar yang mewakili tujuan hidup seseorang, kemudian disusun berdasarkan waktu dan kebutuhan biaya untuk mencapainya. Metode ini diperkenalkan oleh Ellen Rogin dan Lisa Kueng sebagai cara untuk menjembatani hubungan antara impian pribadi dan keputusan finansial sehari-hari, melansir Discover, Selasa (8/9/20276).

Gagasan tersebut berangkat dari kondisi ketika seseorang sudah mengetahui apa yang ingin dicapai, tapi belum benar-benar menghubungkannya dengan cara mengatur uang. Visualisasi membuat tujuan yang semula abstrak terasa lebih dekat karena setiap gambar memiliki makna personal yang berkaitan dengan kehidupan yang ingin dibangun.

Financial vision board juga dapat membantu orang yang kerap kesulitan mempertahankan komitmen setelah menetapkan target. Metode ini dapat menjadi pengingat ketika tujuan finansial mulai tersisih oleh berbagai kebutuhan lain.

Fokusnya bukan sekadar menampilkan keinginan, melainkan membantu seseorang mengingat alasan di balik target tersebut. Papan tersebut dapat berisi gambaran tentang tabungan, perjalanan, pendidikan, rumah, atau berbagai pencapaian lain yang memiliki arti bagi pemiliknya, sehingga setiap tujuan memiliki alasan yang lebih personal dan mudah diingat dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Mulai dari Gambaran Hidup yang Diinginkan

Membuat financial vision board tidak harus diawali dengan menghitung berapa banyak uang yang harus dikumpulkan. Awali dengan mengumpulkan sekitar 20 hingga 30 gambar yang menarik perhatian, mulai dari tempat, aktivitas, makanan, gaya hidup, hingga orang atau suasana tertentu, kemudian sisakan sekitar 10 hingga 15 gambar yang paling terasa memiliki makna.

Setiap gambar kemudian dapat digunakan sebagai pintu masuk untuk mengenali tujuan yang sebenarnya diinginkan. Bayangkan diri berada dalam situasi yang digambarkan,lalu pikirkan apa yang dilihat, dirasakan, dilakukan, dan siapa yang hadir dalam momen tersebut.

Proses ini membantu seseorang menemukan keinginan yang mungkin sebelumnya belum disadari secara jelas. Makna sebuah gambar juga bisa berbeda bagi setiap orang.

Satu gambar meja makan, misalnya, dapat menggambarkan keinginan untuk sering berkumpul bersama keluarga bagi seseorang, sementara orang lain mungkin melihatnya sebagai gambaran tentang memiliki rumah atau kehidupan di kota tertentu.

Susun Target Berdasarkan Waktu dan Biaya

Gambar yang sudah dipilih kemudian dapat disusun berdasarkan dua pertimbangan utama, yaitu berapa banyak biaya yang dibutuhkan dan seberapa dekat target tersebut ingin diwujudkan.

Papan dapat dibagi menjadi empat bagian dengan garis vertikal dan horizontal sehingga tujuan dapat ditempatkan berdasarkan tingkat biaya serta jangka waktunya.

Bagian atas dapat digunakan untuk tujuan yang membutuhkan biaya lebih besar, sedangkan bagian bawah diperuntukkan bagi tujuan yang membutuhkan sedikit atau bahkan tidak membutuhkan biaya. Pembagian dari kiri ke kanan menunjukkan rentang waktu, dengan tujuan yang ingin dicapai lebih dekat ditempatkan di sisi kiri dan rencana panjang di sisi kanan.

Cara tersebut membuat financial vision board tidak berhenti sebagai kumpulan gambar yang menarik. Susunan visualnya dapat membantu memperlihatkan prioritas sekaligus memberikan gambaran mengenai konsekuensi finansial dari setiap tujuan.

Jadikan Papan sebagai Pengingat Sehari-hari

Financial vision board akan lebih bermakna ketika ditempatkan di lokasi yang mudah terlihat. Menempatkan papan di atas meja kerja disarankan agar tujuan tersebut tetap menjadi perhatian sehari-hari.

Kebiasaan melihat kembali target dapat membantu seseorang menghubungkan keputusan finansial dengan kehidupan yang ingin dicapai. Pengeluaran, tabungan, maupun rencana keuangan kemudian dapat dipertimbangkan berdasarkan prioritas yang sudah ditentukan, bukan sekadar keputusan sesaat.

Financial vision board tetap perlu diikuti dengan langkah nyata seperti membuat anggaran dan menentukan strategi untuk setiap target. Visualisasi membantu menjaga arah, sementara perencanaan keuangan menjadi bagian yang menerjemahkan gambaran tersebut ke dalam tindakan.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |