Melestarikan Tradisi Lisan di Banten Lewat Festival Dongeng Legenda

3 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Tradisi lisan lewat mendongeng berlaku hampir di seluruh Nusantara, termasuk Banten. Lewat tradisi itu, nilai-nilai moral bisa diajarkan dan dilestarikan kepada generasi penerus. 

"Budaya tutur adalah akar dari jati diri masyarakat Banten. Kita tidak hanya mendengarkan cerita masa lalu, tetapi sedang menanamkan nilai-nilai moral dan etika kepada calon pemimpin masa depan," kata Gubernur Banten Andra Soni saat menghadiri final Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara Banten 2026 di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Minggu, 17 Mei 2026.

Tradisi mendongeng tidak hanya berlaku bagi orang dewasa, tapi juga anak-anak. Ia bahkan menilai keterampilan itu perlu diajarkan sejak dini sebagai bagian pendidikan karakter. Selain itu, lewat keterampilan mendongeng, anak-anak diasah kemampuan menghapalnya, mengatur intonasi dan ekspresi, hingga kepercayaan diri untuk tampil berbicara di depan publik.

Di sisi lain, mengajarkan mendongeng pada anak juga membantu mempopulerkan cerita rakyat Banten yang belum banyak dikenal masyarakat, seperti asal-usul Pandeglang dan legenda Batu Kuwung yang sarat dengan nilai religius, kepahlawanan, dan kebersamaan.

"Cerita-cerita seperti ini membuat kita semakin mengenal sejarah dan budaya daerah sendiri. Ini kekayaan yang harus terus kita hidupkan," katanya.

Ia pun mengapresiasi penyelenggaraan festival dongeng yang mengusung tema Menghidupkan Legenda Banten, Menginspirasi Masa Depan tersebut. Acara yang diinisiasi oleh Navaswara itu diharapkan menjadi agenda rutin, khususnya masuk dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Banten.

Jumlah Peserta Dongeng Lampaui Ekspektasi

Usul Gubernur Banten direspons positif ketua panitia pelaksana Suara Nusantara sekaligus Managing Director Navaswara, Cahaya Manthovani. Hal itu selaras dengan pertimbangan awal saat memilih Banten sebagai tempat penyelenggaraan festival mendongeng yang merupakan edisi kedua setelah penyelenggaraan pertama di Jakarta pada November 2025.

"Secara bisnis, Banten adalah daerah yang paling logis untuk menjadi lokasi kedua karena letaknya dekat dengan Jakarta. Melalui Suara Nusantara, saya justru melihat potensi luar biasa dari anak-anak hingga peserta umum di provinsi ini," ujar Cahaya.

Terbukti, festival mendongeng itu diikuti sekitar 500 peserta dari tingkat sekolah dasar hingga kategori umum. Ia menyebut antusiasme peserta Banten jauh melampaui ekspektasi. Tidak hanya tampil percaya diri, para peserta juga menunjukkan keseriusan dalam mempersiapkan penampilan, mulai dari penguasaan materi, intonasi, gestur, hingga kostum dan properti pendukung.

"Saya justru belajar banyak dari anak-anak yang tampil. Mereka mampu menghafal cerita selama tiga hingga tujuh menit, mengatur ekspresi, dan menarik perhatian audiens. Itu bukan hal yang mudah," katanya.

Tahap Penilaian Lomba Dongeng

Kompetisi terbagi dalam empat kategori, yakni Benih Nusantara untuk tingkat SD/MI, Tunas Nusantara untuk SMP/MTs, Kuntum Nusantara untuk SMA/SMK, serta Ranting Nusantara untuk mahasiswa dan umum. Sejak 1 April hingga 5 Mei 2026, peserta mengirimkan video storytelling melalui Instagram untuk dinilai oleh dewan juri.

Para semifinalis kemudian tampil langsung pada 16 Mei 2026, sebelum para finalis terbaik kembali bertanding di babak puncak sehari berikutnya. Penilaian dilakukan dewan juri yang terdiri dari Kurniawati Yuli Pratiwi, Yunita Andra Sukmastuti, Putri Dewi, Suci Yoskarina dari Ayo Dongeng Indonesia, serta Ratna Puspa Indah dan Raudloh Rida. Berikut daftar pemenang dari masing-masing kategori:

Kategori Benih Nusantara (SD/MI)

1. Dira Maulida - Sekolah Dasar Negeri Serang 13 Kota Serang

2. Akasha Aljazari Knizia - SD Cikal Harapan Bsd

3. Ameera Khanza Ghassani - SDN Bojonegara 1

Daftar Pemenang Lomba Dongeng

Kategori Tunas Nusantara (SMP/MTS)

1. Salsabila Nur Afiyah - MTSN 1 Kota Tangerang Selatan

2. Mikaila Ladia Rumagit - MTSN 1 Pandeglang

3. Si Rista Maulida - SMP Negri 11 Kota Serang

Kategori Kuntum Nusantara (SMA/MA)

1. Ridho Ardiansyah - SMKN 6 Kota Tangerang Selatan

2. Dhiya Rohadatul 'Aisy - SMAN 11 Tangerang Selatan

3. Kayla Rafa Nareswari - SMAN 1 Kota Serang

Kategori Ranting Nusantara (Umum)

1. Dinda Eka Savitri – Umum

2. Maya Meliasari – Universitas Bina Bangsa

3. Refina – Universitas Pamulang

Juara Favorit: Kyoren Rheandra Wicaksono – SD IT Auliya

Best Costume: Refina-Universitas Pamulang

Setelah Banten, Navaswara menetapkan Jawa Barat sebagai lokasi festival dongeng berikutnya yang rencananya akan digelar pada Juli 2026. "Kami juga terbuka terhadap masukan dari masyarakat mengenai daerah-daerah lain yang ingin menjadi tuan rumah berikutnya," tutur Cahaya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |