Eropa Dilanda Gelombang Dingin Ekstrem, 6 Orang Tewas dan Akses Transportasi Lumpuh

1 day ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Gelombang dingin ekstrem yang menyapu daratan Eropa memasuki hari kedua, berdampak fatal bagi penduduk dan sistem transportasi di berbagai negara. Suhu yang merosot tajam di bawah titik beku tidak hanya menciptakan pemandangan musim dingin yang dramatis, tetapi juga memicu rentetan kecelakaan mematikan.

Melansir France 24 pada Rabu, 7 Januari 2026, hingga Selasa, 6 Januari 2026, pihak berwenang mengonfirmasi sedikitnya enam orang tewas akibat insiden terkait cuaca buruk ini. Di Prancis, lima nyawa melayang karena serangkaian kecelakaan lalu lintas, sementara satu korban jiwa dilaporkan di Bosnia.

Situasi ini memaksa pemerintah di berbagai negara untuk mengeluarkan peringatan darurat. Mengingat kondisi jalan yang licin akibat lapisan es tipis, jalur transportasi berubah menjadi medan yang sangat berbahaya bagi pengendara maupun pejalan kaki di pusat-pusat kota besar. 

Prancis menjadi wilayah yang paling terdampak secara fatal dalam gelombang dingin kali ini. Otoritas setempat melaporkan bahwa tiga orang tewas seketika dalam kecelakaan yang dipicu oleh kondisi jalan membeku di wilayah barat daya Prancis pada Senin pagi, 5 Januari 2026.

Tak berselang lama, seorang sopir taksi di wilayah Paris kehilangan nyawanya setelah kendaraannya tergelincir masuk ke Sungai Marne. Meskipun penumpangnya berhasil diselamatkan dan kini tengah menjalani perawatan intensif akibat hipotermia, sang pengemudi tidak dapat tertolong.

Insiden lain juga terjadi di timur Paris, di mana seorang pengemudi tewas setelah bertabrakan dengan kendaraan angkutan barang berat akibat jarak pandang yang buruk dan jalan yang licin. Kondisi ini diperparah dengan fenomena es hitam yang sulit dideteksi secara visual oleh pengemudi, membuat kendaraan kehilangan kendali dalam sekejap.

Tragedi di Jalan Raya dan Dampak Fatal Cuaca Ekstrem

Pemerintah Prancis dan Bosnia terus mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra saat berkendara. Keamanan publik kini menjadi prioritas utama karena suhu ekstrem diperkirakan masih akan bertahan dalam beberapa hari ke depan.

Penanganan darurat di lokasi-lokasi kecelakaan terus dilakukan, sembari petugas kebersihan jalan berupaya menaburkan garam dan pasir untuk mencairkan lapisan es yang menyelimuti arteri transportasi utama guna mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut di tengah cuaca yang menusuk tulang.

Sektor transportasi udara dan kereta api juga mengalami gangguan masif, terutama di Belanda dan Inggris. Bandara Schiphol Amsterdam, yang merupakan salah satu pusat penerbangan tersibuk di Eropa, harus membatalkan lebih dari 400 penerbangan pada Selasa, 6 Januari 2026. Ribuan pelancong terjebak dalam antrean panjang di konter maskapai, menunggu kepastian jadwal di tengah cuaca yang tak menentu.

Kekacauan Jadwal Penerbangan dan Pembatalan Massal Kereta Api

Di darat, operator kereta api nasional Belanda, NS, terpaksa menghentikan seluruh layanan pada Selasa pagi waktu setempat karena suhu di bawah -10 derajat celcius membekukan rel. Layanan baru mulai beroperasi secara terbatas setelah pukul 10:00 pagi waktu setempat dengan pengawasan ketat.

"Tadi malam adalah malam terdingin musim dingin sejauh ini," ungkap perwakilan dari Met Office Inggris.

Di Inggris timur, suhu merosot tajam hingga mencapai -12,5 derajat celcius di wilayah Norfolk. Kondisi ini membuat hampir seluruh wilayah Inggris berada dalam status siaga tinggi terhadap ancaman salju dan es yang diprediksi akan terus bertambah.

Bandara di Liverpool dan Aberdeen sempat ditutup sepenuhnya pada Senin, 5 Januari 2026. Keduanya baru bisa beroperasi kembali secara perlahan pada hari berikutnya. Ketidakpastian jadwal perjalanan ini telah menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan dan mengganggu mobilitas jutaan orang yang bergantung pada koneksi transportasi antarnegara di kawasan Eropa Utara yang kini tertutup salju tebal.

Penutupan Fasilitas Publik dan Tantangan di Kota Paris

Dampak dari gelombang dingin ini juga merambah ke sektor pendidikan dan pariwisata. Di Skotlandia, dilaporkan lebih dari 300 sekolah terpaksa ditutup demi menjamin keselamatan para siswa. Menteri Transportasi Skotlandia, Fiona Hyslop, memberikan peringatan keras mengenai risiko yang mengintai masyarakat.

"Selasa akan membawa salju dan es yang lebih parah ke utara Skotlandia dan dengan itu, gangguan perjalanan yang berkelanjutan serta risiko bagi orang dan masyarakat," tegas Hyslop. Pemerintah setempat mendorong warga untuk bekerja dari rumah guna mengurangi kepadatan di jalan raya yang saat ini sedang dalam kondisi kritis dan sangat membahayakan bagi kendaraan kecil.

Di pusat kota Paris, hujan salju menciptakan tantangan unik bagi pejalan kaki karena trotoar berubah menjadi lapisan es yang licin. Pemandu wisata Valeria Pitchouguina menggambarkan betapa sulitnya membawa rombongan turis menanjak menuju Distrik Montmartre yang terkenal.

"Ketika salju dan dingin seperti ini, suasananya menjadi berbeda; ini bukan lagi seperti mendaki Montmartre, melainkan lebih menyerupai pendakian ke Mont Blanc," ujarnya kepada AFPTV.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |