Liputan6.com, Jakarta - Kesadaran masyarakat Indonesia atas keamanan peralatan rumah tangga makin meningkat, terutama di kalangan keluarga muda berusia antara 25--45 tahun. Salah satu yang disorot adalah dispenser air minum, selain galon air minum yang dipakai. Mereka meminati produk berlabel BPA Free yang dipicu kekhawatiran dampak negatif Bisphenol A (BPA) pada kesehatan.
Berdasarkan data pencarian online, label BPA Free menjadi filter utama dalam memilih dispenser air minum, bukan sekadar fitur tambahan. Mengutip rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, Rabu, 11 Februari 2026, tren itu juga diperkuat regulasi pemerintah, khususnya dalam Peraturan BPOM Nomor 6 Tahun 20264 yang menetapkan standar keamanan produk yang bersentuhan dengan makanan dan minuman.
Hal senada juga diatur dalam Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 tentang Kesehatan Lingkungan, yang mewajibkan peralatan kontak pangan terbuat dari bahan yang tidak melarutkan zat beracun seperti logam berat atau kimia berbahaya ke dalam air.
Merespons temuan tersebut, salah satu produsen, Sanken, menghadirkan produk dispenser yang diklaim BPA Free. "Sanken dengan varian Dispenser HWD-CK30IC dan HWD-CK33IC telah mengintegrasikan material BPA Free dengan sistem higienitas tingkat tinggi," kata Esmond H Tirtajasa, Marketing Director Sanken.
Mengutip laman resmi European Environment Agency, Jumat (13/2/2026), BPA terutama digunakan dalam pembuatan polimer industri, seperti plastik polikarbonat dan resin epoksi. BPA berkadar kecil tetap ada dalam bahan akhir dengan banyak produk, terutama kemasan makanan seperti botol plastik yang bisa digunakan ulang, botol susu, dan wadah penyimpanan.
Macam Produk yang Berisiko Mengandung BPA
BPA berkadar kecil juga bisa ditemukan di kaleng makanan dan minuman atau lapisan bagian dalam pipa yang digunakan untuk mengalirkan air minum. Itu karena barang-barang itu memanfaatkan resin epoksi untuk melapisi permukaannya.
BPA juga digunakan dalam berbagai produk lain. Itu termasuk kertas termal, tinta, tekstil, cat dan perekat, peralatan elektronik, bahan bangunan seperti lantai, mainan, CD, pelapis bodi mobil, alat kesehatan, dan bahan penutup gigi.
Dengan beragamnya produk yang mengandung BPA, manusia pun rentan terpapar, terutama melalui makanan. Sejumlah kecil residu BPA dapat bermigrasi dari bahan yang bersentuhan dengan makanan ke dalam makanan dan minuman, sehingga menyebabkan paparan pada manusia melalui konsumsi.
Selain itu, resin epoksi digunakan untuk melapisi pipa air minum; akibatnya, BPA dapat bermigrasi ke dalam air minum. Paparan juga dapat terjadi dari berbagai jalur lain, seperti bahan penutup gigi tertentu dan alat medis, serta dari kontak dengan produk konsumen yang terbuat dari plastik polikarbonat.
Efek Kesehatan Konsumsi BPA
BPA diklasifikasikan sebagai bahan kimia berbahaya di Uni Eropa karena kemampuannya merusak kesuburan, dan menyebabkan kerusakan mata yang serius, reaksi alergi kulit, dan iritasi pernapasan. Selain itu, BPA adalah pengganggu endokrin yang dapat mengganggu fungsi normal sistem hormon. BPA dapat memengaruhi fungsi reproduksi, perkembangan kelenjar susu, fungsi kognitif, dan metabolisme.
Bahkan dalam kadar sangat minim saja, BPA yang tidak sengaja terkonsumsi manusia sudah dianggap membahayakan. Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) menetapkan batasan asupan harian yang dapat ditoleransi (TDI) di level 0,2 nanogram per kilogram berat badan per hari, menggantikan TDI sebelumnya sebesar 4 mikrogram per kg berat badan per hari yang ditetapkan delapan tahun sebelumnya.
Sebagai alternatif, tersedia beberapa material yang bebas BPA yang bisa digunakan, termasuk stainless steel, kaca, dan keramik. Dalam konteks dispenser, Sanken menggunakan stainless steel untuk meminimalkan paparan manusia dengan bahan berbahaya.
Label BPA Free Tetap Harus Dikritisi
Meski begitu, konsumen tidak bisa sepenuhnya menggantungkan keamanan produk pada label BPA Free. Penelitian terbaru dari University of Missouri memperingatkan bahwa label tersebut tidak selalu menjamin keamanan total.
Studi yang dipimpin oleh Cheryl Rosenfeld, profesor ilmu biomedis di College of Veterinary Medicine, mengungkap bahwa bahan kimia pengganti BPA seperti Bisphenol S (BPS) berpotensi menimbulkan risiko kesehatan serupa. Penelitian yang dimuat dalam Science Daily menunjukkan BPA terkait dengan keguguran dini, penyakit plasenta, dan berbagai dampak kesehatan negatif pasca-kelahiran.
Menurut Rosenfeld, bahan kimia sintetis seperti BPS dapat menembus plasenta ibu, sehingga apa pun yang beredar dalam darah ibu dapat dengan mudah ditransfer ke bayi yang sedang berkembang. Rosenfeld menambahkan, plasenta berfungsi sebagai sumber utama serotonin untuk perkembangan otak janin.
"Plasenta merespons baik bahan kimia alami maupun bahan kimia sintetis yang disalahartikan oleh tubuh sebagai bahan kimia alami, namun tubuh tidak memiliki kemampuan untuk mengurangi dampak merugikan dari bahan kimia buatan industri tersebut," jelasnya.
Karena itu, konsumen diminta lebih kritis saat menyeleksi produk berlabel BPA Free. Pastikan produk hanya menggunakan material yang aman dan melalui proses produksi yang bebas dari zat kimia berbahaya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3032584/original/038431500_1580017394-IMG_20200126_072407.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4708873/original/094005700_1704683548-agus-dietrich-eUjufrdx_bM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498904/original/033548800_1770727086-photo-1695218258563-39afd70cb91b.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489830/original/079726400_1769935821-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423949/original/097307700_1764125962-Kikis_Sisik_dengan_Arah_yang_Tepat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476291/original/097507500_1768725283-SnapInsta.to_618139445_18372314815233629_2852049817435645816_n__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459002/original/088498800_1767149927-sipmay.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498833/original/068751400_1770721952-resep_telur_kukus_goreng_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500313/original/097375200_1770859885-gambar__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3147147/original/021071900_1591628473-065264200_1528439420-peesss__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5173148/original/022295400_1742816710-WhatsApp_Image_2025-03-24_at_18.44.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499710/original/052491600_1770792705-gambar__43_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499684/original/060708600_1770792542-Gemini_Generated_Image_fhmnxyfhmnxyfhmn.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500047/original/096846200_1770809335-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500686/original/040911800_1770873644-kue_ketan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4533820/original/083098900_1691709976-WhatsApp_Image_2023-08-11_at_05.09.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500787/original/098164500_1770877093-Gemini_Generated_Image_91xen691xen691xe.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500634/original/086376600_1770872556-Telur_Tahu_Kukus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3367094/original/006643300_1612332694-ron-barabash-qdoTFBJyBq0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3182465/original/079874000_1594963542-udang_0.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390488/original/063405100_1761278709-Premier_League_2025-26_ATK_BOLA__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371305/original/003419200_1759646163-Pertaruhan_The_Series_3_-_Poster.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387021/original/037655400_1761029122-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5389601/original/073125400_1761204287-Stasiun_Madiun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387070/original/097383000_1761030793-seblak2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384652/original/007400700_1760812239-Tzuyu_TWICE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384080/original/091032400_1760743856-Pelaku_Joki_Toefl_di_Jember.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387429/original/053987300_1761041546-unnamed__80___2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161764/original/086600400_1741847570-1741841423969_salah-satu-faktor-eksternal-penyebab-pelanggaran-ham-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387068/original/094497700_1761030404-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215693/original/086342600_1746867749-Sambel_Welut_Pak_Sabar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383334/original/061525500_1760671825-huang_zitao_nikah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3530051/original/024008300_1628001054-IG_apriantytami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4651422/original/001356500_1700128636-sebastian-pena-lambarri-7i5HMCGupVw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4792987/original/077089700_1712130115-WhatsApp_Image_2024-04-03_at_14.25.59_eefdfb73.jpg)