Liputan6.com, Jakarta - Pakcoy merupakan salah satu jenis sayuran hijau yang sangat populer dalam masakan rumahan Indonesia. Sayuran ini sering diolah menjadi tumisan, campuran sup, hingga pelengkap menu sehat karena rasanya ringan dan teksturnya renyah. Namun, tidak sedikit orang mengeluhkan pakcoy yang terasa pahit setelah dimasak.
Rasa pahit pada pakcoy sebenarnya bukan berasal dari sayuran itu sendiri, melainkan dari cara pengolahan yang kurang tepat. Kesalahan kecil seperti terlalu lama memasak atau salah urutan memasukkan bahan bisa mengubah cita rasa pakcoy secara signifikan. Akibatnya, hidangan yang seharusnya segar justru terasa kurang nikmat.
Banyak orang menganggap rasa pahit pada pakcoy adalah hal yang wajar dan tidak bisa dihindari. Padahal, dengan teknik memasak yang tepat, pakcoy justru bisa memiliki rasa manis alami dan tekstur yang menyenangkan. Kunci utamanya terletak pada pemilihan bahan, teknik memasak, dan pengaturan waktu.
Dengan memahami cara memasak yang benar, pakcoy bisa menjadi menu andalan yang sehat dan lezat. Prosesnya pun tidak rumit dan bisa diterapkan di dapur rumah sehari-hari. Berikut cara memasak pakcoy agar tidak pahit dan tetap menggugah selera saat disajikan, Rabu (7/1/2026).
1. Memilih Pakcoy Segar dengan Ciri Fisik yang Tepat
Langkah pertama yang sangat menentukan rasa akhir pakcoy adalah pemilihan bahan yang segar. Pakcoy segar biasanya memiliki daun berwarna hijau cerah tanpa bercak kuning atau cokelat. Batangnya terlihat kokoh, berair, dan tidak mudah patah saat ditekan ringan.
Pakcoy yang sudah layu atau terlalu lama disimpan cenderung memiliki rasa getir alami. Kandungan air yang berkurang membuat senyawa pahit di dalam daun lebih terasa saat dimasak. Oleh karena itu, sebaiknya pilih pakcoy yang baru dipanen atau masih tampak segar di pasar.
Dengan menggunakan pakcoy segar, proses memasak menjadi lebih singkat dan efisien. Rasa alami sayuran akan lebih dominan tanpa perlu banyak tambahan bumbu. Hasil masakan pun terasa lebih ringan, segar, dan tidak meninggalkan rasa pahit di lidah.
2. Mencuci Pakcoy dengan Benar agar Bebas Kotoran
Mencuci pakcoy tidak boleh dilakukan secara asal, karena sisa tanah dan kotoran bisa memengaruhi rasa masakan. Gunakan air mengalir agar kotoran benar-benar terangkat dari sela-sela daun. Proses ini juga membantu menjaga kebersihan dan keamanan makanan.
Bagian pangkal pakcoy sering menjadi tempat menumpuknya tanah halus. Jika tidak dibersihkan dengan baik, kotoran tersebut dapat menimbulkan rasa tidak sedap saat dimasak. Oleh karena itu, membuka sedikit helaian daun saat mencuci sangat dianjurkan.
Setelah dicuci, tiriskan pakcoy hingga airnya berkurang. Air berlebih dapat membuat pakcoy seperti direbus saat ditumis. Kondisi ini berpotensi memicu rasa pahit dan tekstur yang terlalu lembek.
3. Memotong Pakcoy dengan Teknik yang Tepat
Cara memotong pakcoy sering dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh pada hasil akhir masakan. Potongan yang terlalu kecil membuat pakcoy cepat matang dan mudah layu. Sebaliknya, potongan terlalu besar bisa menyebabkan bagian batang tidak matang merata.
Idealnya, pakcoy dipotong menjadi dua atau tiga bagian sesuai ukurannya. Jika batangnya besar, sebaiknya pisahkan antara batang dan daun. Cara ini memudahkan pengaturan waktu memasak masing-masing bagian.
Dengan teknik potong yang tepat, pakcoy bisa matang secara seimbang. Daunnya tetap hijau dan lembut, sementara batangnya renyah dan tidak keras. Rasa pahit pun dapat diminimalkan secara alami.
4. Menghindari Proses Memasak yang Terlalu Lama
Salah satu penyebab utama pakcoy terasa pahit adalah dimasak terlalu lama. Panas berlebih membuat senyawa alami pada daun berubah rasa. Akibatnya, pakcoy kehilangan kesegaran dan berubah menjadi pahit.
Pakcoy termasuk sayuran yang cepat matang. Proses memasak idealnya hanya berlangsung beberapa menit saja. Tumisan singkat sudah cukup untuk melunakkan batang dan daun tanpa merusak rasa.
Dengan memasak pakcoy dalam waktu singkat, warna hijau cerah tetap terjaga. Tekstur sayuran pun tidak lembek. Selain lebih enak, kandungan nutrisinya juga tetap optimal.
5. Mengatur Besar Api agar Pakcoy Tidak Rusak
Penggunaan api yang terlalu besar sering membuat pakcoy cepat layu dan gosong. Kondisi ini memicu munculnya rasa pahit yang tidak diinginkan. Selain itu, api besar juga membuat bumbu sulit meresap sempurna.
Api sedang adalah pilihan terbaik untuk memasak pakcoy. Panas yang stabil membantu sayuran matang perlahan tanpa kehilangan kelembapannya. Proses ini menjaga keseimbangan rasa dan tekstur.
Dengan api yang tepat, pakcoy bisa matang merata dari batang hingga daun. Masakan terlihat lebih segar dan menggugah selera. Rasa pahit pun bisa dihindari dengan mudah.
6. Memasukkan Pakcoy pada Waktu yang Tepat
Urutan memasukkan bahan saat memasak sangat memengaruhi hasil akhir. Pakcoy sebaiknya tidak dimasukkan di awal proses memasak. Jika terlalu lama terkena panas, daunnya akan cepat layu dan pahit.
Pakcoy idealnya dimasukkan setelah bumbu dan bahan utama matang. Dengan cara ini, pakcoy hanya terkena panas dalam waktu singkat. Daunnya tetap segar dan batangnya tidak overcooked.
Teknik ini sangat cocok untuk tumisan, capcay, atau masakan berkuah. Pakcoy tetap mempertahankan tekstur dan warnanya. Rasa pahit pun bisa diminimalkan secara signifikan.
7. Menambahkan Garam di Tahap Akhir Memasak
Garam memiliki peran penting dalam proses memasak sayuran. Jika ditambahkan terlalu awal, garam dapat menarik air dari pakcoy. Hal ini membuat sayuran cepat layu dan terasa pahit.
Menambahkan garam di tahap akhir membantu menjaga tekstur pakcoy. Air alami di dalam daun tidak langsung keluar. Rasa segar pakcoy pun tetap terjaga.
Takaran garam juga perlu diperhatikan agar tidak berlebihan. Garam yang pas akan menonjolkan rasa alami pakcoy. Masakan terasa seimbang dan lebih lezat.
8. Mengombinasikan Pakcoy dengan Bahan Penyeimbang Rasa
Mengombinasikan pakcoy dengan bahan tertentu dapat membantu menetralkan rasa pahit. Bawang putih, jahe, dan saus tiram sering digunakan untuk tujuan ini. Bahan-bahan tersebut memberikan aroma dan rasa gurih yang seimbang.
Minyak wijen atau kaldu ringan juga bisa menjadi tambahan yang tepat. Bahan ini membantu memperkaya rasa tanpa menutupi cita rasa pakcoy. Masakan pun terasa lebih kompleks dan nikmat.
Dengan kombinasi bahan yang tepat, pakcoy menjadi lebih mudah diterima oleh semua lidah. Rasa pahit dapat diminimalkan secara alami. Hidangan sederhana pun terasa lebih istimewa.
Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan
1. Kenapa pakcoy sering terasa pahit setelah dimasak?
Biasanya karena dimasak terlalu lama, menggunakan api besar, atau dimasukkan terlalu awal ke dalam masakan.
2. Apakah pakcoy perlu direbus sebelum ditumis?
Tidak perlu, pakcoy bisa langsung ditumis agar teksturnya tetap renyah dan rasanya tidak pahit.
3. Bagian pakcoy mana yang paling sensitif terhadap panas?
Daunnya lebih cepat layu dan pahit dibandingkan batangnya.
4. Apakah pakcoy lebih baik dimasak setengah matang?
Ya, pakcoy justru lebih enak jika dimasak sebentar agar tetap segar dan renyah.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3258803/original/009122700_1601951757-IMG_3105.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467313/original/033124000_1767871057-tomorrowland.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5293823/original/060710400_1753343575-pexels-kezia-lynn-10955977-6205787.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465382/original/061536000_1767766631-bubur_ayam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4922960/original/072839100_1724130498-buddha-4369046_1280.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466634/original/002783500_1767850239-ChatGPT_Image_Jan_8__2026__12_28_31_PM.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4647116/original/079119200_1699884083-messageImage_1699881693200.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467137/original/000531500_1767864178-Smart_Scenting_Diffuser.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4143319/original/053391300_1662017434-shutterstock_693264859.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463809/original/046210200_1767671366-Screenshot_2026-01-06_103939.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466288/original/049369800_1767841517-WhatsApp_Image_2026-01-08_at_08.58.27__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466987/original/001038000_1767859673-Selai_buah_salak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466713/original/009062500_1767852115-Membuat_Bolu_Kukus_Lembut_dengan_Magic_Com_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4509373/original/060048900_1689911239-male-chef-kitchen-cooking-dish-frying-pan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4818849/original/098862200_1714614468-Snapinsta.app_440888931_18434016823004867_8565281513149727272_n_1080.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437618/original/040073000_1765257957-gulai_ayam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4986252/original/090832800_1730345191-Kale_Carrot_Juice_Recipe.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466405/original/051928200_1767844235-Callum_Turner.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466322/original/032413400_1767842333-Sambal_Ayam_Goreng.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466197/original/033876000_1767839642-kroket_kentang_isi_ayam_wortel.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373357/original/048602800_1759820171-SnapInsta.to_560669028_18535972480043602_4721668802629419488_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4763684/original/016326400_1709707430-kereta_api_nataru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371768/original/035487700_1759720376-2024-04-09.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1754987/original/026621500_1509348143-20171030-Vietnam-Adit1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360651/original/024353600_1758712937-SnapInsta.to_549127995_18051123983556714_494170281947543192_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347525/original/083062600_1757675276-SnapInsta.to_543107841_18526684450015278_5485787036975048528_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4544161/original/099781700_1692463898-WhatsApp_Image_2023-08-19_at_10.23.31_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350664/original/027185300_1758004811-Screenshot_2025-09-16_133834.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4918754/original/030969800_1723694238-cimahi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348639/original/004944200_1757841924-Screenshot_2025-09-14_162436.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352627/original/038329600_1758105491-unnamed__30___1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363725/original/098536500_1758960184-unnamed__35_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371271/original/098149800_1759644548-unnamed__48_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1474388/original/004496700_1484626501-IMG_20170110_123013.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373631/original/044574800_1759826535-unnamed__57_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4836979/original/089302800_1716174604-20240519BL_Stadion_Batakan_20.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390488/original/063405100_1761278709-Premier_League_2025-26_ATK_BOLA__2_.jpg)