Liputan6.com, Jakarta - Cara membersihkan buntut sapi yang masih ada bulunya penting diketahui agar bahan masakan tetap higienis, bebas bau prengus, dan menghasilkan cita rasa yang lebih nikmat. Penanganan yang tepat juga membantu mengurangi lemak berlebih serta memastikan buntut sapi siap diolah menjadi hidangan lezat.
Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk membersihkan bulu dan kotoran yang menempel, mulai dari pencucian awal hingga teknik menghilangkan bulu secara efektif. Dengan cara yang benar, buntut sapi akan lebih bersih, tidak amis, dan siap dimasak sesuai selera. Berikut cara membersihkan buntut sapi yang masih ada bulunya, dirangkum Liputan6.com pada Kamis (21/5/2026).
Mengapa Buntut Sapi Perlu Dibersihkan Secara Menyeluruh?
Buntut sapi, sebagai salah satu bagian daging yang populer, memerlukan perhatian khusus dalam proses pembersihannya. Kehadiran bulu dan kotoran yang menempel dapat mengurangi kualitas rasa dan kebersihan hidangan. Oleh karena itu, pembersihan menyeluruh menjadi langkah fundamental sebelum buntut sapi diolah menjadi berbagai masakan.
Proses pembersihan yang tepat juga bertujuan untuk menghilangkan bau prengus atau bau amis khas daging yang seringkali melekat pada buntut sapi. Bau ini, jika tidak diatasi, dapat mengganggu aroma dan cita rasa masakan. Selain itu, lemak berlebih yang menempel juga perlu dibuang agar hidangan tidak terlalu berminyak dan lebih sehat.
Dengan membersihkan buntut sapi secara cermat, kita tidak hanya memastikan aspek higienisnya terpenuhi. Lebih dari itu, langkah ini akan membantu bumbu meresap lebih sempurna ke dalam daging, sehingga menghasilkan hidangan yang lebih lezat dan empuk. Ini adalah investasi waktu yang akan terbayar dengan kualitas masakan yang superior.
Persiapan Awal: Mencuci dan Merendam Buntut Sapi
Langkah pertama dalam membersihkan buntut sapi adalah pencucian awal dengan air mengalir. Proses ini bertujuan untuk meluruhkan kotoran dan sisa darah yang mungkin masih menempel pada permukaan buntut sapi. Penting untuk memastikan setiap bagian buntut sapi tercuci bersih di bawah air yang mengalir deras.
Untuk hasil yang lebih optimal, beberapa chef menyarankan untuk tidak mencuci buntut sapi saat masih mentah secara langsung. Mencuci daging mentah dengan air dapat membuat kaldu menjadi keruh nantinya. Sebagai alternatif, buntut sapi dapat direbus terlebih dahulu dalam air dingin hingga suhu sekitar 100 derajat Celsius, kemudian diangkat dan ditiriskan untuk mengikat kotoran.
Setelah proses perebusan awal tersebut, buntut sapi dapat dicuci kembali dengan air dingin mengalir selama sekitar 1,5 jam agar benar-benar bersih. Perendaman buntut sapi dengan air garam selama beberapa menit juga bisa membantu menghilangkan bau amis yang mungkin masih tersisa. Langkah-langkah ini sangat penting untuk memastikan kebersihan maksimal sebelum masuk ke tahap penghilangan bulu.
Metode Pembakaran untuk Menghilangkan Bulu Halus
Salah satu metode paling efektif untuk menghilangkan bulu pada buntut sapi adalah dengan cara pembakaran, atau yang dikenal juga sebagai singeing atau scorching. Metode ini memanfaatkan api untuk membakar bulu-bulu tipis yang sulit dijangkau dengan pengerokan biasa. Pastikan proses pembakaran dilakukan secara merata.
Meskipun contoh kutipan sering merujuk pada kulit sapi secara umum, prinsip pembakaran ini dapat diterapkan pada buntut sapi. Anda bisa menggunakan alat panggangan atau obor kecil untuk membakar bulu hingga sebagian besar rontok. Penting untuk berhati-hati agar tidak sampai menghanguskan daging buntut sapi itu sendiri.
Setelah proses pembakaran selesai, sisa bulu yang masih menempel perlu dikerok hingga bersih. Gunakan pisau atau sendok untuk mengerok perlahan permukaan buntut sapi, memastikan tidak ada bulu yang tertinggal. Tahap ini akan membuat permukaan buntut sapi menjadi lebih halus dan siap untuk diolah tanpa gangguan bulu.
Teknik Perebusan dan Pengerokan Bulu Buntut Sapi
Metode perebusan juga sangat membantu dalam proses penghilangan bulu pada buntut sapi, terutama untuk melunakkan kulit dan bulu agar lebih mudah dikerok. Proses ini dikenal sebagai blanching, yaitu merendam buntut sapi dalam air mendidih selama kurang lebih 5 hingga 10 menit. Blanching berfungsi untuk mengeluarkan kotoran dan lemak berlebih, serta mengurangi aroma tidak sedap.
Setelah proses blanching, segera bilas buntut sapi dengan air bersih hingga maksimal untuk menghilangkan sisa kotoran dan lemak yang terlepas. Kulit buntut sapi akan menjadi lebih lunak, sehingga memudahkan tahap pengerokan. Proses ini juga membantu membuat kuah masakan menjadi lebih jernih di kemudian hari.
Selanjutnya, gunakan pisau tajam atau sendok untuk mengerok sisa bulu dan lemak yang masih menempel pada buntut sapi. Lakukan pengerokan dengan hati-hati dan teliti hingga permukaan buntut sapi benar-benar bersih dari bulu dan bagian-bagian yang tidak diinginkan. Pastikan tidak ada bulu yang terlewat agar hasil masakan optimal.
Alternatif Pembersihan Bulu dengan Kapur Sirih
Meskipun lebih umum digunakan untuk membersihkan kulit sapi secara keseluruhan, metode menggunakan kapur sirih juga dapat dipertimbangkan untuk buntut sapi. Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah buntut sapi berbulu yang sudah dicuci, air secukupnya, dan bubuk kapur sirih. Metode ini memerlukan kehati-hatian ekstra dalam pembilasan.
Prosesnya melibatkan perebusan buntut sapi dalam air mendidih yang telah dicampur dengan kapur sirih. Setelah direbus, angkat buntut sapi dan kerok bulunya sampai rontok dan bersih. Kapur sirih membantu melonggarkan ikatan bulu dengan kulit, sehingga lebih mudah untuk dihilangkan.
Setelah pengerokan, sangat penting untuk membilas buntut sapi di bawah air mengalir secara menyeluruh. Pembilasan ini bertujuan untuk menghilangkan semua sisa kapur sirih yang mungkin menempel pada buntut sapi. Kemudian, rebus kembali buntut sapi selama 30-35 menit untuk memastikan bau kapur sirih hilang sepenuhnya dan buntut sapi siap diolah.
Menghilangkan Bau Prengus dan Mengempukkan Buntut Sapi
Setelah bulu berhasil dihilangkan, langkah selanjutnya adalah membersihkan buntut sapi lebih lanjut dan mempersiapkannya untuk dimasak. Salah satu tahapan penting adalah perebusan ganda yang efektif untuk menghilangkan bau prengus atau amis yang kuat. Perebusan pertama dilakukan untuk membuang kotoran dan bau awal.
Pada perebusan pertama, masukkan buntut ke dalam air mendidih yang sudah diberi daun salam dan jahe, lalu rebus selama sekitar 15 menit. Setelah itu, buang air rebusan pertama ini karena mengandung kotoran dan bau prengus yang tidak diinginkan. Langkah ini sangat krusial untuk mendapatkan kaldu yang jernih dan tidak berbau.
Kemudian, didihkan kembali air yang baru, masukkan buntut sapi, dan masak bersama bumbu-bumbu sesuai resep hingga empuk. Untuk mengempukkan buntut sapi, proses perebusan dengan api kecil dan durasi yang lama, sekitar 2-3 jam, sangat disarankan. Selama perebusan, tambahkan air jika kaldu mulai surut, dan hindari penggunaan panci presto agar rasa kaldu tidak terpengaruh.
Tips Tambahan untuk Kebersihan Maksimal Buntut Sapi
Selain metode utama penghilangan bulu dan bau, ada beberapa tips tambahan yang dapat memastikan kebersihan maksimal buntut sapi. Selalu pilih buntut sapi yang segar dengan warna merah cerah dan tekstur kenyal. Hindari yang berbau menyengat atau memiliki bercak kehitaman.
Setelah semua proses pembersihan selesai, periksa kembali setiap bagian buntut sapi secara teliti. Pastikan tidak ada sisa bulu, kotoran, atau lemak yang terlewat. Jika perlu, lakukan pengerokan ulang pada area yang masih terlihat kurang bersih. Ketelitian adalah kunci untuk hasil masakan yang sempurna.
Untuk penyimpanan, buntut sapi yang sudah bersih dapat langsung diolah atau disimpan dalam wadah kedap udara di lemari es. Jika ingin disimpan lebih lama, masukkan ke dalam freezer. Dengan penanganan yang tepat, buntut sapi akan selalu siap diolah menjadi hidangan istimewa kapan saja.
Resep Sop Buntut Sapi: Lezat dan Menggugah Selera
Setelah buntut sapi bersih sempurna, saatnya mengolahnya menjadi hidangan yang lezat, seperti sop buntut sapi. Resep ini akan menghasilkan sop dengan kuah kaldu bening, daging empuk, dan aroma rempah yang menggugah selera.
Bahan-Bahan yang Dibutuhkan:
- 1 kg buntut sapi, yang sudah bersih dan dipotong-potong
- 2 liter air
- 2 lembar daun salam
- 3 cm jahe, memarkan
- 2 batang serai, memarkan
- 2 buah wortel, potong bulat
- 2 buah kentang, potong dadu
- 2 batang daun bawang, iris
- 2 batang seledri, iris
- Bawang goreng untuk taburan
- Garam secukupnya
- Gula secukupnya
- Lada bubuk secukupnya
Bumbu Halus:
- 8 siung bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 1/2 sendok teh pala bubuk
- 1/2 sendok teh merica butiran
Cara Membuat Sop Buntut Sapi:
- Didihkan air, masukkan buntut sapi yang sudah bersih, daun salam, jahe, dan serai. Rebus hingga buntut sapi empuk, sekitar 2-3 jam dengan api kecil. Buang air rebusan pertama jika ingin kaldu lebih jernih, lalu ganti dengan air baru dan lanjutkan merebus.
- Angkat buntut sapi, saring kaldunya dan sisihkan.
- Tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan bumbu tumis ke dalam kaldu.
- Masukkan kembali buntut sapi ke dalam kaldu. Tambahkan wortel dan kentang, masak hingga sayuran empuk.
- Bumbui dengan garam, gula, dan lada bubuk sesuai selera. Koreksi rasa.
- Sebelum diangkat, masukkan irisan daun bawang dan seledri. Aduk sebentar.
- Sajikan sop buntut sapi selagi hangat, taburi dengan bawang goreng.
Hidangan ini sangat cocok dinikmati bersama nasi hangat dan sambal.
Pertanyaan dan Jawaban seputar Cara Membersihkan Buntut Sapi
1. Bagaimana cara paling efektif menghilangkan bulu pada buntut sapi?
Cara paling efektif adalah dengan metode pembakaran atau singeing menggunakan api kecil untuk membakar bulu halus yang menempel. Setelah itu, buntut sapi dikerok menggunakan pisau atau sendok hingga permukaannya benar-benar bersih dari sisa bulu.
2. Kenapa buntut sapi harus direbus dua kali sebelum dimasak?
Perebusan dua kali membantu menghilangkan kotoran, lemak berlebih, dan bau prengus pada buntut sapi. Air rebusan pertama biasanya dibuang karena mengandung darah dan kotoran yang dapat membuat kuah menjadi keruh dan berbau.
3. Apa fungsi jahe dan daun salam saat merebus buntut sapi?
Jahe dan daun salam berfungsi untuk mengurangi bau amis atau prengus pada buntut sapi. Selain itu, kedua bahan ini juga membantu memberikan aroma kaldu yang lebih harum dan segar.
4. Berapa lama waktu merebus buntut sapi agar empuk?
Buntut sapi umumnya membutuhkan waktu perebusan sekitar 2 hingga 3 jam dengan api kecil agar teksturnya benar-benar empuk. Proses perebusan perlahan juga membantu menghasilkan kaldu yang lebih gurih dan kaya rasa.
5. Bagaimana cara membuat kuah sop buntut tetap bening?
Agar kuah sop buntut tetap bening, lakukan blanching atau perebusan awal selama beberapa menit lalu buang air pertamanya. Setelah itu, gunakan air baru untuk merebus buntut sapi dan saring kaldu sebelum dimasak bersama bumbu.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417370/original/044342700_1763531315-Ilustrasi_Dongeng_Sunda_Merpati_dan_Semut__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6474520/original/082061900_1779335342-IMG-20260521-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5137413/original/074690200_1739945059-bluebird-provisions-CjmlUpo3eAw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6471405/original/064057100_1779332780-ChatGPT_Image_May_21__2026__10_03_12_AM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6501655/original/060333500_1779357823-unnamed.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5634192/original/046516600_1778234460-jepang-larang-warganya-konsumsi-hati-mentah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5320820/original/064814900_1755647743-000_69L83CQ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6495999/original/037925200_1779353000-unnamed__8_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511192/original/076895800_1771899269-Setup_Roti_Tawar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6492051/original/029996700_1779349854-ChatGPT_Image_21_Mei_2026__14.50.20.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6491299/original/013982300_1779349202-Rekomendasi_Bakso_Enak_di_Kasihan__Bantul.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5528537/original/052440100_1773287361-Gemini_Generated_Image_lplkyclplkyclplk.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3931370/original/086325100_1644576547-shutterstock_2068390973.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522637/original/052913400_1772771589-unnamed__10_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6490698/original/005487200_1779348748-Untitled1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6399410/original/054489000_1779273607-IMG-20260520-WA0027.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6487181/original/097477800_1779345853-unnamed_-_2026-05-21T133820.025.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6289651/original/016466600_1779164416-Gemini_Generated_Image_eltmbmeltmbmeltm.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6489945/original/045626700_1779348154-unnamed__21_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496856/original/073847200_1770607378-unnamed__11_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432085/original/094521500_1764755867-Vidio_Guideline_2025_NON-SPORTS_IGF_-_Horizontal_-_arya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483775/original/060597100_1769403155-victoria_beckham.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3513012/original/025088600_1626429232-kevin_hackert.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484152/original/054897800_1769414667-Gemini_Generated_Image_px7w5npx7w5npx7w.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498890/original/093027800_1770725754-image__57_.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5485154/original/028256900_1769496101-siti_nadia.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488195/original/057422900_1769740878-Kelelawar_di_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483058/original/082385200_1769322591-20260125_132615.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5130439/original/091465400_1739343321-54318718348_fb712dec5a_c__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516283/original/012128900_1772274598-WhatsApp_Image_2026-02-27_at_19.33.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482171/original/016117100_1769163345-Depositphotos_150827586_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480205/original/065971100_1769049178-unnamed__56_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483002/original/061252400_1769316245-074418100_1542783768-photo-1526130963484-68fa9ba0717a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518622/original/086723800_1772514079-cropped-4c856ac0-ea24-40bb-a37b-540c0d601eeb.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Amerika Serikat Resmi Keluar dari WHO, Ini 3 Hal yang Perlu Diperhatikan](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/Ijzr3v2dUoIhbDr5hvRjx1LSTrg=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456539/original/029590800_1766901849-WhatsApp_Image_2025-12-28_at_10.08.30_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2245386/original/050027300_1528618987-20180610-mudik-stasiun_tugu3-yogya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479933/original/062236400_1768996558-Bridestory_Wedding_Trend_-_Petal_Dreamscapes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490055/original/041786300_1769987581-Matera_Reside.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480757/original/063578900_1769066765-Angonjiwo_Resto_-_Mardika_Sariyyudin_HL.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486728/original/017225600_1769597871-drw.jpg)