Liputan6.com, Jakarta - Santan menjadi bahan yang sering dipakai dalam masakan rumahan seperti, sayur lodeh, opor, gulai, hingga rendang. Namun, banyak orang tidak menyadari bahwa kesalahan kecil saat memasukkan santan bisa membuat rasanya berubah dan membuat kuah tidak menyatu. Salah satu kebiasaan yang sering terjadi adalah memasukkan santan saat air masih belum mendidih, hingga menghasilkan kuah yang tidak nyaman saat dimakan.
Kesalahan ini terlihat sepele karena santan pada dasarnya hanya dicampurkan ke kuah. Padahal, santan memiliki karakter yang berbeda dibanding air biasa. Jika dimasukkan pada waktu yang tidak tepat, santan bisa pecah, minyak terpisah, dan kuah tidak lagi terlihat rapi, sehingga hasil akhir masakan berubah dari yang diharapkan.
Karena itu, penting untuk memahami kapan santan harus masuk, bagaimana cara mengaduknya, dan apa saja hal yang harus dihindari. Saat anda memahami cara memasukkan santan yang benar, kesalahan dalam membuat makanan pun bisa dihindari dan sajian akan memiliki cita rasa lezat. Yuk ketahui bersama tips membuat masakan bersantan yang tepat, dirangkum Liputan6.com pada Kamis (12/2).
1. Memasukkan Santan saat Air Belum Mendidih Akan Berdampak ke Masakan
Memasukkan santan saat air belum mendidih bisa membuat kuah sulit menyatu sejak awal proses memasak, karena santan membutuhkan suhu yang cukup untuk bercampur merata dengan bumbu. Ketika santan masuk dalam kuah yang masih hangat atau belum mencapai titik mendidih, bagian lemaknya cenderung mulai terpisah perlahan, sehingga hasil akhirnya terlihat seperti ada lapisan minyak yang muncul lebih cepat.
Selain itu, santan yang dimasukkan terlalu awal membuat proses pemanasan berlangsung lebih lama dalam kondisi kuah yang belum stabil. Dalam situasi ini, santan lebih mudah mengalami perubahan tekstur karena terkena panas bertahap yang tidak merata, apalagi jika api kompor tidak dijaga. Dampaknya, kuah bisa berubah menjadi kurang halus, terasa lebih berat, dan tidak menyatu dengan bumbu.
Kesalahan waktu memasukkan santan juga sering membuat masakan cepat meninggalkan aroma yang tidak sesuai harapan. Kuah bisa terasa lebih langu karena santan dipanaskan terlalu lama sebelum bumbu matang sempurna. Akibatnya, rasa yang seharusnya keluar dari rempah justru tertutup, dan masakan berpotensi gagal karena rasa akhir tidak seimbang.
2. Masakan Bersantan Perlu Teknik Khusus
Masakan bersantan tidak bisa diperlakukan seperti memasak sayur bening, karena santan memiliki kandungan lemak yang sensitif terhadap panas. Jika proses memasak dilakukan tanpa urutan yang benar, santan mudah pecah, kuah berubah menjadi tidak menyatu, dan rasa terasa seperti terpisah antara bumbu dan santan. Hal ini sering terjadi karena banyak orang memasukkan semua bahan sekaligus tanpa memperhatikan tahapan.
Kesalahan yang paling sering dilakukan adalah memasukkan santan sejak awal bersamaan dengan bumbu yang belum matang. Dampaknya, santan dipaksa mendidih lebih lama, sementara bumbu belum sempat mengeluarkan rasa. Kesalahan lain adalah membiarkan api terlalu besar saat santan sudah masuk, sehingga permukaan kuah cepat bergolak dan lemak santan terpisah menjadi minyak. Ada juga yang jarang mengaduk karena takut kuah meluap, padahal santan perlu gerakan perlahan agar tidak mengendap di dasar panci.
Kesalahan berikutnya adalah memasukkan santan dingin langsung dari kulkas ke kuah panas. Perbedaan suhu ini bisa membuat santan bereaksi lebih cepat dan memicu pecah. Jika sudah terjadi, masakan tetap bisa dimakan, tetapi kuah terlihat tidak rata, rasa tidak menyatu, dan hasil akhirnya kurang sesuai untuk disajikan, terutama jika masakan itu dibuat untuk acara keluarga atau jamuan.
3. Kapan Idealnya Memasukkan Santan ke Masakan Atau Sayur?
Waktu terbaik memasukkan santan adalah ketika air atau kuah dasar sudah mendidih dan bumbu sudah matang. Pada tahap ini, rasa dari bawang, rempah, dan bahan lain sudah keluar, sehingga santan tinggal berfungsi sebagai penguat rasa dan pembentuk kuah. Dengan cara ini, santan tidak perlu dipanaskan terlalu lama, sehingga lebih aman dari risiko pecah.
Jika masakan menggunakan bahan yang butuh waktu lama untuk empuk, seperti daging atau singkong, santan sebaiknya tidak dimasukkan sejak awal. Yang ideal adalah memasak bahan utama terlebih dahulu hingga setengah matang, lalu bumbu dimasukkan sampai kuah terasa pas. Setelah itu, barulah santan masuk saat kuah mendidih, karena santan akan lebih mudah menyatu dengan kondisi panas yang stabil.
Pada beberapa masakan, santan bahkan dimasukkan dalam dua tahap. Santan encer bisa dimasukkan lebih awal setelah kuah mendidih untuk membantu proses pemasakan, sedangkan santan kental dimasukkan mendekati akhir agar rasa lebih kuat tanpa membuat kuah rusak. Cara ini sering dipakai pada gulai, opor, atau masakan bersantan yang ingin kuahnya tetap menyatu sampai dingin.
4. Tips agar Santan Bisa Menyatu saat Dimasak di Kuah
Agar santan menyatu dengan kuah dan tidak pecah, kuncinya ada pada suhu, urutan memasak, serta cara mengaduk. Banyak orang gagal bukan karena bumbu kurang, tetapi karena santan dimasukkan saat kondisi kuah belum siap atau api tidak dijaga. Dengan kebiasaan sederhana, masakan bersantan bisa tetap rapi dan rasa tidak berubah sampai waktu makan.
Tips memasak santan agar tidak pecah:
- Pastikan kuah dasar sudah mendidih sebelum santan dimasukkan
- Masukkan santan sedikit demi sedikit sambil diaduk perlahan
- Gunakan api kecil setelah santan masuk agar kuah tidak bergolak keras
- Aduk secara rutin supaya santan tidak mengendap di dasar panci
- Jangan menutup panci rapat saat santan mulai mendidih karena uap bisa membuat kuah meluap
- Jika memakai santan instan, aduk dulu dengan air hangat sebelum dimasukkan agar lebih rata
- Hindari memasukkan santan dingin langsung ke kuah panas, diamkan dulu hingga suhunya mendekati suhu ruang
- Jangan memasak terlalu lama setelah santan masuk, cukup sampai kuah mendidih kecil dan bumbu meresap
5. Apakah Santan Bisa Diganti dengan Susu Putih Plain?
Santan bisa diganti dengan susu putih plain, tetapi hasilnya tidak akan sama karena karakter rasa dan kandungan lemaknya berbeda. Santan membawa rasa kelapa yang menjadi ciri masakan seperti opor, gulai, atau sayur lodeh. Jika diganti susu, rasa kelapa akan hilang dan kuah berubah menjadi rasa susu yang lebih netral, sehingga masakan terasa berbeda meskipun bumbu tetap sama.
Dalam beberapa masakan, susu putih plain bisa dipakai jika tujuan utamanya hanya membuat kuah terasa lebih lembut. Namun susu lebih mudah berubah jika dipanaskan terlalu kuat. Jika susu dimasukkan saat kuah mendidih besar, susu bisa menggumpal dan membuat kuah terlihat tidak rata. Karena itu, susu biasanya lebih aman dimasukkan saat api kecil dan masakan sudah hampir matang.
Penggantian santan dengan susu juga perlu disesuaikan dengan jenis menu. Untuk masakan seperti sup ayam berkuah santan, susu mungkin masih bisa masuk karena rasanya lebih fleksibel. Namun untuk rendang atau gulai, susu tidak akan memberi hasil yang mendekati santan. Jika tetap ingin mengganti, beberapa orang menambahkan sedikit minyak kelapa agar rasa lebih mendekati, tetapi tetap tidak akan sama dengan santan segar.
6. Bumbu Harus Dipastikan Matang saat Santan Dimasukkan
Selain waktu memasukkan santan, hal penting lain adalah memastikan bumbu benar-benar matang sebelum santan masuk. Banyak masakan bersantan gagal karena bumbu hanya ditumis sebentar, lalu langsung dicampur santan. Dampaknya, rasa bawang masih terasa mentah dan kuah menjadi kurang menyatu. Karena itu, tumisan bumbu harus benar-benar berubah aroma dan terlihat matang sebelum dicampur kuah.
Hal berikutnya adalah menjaga kestabilan api selama proses memasak. Kuah bersantan tidak cocok dimasak dengan api besar terus-menerus, karena panas yang terlalu kuat membuat santan cepat pecah. Api kecil lebih aman, meskipun membutuhkan kesabaran. Jika kuah sudah mendidih, cukup pertahankan gelembung kecil agar bumbu meresap tanpa membuat santan rusak.
Terakhir, penting juga memperhatikan kebersihan alat dan bahan, karena santan mudah berubah jika panci atau sendok yang dipakai kurang bersih. Jika santan sudah masuk, masakan sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama dalam kondisi panas tanpa pengawasan, karena santan bisa mengendap dan membuat dasar panci lebih mudah gosong. Dengan kebiasaan mengaduk perlahan dan menjaga api, masakan bersantan bisa lebih stabil, rasa merata, dan kuah tidak berubah meski sudah beberapa jam.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Kenapa santan tidak boleh dimasukkan saat air belum mendidih?
Karena santan lebih mudah pecah jika dipanaskan terlalu lama sejak suhu masih naik. Jika santan masuk sebelum kuah mendidih, lemaknya bisa terpisah lebih cepat sehingga kuah tidak menyatu.
2. Apa tanda santan pecah saat dimasak?
Tandanya kuah terlihat terpisah antara minyak dan cairan, permukaan kuah berminyak, serta tekstur kuah tidak rata meskipun sudah diaduk.
3. Api besar atau kecil yang lebih aman untuk masakan bersantan?
Api kecil lebih aman karena menjaga kuah tidak bergolak keras. Api besar membuat santan lebih cepat pecah dan kuah lebih mudah gosong di bagian bawah.
4. Apakah santan instan lebih mudah pecah dibanding santan segar?
Santan instan tetap bisa pecah jika dimasukkan pada waktu yang salah atau dimasak dengan api besar. Namun jika dicampur dan dimasak dengan cara yang benar, hasilnya tetap bisa menyatu.
5. Kalau santan sudah pecah, apakah masakan harus dibuang?
Tidak harus. Masakan tetap bisa dimakan, tetapi kuah tidak lagi menyatu. Untuk memperbaiki, kecilkan api, aduk perlahan, dan hindari memasak terlalu lama setelah santan pecah.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3032584/original/038431500_1580017394-IMG_20200126_072407.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4708873/original/094005700_1704683548-agus-dietrich-eUjufrdx_bM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501507/original/031732700_1770936620-WhatsApp_Image_2026-02-08_at_15.54.53.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498904/original/033548800_1770727086-photo-1695218258563-39afd70cb91b.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489830/original/079726400_1769935821-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423949/original/097307700_1764125962-Kikis_Sisik_dengan_Arah_yang_Tepat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476291/original/097507500_1768725283-SnapInsta.to_618139445_18372314815233629_2852049817435645816_n__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459002/original/088498800_1767149927-sipmay.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498833/original/068751400_1770721952-resep_telur_kukus_goreng_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500313/original/097375200_1770859885-gambar__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3147147/original/021071900_1591628473-065264200_1528439420-peesss__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499710/original/052491600_1770792705-gambar__43_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499684/original/060708600_1770792542-Gemini_Generated_Image_fhmnxyfhmnxyfhmn.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500047/original/096846200_1770809335-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500686/original/040911800_1770873644-kue_ketan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4533820/original/083098900_1691709976-WhatsApp_Image_2023-08-11_at_05.09.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500787/original/098164500_1770877093-Gemini_Generated_Image_91xen691xen691xe.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500634/original/086376600_1770872556-Telur_Tahu_Kukus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3367094/original/006643300_1612332694-ron-barabash-qdoTFBJyBq0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3182465/original/079874000_1594963542-udang_0.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390488/original/063405100_1761278709-Premier_League_2025-26_ATK_BOLA__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371305/original/003419200_1759646163-Pertaruhan_The_Series_3_-_Poster.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387021/original/037655400_1761029122-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5389601/original/073125400_1761204287-Stasiun_Madiun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387070/original/097383000_1761030793-seblak2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384652/original/007400700_1760812239-Tzuyu_TWICE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384080/original/091032400_1760743856-Pelaku_Joki_Toefl_di_Jember.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387429/original/053987300_1761041546-unnamed__80___2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161764/original/086600400_1741847570-1741841423969_salah-satu-faktor-eksternal-penyebab-pelanggaran-ham-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387068/original/094497700_1761030404-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215693/original/086342600_1746867749-Sambel_Welut_Pak_Sabar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383334/original/061525500_1760671825-huang_zitao_nikah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3530051/original/024008300_1628001054-IG_apriantytami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4651422/original/001356500_1700128636-sebastian-pena-lambarri-7i5HMCGupVw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4792987/original/077089700_1712130115-WhatsApp_Image_2024-04-03_at_14.25.59_eefdfb73.jpg)