7 Destinasi Wisata Terpopuler di Jepang di Kalangan Wisatawan Mancanegara, Kyoto Teratas

13 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Dalam sebuah survei yang hasilnya dirilis Sabtu, 9 Mei 2026, ternyata hanya tujuh dari 47 prefektur di Jepang menjadi destinasi wisata wisata utama wisatawan mancanegara (wisman). Kyoto berada di lokasi teratas.

Survei itu menggunakan data lokasi aplikasi ponsel pintasr untuk meneliti lalu lintas turis asing di sekitar 25 ribu distrik di seluruh negeri, tidak termasuk area di sekitar bandara. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan perusahaan analisis data Unnery Inc dan Kyodo News pada 2025 tersebut, mereka menyusun 100 lokasi yang paling banyak didatangi wisman.

Ke-100 destinasi wisata itu tersebar di 22 prefektur. Mengutip Kyodo News, Minggu, 10 Mei 2026, Kyoto memiliki jumlah lokasi terbanyak di antara 100 lokasi teratas, yaitu 17, diikuti oleh Hokkaido dengan 16 dan Kanagawa dengan 11. Yamanashi, Osaka, Okinawa, dan Tokyo masing-masing memiliki antara enam dan delapan lokasi.

Berdasarkan lokasi, kawasan resor ski Niseko di Hokkaido berada di peringkat pertama, sementara area di sekitar Kuil Kiyomizu, situs Warisan Dunia UNESCO di Kyoto, berada di peringkat ke-12. Lokasi lain yang memiliki konsentrasi pengunjung asing yang tinggi termasuk kawasan resor pemandian air panas Hakone di Kanagawa dan Lima Danau Fuji, yang terletak di kaki Gunung Fuji, puncak tertinggi di Jepang.

Kawasan Ginzan Onsen, sebuah resor pemandian air panas di Yamagata, adalah satu-satunya dari enam prefektur di wilayah timur laut Tohoku yang masuk dalam 100 besar, berada di peringkat keempat. Resor ini terkenal di media sosial sebagai tempat ziarah bagi penggemar manga dan anime populer Jepang, Demon Slayer.

Diversifikasi Destinasi Wisata Mendesak

Naoshima, sebuah pulau di Laut Pedalaman Seto yang menarik wisatawan dengan museum seninya, berada di peringkat ke-13. Tempat itu satu-satunya destinasi di wilayah Shikoku di Jepang barat yang masuk dalam daftar.

Sementara, 25 prefektur, termasuk beberapa di sepanjang pantai Laut Jepang, tidak memiliki satu pun lokasi yang masuk dalam 100 besar, karena pengunjung asing berbondong-bondong ke destinasi yang diakui secara internasional.

"Meningkatkan penyebaran pengunjung asing secara regional adalah tugas yang mendesak," kata seorang pejabat Asosiasi Agen Perjalanan Jepang.

Data yang dikumpulkan Badan Pariwisata Jepang menunjukkan bahwa Tokyo serta Osaka, Kyoto, Hokkaido, dan Okinawa menyumbang 69,7 persen dari total kunjungan tamu asing di fasilitas akomodasi pada 2025, sementara 31 prefektur lainnya menyumbang kurang dari 1 persen.

Turis Paling Banyak Menginap di Tokyo

Tokyo mencatat jumlah kunjungan wisatawan asing terbanyak di fasilitas akomodasi pada 2025 dengan 59,59 juta kunjungan, dari total sekitar 177,87 juta kunjungan, menurut angka sementara. Dari segi pengeluaran, Tokyo juga berada di peringkat pertama, dengan wisatawan asing menghabiskan sekitar 3,29 triliun yen (sekitar Rp364,9 triliun), sementara Prefektur Shimane berada di peringkat terakhir dengan 2,25 miliar yen.

Jumlah wisatawan asing ke Jepang telah pulih dengan cepat setelah penurunan tajam selama pandemi COVID-19, mencapai rekor 42,68 juta pada 2025, menurut Organisasi Pariwisata Nasional Jepang (JNTO). Pemerintah bertujuan untuk meningkatkan jumlah wisatawan asing menjadi 60 juta dan pengeluaran tahunan mereka menjadi 15 triliun yen pada 2030.

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, mengungkapkan bahwa wisatawan asal Jepang dalam waktu dekat dapat bertransaksi di Indonesia menggunakan QR code melalui skema QRIS cross border. Langkah ini menandai penguatan sistem pembayaran digital lintas negara yang semakin memudahkan wisatawan dalam bertransaksi tanpa perlu menukar uang tunai.

Skema QRIS untuk Turis Jepang

Filianingsih menyampaikan bahwa implementasi tersebut telah memperoleh izin dari otoritas keuangan Jepang, Financial Services Agency (FSA). "Sebentar lagi akan ada Indonesia inbound di mana izinnya sudah diberikan oleh FSA dari Jepang," katanya dalam sambutan daring pada acara peluncuran dokumen konsultatif industri terkait kerangka pengaturan aset keuangan digital dikutip dari Antara, Kamis, 23 April 2026.

Kerja sama QRIS lintas negara antara Indonesia dan Jepang telah dimulai sejak 17 Agustus 2025. Kolaborasi ini melibatkan sejumlah pihak, seperti Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia, Ministry of Economy Trade and Industry, Payment Japan Association, hingga perusahaan teknologi pembayaran Netstars.

Implementasi QRIS inbound ini diharapkan semakin mempermudah wisatawan Jepang saat berbelanja atau bertransaksi selama berada di Indonesia. Tak hanya Jepang, Bank Indonesia juga tengah memperluas implementasi QRIS lintas negara untuk wisatawan asal Korea Selatan. Filianingsih menyebut, kerja sama QRIS antara Indonesia dan Korea Selatan resmi diluncurkan pada 1 April 2026. 

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |