BPOM Tegaskan Produk Berizin Edar Aman Dikonsumsi, Sido Muncul Perkuat Pembuktian Ilmiah Lewat Laboratorium Farmakologi

15 hours ago 8

Liputan6.com, Semarang - PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) meresmikan gedung Laboratorium Farmakologi di kawasan pabriknya yang berlokasi di Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kehadiran laboratorium tersebut menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat pembuktian ilmiah terkait keamanan, kualitas, dan khasiat produk herbal Indonesia.

Peresmian laboratorium dilakukan bersama Direktur Utama Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D., serta dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr. Zulfachmi Wahab, Sp.PD., Subsp. H.Onk.M.(K), FINASIM dan Wakil Bupati Semarang, Dra. Hj. Nur Arifah.

Laboratorium Farmakologi Sido Muncul telah berdiri sejak tahun 2001 sebagai fasilitas penelitian yang mendukung pengembangan produk herbal perusahaan. Seiring meningkatnya kebutuhan riset, laboratorium yang awalnya menempati bangunan semi permanen di area belakang pabrik kemudian dipindahkan ke gedung permanen yang lebih modern dan representatif seluas 288 meter persegi pada 2019. Fasilitas baru tersebut mulai beroperasi pada Januari 2020.

Selama lebih dari dua dekade, Laboratorium Farmakologi Sido Muncul telah menjadi pusat berbagai penelitian untuk menghasilkan data ilmiah terkait keamanan dan khasiat produk. Saat ini laboratorium dipimpin oleh seorang dokter hewan dan didukung tim peneliti serta laboran berpengalaman. Berbagai penelitian yang telah dilakukan meliputi uji toksisitas akut dan subkronis, uji teratogenik, uji stamina, hingga uji aktivitas obat cacing guna mendukung pengembangan produk berbasis bukti ilmiah.

Direktur Utama Sido Muncul Dr. (H.C.) Irwan Hidayat mengatakan laboratorium tersebut merupakan fasilitas farmakologi pertama yang dimiliki industri jamu di Indonesia. Dalam rangka menyambut usia ke-75 tahun, Sido Muncul akan semakin berkonsentrasi pada riset yang lebih intensif, salah satunya melalui penguatan peran Laboratorium Farmakologi.

"Labfar ini adalah laboratorium farmakologi yang pertama di industri jamu. Tujuannya untuk membuktikan keamanan dan khasiat produk. Semua yang dapat labelisasi dari Badan POM pasti aman dan sesuai dengan labelnya, tapi kami ingin mengembangkan industri ini supaya kami mendapat bukti-bukti yang lebih banyak," kata Irwan.

Irwan mengungkapkan bahwa tantangan industri saat ini bukan hanya menghasilkan produk yang aman dan berkualitas, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat di tengah derasnya arus informasi yang belum terbukti kebenarannya.

Tidak sedikit produk yang telah melalui berbagai tahapan pengujian ilmiah dan mendapatkan izin edar dari BPOM, namun tetap menjadi sasaran informasi menyesatkan yang beredar di media sosial. Salah satu contohnya adalah Tolak Angin. Meskipun sudah melewati berbagai penelitian terkait keamanan dan khasiat, tetapi produk tersebut kerap dikaitkan dengan informasi yang tidak berdasar.

"Yang kami hadapi ini benar-benar masif, invisible. Kadang-kadang kita tidak tahu siapa yang memulai dan sulit juga kalau harus dituntut. Karena itu yang paling penting adalah memiliki bukti ilmiah yang kuat," ujarnya.

Karena itu Sido Muncul lebih memilih terus memperkuat pembuktian ilmiah dibandingkan terjebak dalam perdebatan yang tidak produktif.

Tolak Angin Terbukti Aman Melalui Berbagai Penelitian

Sebagai bagian dari upaya pembuktian ilmiah, Sido Muncul selama ini bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan institusi akademik, di antaranya Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip), Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, dan Universitas Kristen Maranatha. Berbagai penelitian dilakukan untuk memastikan keamanan dan efektivitas produk herbal yang diproduksi perusahaan.

Untuk produk Tolak Angin misalnya, penelitian meliputi uji toksisitas subkronis guna memastikan keamanan penggunaan jangka panjang, pengujian mutu bahan baku herbal, hingga uji klinis. Hasil penelitian menunjukkan tidak ditemukan efek toksik yang membahayakan. 

Selama 90 hari penelitian, tidak ditemukan kematian maupun perubahan signifikan pada organ vital. Fungsi ginjal dan hati juga tetap berada dalam kondisi normal. Selain itu, pemberian Tolak Angin Cair selama satu minggu terbukti mampu meningkatkan jumlah limfosit T perifer dan produksi sitokin tipe 1 yang berperan dalam sistem imun tubuh.

"Tolak Angin dapat membantu menjaga daya tahan tubuh dan aman dikonsumsi sesuai anjuran yang telah ditentukan," ujar Irwan.

Laboratorium Jadi Pusat Pembuktian Khasiat Produk Herbal

Irwan mengatakan Laboratorium Farmakologi dibangun untuk mempercepat dan memperkuat penelitian berbasis bukti ilmiah terhadap berbagai produk herbal Sido Muncul. Salah satu hasil penelitian menunjukkan produk SM-Diabe mampu membantu mengontrol kenaikan kadar gula darah pada hewan percobaan yang telah diberikan sukrosa, sehingga mendukung pemanfaatannya untuk membantu meringankan gejala kencing manis.

"Contohnya produk kami yang namanya SM-Diabe. Itu kalau dicobai kepada tikus yang telah diberi sukrosa, kemudian dikasih SM-Diabe, 15 menit gula darahnya naik tetapi tidak terlalu tinggi, lalu turun kembali. Kalau yang tidak diberi SM-Diabe, gula darahnya melonjak lebih tinggi," jelas Irwan.

Irwan mengatakan hasil penelitian tersebut menunjukkan SM-Diabe berpotensi membantu mengontrol kenaikan kadar gula darah. "Ternyata kalau orang minum sukrosa lalu mengonsumsi SM-Diabe secara bersamaan, kenaikan gula darahnya tidak setinggi kelompok kontrol," ujarnya.

Sido Muncul Perkuat Pengujian Keamanan Produk untuk Melawan Hoaks

Selain produk herbal, Laboratorium Farmakologi Sido Muncul juga melakukan penelitian terhadap minuman berenergi Kuku Bima. Riset ini dilakukan untuk menjawab berbagai anggapan yang mengaitkan kerusakan ginjal dengan konsumsi minuman berenergi. Menurut Irwan, kondisi tersebut tidak bisa disimpulkan secara sederhana karena banyak faktor lain yang berpengaruh, seperti konsumsi alkohol berlebihan dan pola hidup tidak sehat.

"Saya pernah membaca berita mahasiswa atau masyarakat yang mengalami kerusakan ginjal lalu dikaitkan dengan minuman energi. Padahal banyak faktor lain seperti konsumsi alkohol berlebihan dan pola hidup yang tidak sehat," ujarnya.

Karena itu, Sido Muncul melakukan uji toksisitas akut dan subkronis. Dalam pengujian awal, hewan percobaan diberikan dosis hingga lebih dari 12 kali konsumsi normal dan tidak ditemukan kematian selama dua minggu masa pengamatan. Saat ini penelitian subkronis masih berlangsung dan akan dilanjutkan dengan pemeriksaan ginjal serta organ lainnya untuk mengetahui potensi kerusakan secara ilmiah.

"Jadi diminumin satu saset, empat setengah saset, sampai lebih dari 12 saset. Dua minggu (hewan percobaan) tidak mati. Sekarang kami lanjutkan penelitian subkronis dan nanti akan dicek kondisi ginjal serta organ lainnya secara ilmiah," kata Irwan.

Irwan meyakini seluruh produk yang telah memperoleh izin edar BPOM dipastikan aman dikonsumsi sesuai aturan penggunaan. Karena itu, masyarakat diharapkan mengacu pada informasi resmi dari regulator, bukan informasi yang belum tentu benar di media sosial.

"Energy drink itu juga pasti aman. Kalau tidak aman, tentu tidak akan mendapatkan izin dari BPOM. Saya membuat laboratorium ini supaya masyarakat semakin percaya bahwa semua yang dikeluarkan oleh Badan POM pasti aman dan tidak mungkin Badan POM mengeluarkan izin edar produk yang tidak aman," tegas Irwan.

Kepala BPOM: Produk Berizin Edar Dipastikan Aman

Kepala BPOM RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D. menegaskan masyarakat tidak perlu ragu terhadap produk yang telah memiliki izin edar BPOM. Menurutnya, setiap produk yang mendapatkan izin edar telah melalui proses evaluasi berbasis bukti ilmiah untuk memastikan aspek keamanan, khasiat atau efikasi, serta kualitasnya.

"Apabila suatu produk telah memiliki izin edar dari BPOM, maka BPOM menjamin bahwa produk tersebut telah melalui proses evaluasi sehingga memenuhi aspek keamanan, khasiat atau efikasi, serta kualitas. Termasuk produk-produk Sido Muncul yang telah memperoleh izin edar dari BPOM," kata Taruna.

Ia menambahkan, seluruh kebijakan dan pengawasan BPOM berlandaskan evidence-based policy atau kebijakan berbasis bukti ilmiah. Karena itu, masyarakat diimbau selalu menerapkan prinsip Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk.

"Tugas BPOM adalah memastikan keamanan, kualitas, serta edukasi kepada masyarakat. Semua itu harus didasarkan pada evidence-based policy atau kebijakan yang berbasis bukti ilmiah. Oleh karena itu, penjaminan suatu produk aman atau tidak harus memiliki landasan ilmiah yang kuat, tidak sekadar berdasarkan klaim," ujarnya.

BPOM Terbitkan Aturan untuk Lawan Hoaks

Menyoroti maraknya informasi yang tidak benar terkait produk kesehatan di media sosial, BPOM menerbitkan Peraturan BPOM Nomor 16 Tahun 2025 tentang Partisipasi Masyarakat dalam Pengawasan Obat dan Makanan.

Taruna mengungkapkan, sepanjang 2025 terdapat sekitar 1,3 juta tautan yang mengandung hoaks dan berbagai bentuk misinformasi. Karena itu, ia mengajak masyarakat, termasuk para influencer, untuk menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.

"Kami meminta seluruh masyarakat untuk menggunakan media sosial secara arif dan bijaksana. Kebebasan itu ada, tetapi harus disertai tanggung jawab," ujarnya.

Sido Muncul sebagai Aset Nasional

Taruna menilai Laboratorium Farmakologi Sido Muncul memiliki peran penting dalam pengembangan industri herbal nasional. Menurut data BRIN, Indonesia memiliki sekitar 31 ribu jenis tumbuhan berpotensi obat dari sekitar 40 ribu spesies tumbuhan yang ada di dunia.

Karena itu, ia menyebut Sido Muncul sebagai aset nasional yang perlu didukung bersama. "Sido Muncul bukan hanya aset para pemegang saham, komisaris maupun direksi. Sido Muncul adalah aset nasional," katanya.

Taruna juga berharap Laboratorium Farmakologi dapat berkembang menjadi pusat unggulan dunia dalam pengembangan obat herbal atau center of excellence global for herbal medicine.

"Kita berharap produk-produk Indonesia dapat menjadi ikon bangsa di tingkat global. Jika dunia mengenal ginseng dari Korea Selatan dan Traditional Chinese Medicine dari Tiongkok, maka jamu harus menjadi identitas Indonesia," kata Taruna.

Selain meresmikan Laboratorium Farmakologi, Taruna bersama rombongan juga meninjau sejumlah fasilitas produksi Sido Muncul untuk melihat langsung proses pembuatan produk herbal yang menerapkan standar mutu, keamanan, dan kualitas yang ketat dengan dukungan teknologi modern.

Laboratorium Farmakologi Menjadi Jembatan antara Tradisi dan Sains

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr. Zulfachmi Wahab menilai kehadiran Laboratorium Farmakologi menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi industri herbal nasional.

"Laboratorium Farmakologi yang diresmikan hari ini menjadi jembatan penting antara tradisi jamu Indonesia dengan modernisasi industri kesehatan," kata Zulfachmi.

Menurutnya, fasilitas penelitian yang mampu menghasilkan data ilmiah yang valid dibutuhkan untuk menjamin mutu, keamanan, dan khasiat obat bahan alam.

"Kehadiran laboratorium ini diharapkan dapat mempercepat proses hilirisasi hasil riset obat tradisional Indonesia. Kita ingin melihat semakin banyak produk herbal asli Jawa Tengah yang naik kelas, dari jamu empiris menjadi Obat Herbal Terstandar dan pada akhirnya berkembang menjadi fitofarmaka yang diakui serta dapat diresepkan dalam pelayanan kesehatan formal," ujarnya.

Ia pun mendorong kolaborasi antara industri, perguruan tinggi, dan pemerintah untuk mempercepat pengembangan obat berbasis bahan alam.

Irwan Hidayat berharap Laboratorium Farmakologi ini dapat menjadi fasilitas yang bermanfaat, tidak hanya bagi Sido Muncul tetapi juga bagi perkembangan industri jamu nasional.

"Ke depan kami berharap dapat bekerja sama lebih luas dengan BPOM maupun berbagai institusi penelitian lainnya. Mudah-mudahan laboratorium ini dapat membantu mempercepat pembuktian ilmiah terhadap kekayaan hayati Indonesia sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas," tuturnya.

(*)

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |