Cara Membuat Tape Ketan Hitam Tanpa Daun Pisang yang Manis dan Legit

13 hours ago 5

Berikut adalah panduan detail untuk membuat tape ketan hitam yang manis dan lembut tanpa daun pisang, dijamin anti-gagal:

1. Perendaman Beras Ketan Hitam

Kulit luar beras ketan hitam memiliki tekstur yang lebih keras dibandingkan ketan putih, sehingga memerlukan perlakuan khusus agar hasilnya empuk dan pulen. Pertama, cuci bersih beras ketan hitam sebanyak 3–4 kali hingga air cuciannya terlihat lebih jernih. Setelah itu, rendam beras ketan hitam dalam air bersih selama minimal 10 hingga 12 jam, atau semalaman penuh. Perendaman yang cukup lama ini krusial untuk melunakkan butiran ketan, mencegah hasil akhir tape menjadi keras atau masih berbutir keras saat digigit.

2. Pengukusan Awal

Setelah proses perendaman, tiriskan beras ketan hingga tidak ada sisa air yang menggenang. Panaskan dandang kukusan hingga airnya mendidih dan uapnya keluar. Kemudian, kukus beras ketan hitam yang sudah ditiriskan selama 20–25 menit hingga ketan terlihat menggumpal dan mencapai kondisi setengah matang.

3. Proses "Aron" (Menyiram Air Panas)

Angkat ketan setengah matang dari kukusan dan pindahkan ke dalam wadah atau baskom yang bersih. Siram ketan dengan 100–150 ml air panas mendidih sambil diaduk rata menggunakan spatula. Pastikan seluruh air meresap sempurna ke dalam butiran ketan. Proses "aron" ini bertujuan membuat ketan menjadi mekar, pulen, dan nantinya menghasilkan tekstur yang lebih lembut pada tape.

4. Pengukusan Akhir

Masukkan kembali ketan yang sudah diaron ke dalam kukusan yang telah dipanaskan. Kukus kembali selama 25–30 menit hingga ketan benar-benar matang tanak dan terasa lembut saat dicicipi. Setelah matang sempurna, angkat ketan dari kukusan dan siapkan untuk proses selanjutnya.

5. Pendinginan Sempurna

Sebarkan ketan hitam yang sudah matang di atas nampan plastik, tampah, atau piring lebar yang bersih dan kering. Pastikan ketan tersebar tipis agar cepat dingin. Biarkan ketan benar-benar dingin secara menyeluruh hingga mencapai suhu ruang. Tahap ini sangat penting karena menaburkan ragi saat ketan masih hangat akan mematikan mikroorganisme dalam ragi, yang dapat menyebabkan tape gagal dan menghasilkan rasa asam kecut.

6. Pemberian Ragi dan Gula

Hancurkan ragi tape hingga menjadi bubuk yang sangat halus, bisa menggunakan plastik dan ulekan atau sendok. Taburkan ragi secara merata ke permukaan ketan hitam yang sudah dingin menggunakan saringan teh. Balik ketan secara perlahan agar bagian bawahnya juga terkena ragi secara merata. Jika Anda menggunakan gula pasir, taburkan 2 sendok makan gula pasir secara merata pada tahap ini untuk membantu memicu rasa manis alami pada tape.

7. Fermentasi dalam Wadah Kedap Udara

Siapkan wadah plastik (seperti thinwall atau toples) yang memiliki tutup rapat dan kedap udara. Pastikan wadah tersebut sudah dicuci bersih dan dikeringkan total, tanpa ada setetes air mentah atau minyak pun yang tersisa. Masukkan ketan yang sudah diberi ragi ke dalam wadah menggunakan sendok bersih. Hindari menekan-nekan ketan; biarkan tetap longgar agar udara dapat bersirkulasi dan fermentasi berjalan baik. Tutup wadah plastik tersebut dengan rapat.

Sebagai trik pengganti daun pisang, untuk menjaga suhu di dalam wadah tetap hangat dan gelap, bungkus wadah plastik tersebut menggunakan kain tebal atau handuk kering. Ini akan menciptakan kondisi mikro-lingkungan yang mirip dengan saat menggunakan daun pisang, mendukung proses fermentasi yang optimal.

8. Masa Pemeraman

Simpan wadah yang sudah dibungkus kain di tempat yang gelap dan tenang, seperti di dalam lemari dapur atau kardus. Biarkan proses fermentasi berlangsung selama 2 hingga 3 hari (48–72 jam). Selama masa pemeraman ini, sangat penting untuk tidak membuka tutup wadah sama sekali agar proses fermentasi tidak terganggu dan tape dapat matang sempurna.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |