600 Turis Asing di Pulau Socotra Yaman Terdampar, Efek Konflik Arab Saudi versus UEA

1 day ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Nasib sekitar 600 turis asing yang sedang berlibur ke Pulau Socotra, Yaman, mendadak terkatung-katung seiring meningkatnya konflik antara Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi. Layanan penerbangan di bandara utama pulau itu terhenti menyusul krisis yaang semakin dalam antara UEA dan Arab Saudi di daratan Yaman.

"Tidak ada yang memiliki informasi dan semua orang hanya ingin kembali ke kehidupan normal mereka," kata Aurelija Krikstaponiene, seorang warga Lithuania yang melakukan perjalanan ke Socotra pada malam Tahun Baru, dikutip dari AsiaOne, Rabu (7/1/2026).

Ia semestinya terbang kembali ke Abu Dhabi pada Minggu, 4 Desember 2025, tetapi sekarang mungkin harus melakukan perjalanan melalui Jeddah di Arab Saudi sebagai gantinya, karena kendali UEA atas pulau itu melemah. Indikasinya jelas. Maskapai penerbangan Yaman mengatakan pada Senin malam, 5 Januari 2026, bahwa mereka akan mengoperasikan penerbangan ke Jeddah pada hari ini.

Ketidakpastian itu membuat turis kebingungan, terutama karena stok uang tunai mereka menipis. "Kami memiliki uang tunai yang terbatas, dan sebagian besar orang akan kehabisan dalam dua atau tiga hari," kata Maciej, seorang turis Polandia yang merupakan bagian dari kelompok yang terdiri dari 100 orang lainnya, kepada Reuters.

"Tidak ada terminal pembayaran atau ATM di sini dan transfer bank juga tidak dapat dilakukan. Semuanya bergantung pada uang tunai. Ketika uang tunai habis, kami akan tidur di luar dan bergantung pada bantuan makanan dari penduduk setempat," katanya, menambahkan bahwa ia tidak diperingatkan tentang kemungkinan konflik ketika memesan perjalanannya.

Daya Tarik Wisata Pulau Socotra

Socotra yang terletak lebih dari 300 km di selatan pantai Yaman sebelumnya hanya bisa diakses via udara melalui UEA. Turis asing juga hanya bisa memesan paket wisata ke Pulau Socotra melalui Abu Dhabi. 

Pulau itu menawarkan pantai-pantai yang memesona dan flora yang unik, seperti pohon darah naga Socotra yang jadi ikon setempat. Pulau ini terletak di Teluk Aden, di sepanjang jalur pelayaran menuju Laut Merah. 

Socotra berada di bawah kendali efektif UEA pada 2018 ketika pesawat angkut militer Emirat pertama kali mendarat di pulau itu. Tank dan pasukan yang diturunkan merupakan bagian dari upaya UEA untuk memperluas pengaruhnya atas perairan di wilayah tersebut, termasuk Selat Bab al-Mandab antara Tanduk Afrika dan Semenanjung Arab.

"Socotra berfungsi seperti kapal induk yang tak dapat tenggelam, berada di jantung sistem Bab al-Mandab, di tengah koridor perdagangan yang menghubungkan Eropa, Asia, dan Afrika," kata Andreas Krieg, profesor madya di King's College London.

"Bahkan tanpa menembakkan satu tembakan pun, aktor yang memiliki akses yang andal ke pulau itu memperoleh pengaruh penting: untuk mengamati, berpotensi mencegat, dan memproyeksikan pengaruh." 

UEA Bangun Wisata Minat Khusus di Pulau Socotra

Pasukan UEA awalnya tidak disambut baik ketika pertama kali mendarat pada 2018, dengan pemerintah Yaman yang didukung Saudi menuduh Abu Dhabi merebut pelabuhan dan bandara pulau itu. Namun didukung kelompok separatis Dewan Transisi Selatan (STC), UEA akhirnya menguasai pulau itu.

Dengan kehadiran Emirat, uang mengalir ke proyek infrastruktur melalui organisasi kemanusiaan Yayasan Sheikh Khalifa, membawa listrik, air bersih, dan gas untuk memasak ke Socotra. UEA juga merenovasi bandara utama, menambahkan bangunan baru, dua hanggar, dan sistem navigasi modern untuk menara kontrol.

Pulau yang dulunya tenang itu berubah menjadi tujuan wisata khusus dengan para pelancong yang mencari tempat terpencil dapat memesan paket wisata hanya melalui Abu Dhabi untuk menikmati pantai dan satwa liar pulau tersebut. Socotra, yang lebih dekat ke Somalia daripada ke Yaman, sejauh ini terisolasi dari perang saudara yang telah menghancurkan daratan selama lebih dari 10 tahun.

Konflik Tajam Arab Saudi dan UEA Berdampak ke Pulau Socotra

Namun, peningkatan konflik terbaru ini mungkin tidak akan menyelamatkan kedamaian di Pulau Socotra. STC masih mengendalikan pulau itu hingga saat ini, tetapi bandara tidak lagi berada di bawah kendali UEA, menurut dua sumber bandara kepada Reuters. Fasilitas tersebut tetap ditutup.

Relasi UEA dan Arab Saudi retak. Arab Saudi telah melakukan serangan udara untuk membantu pasukan pemerintah Yaman melawan separatis di Yaman selatan yang didukung UEA, kelompok yang sama yang menguasai Socotra.

UEA tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai apakah semua pasukannya telah meninggalkan pulau itu. Sebuah sumber yang mengetahui langsung masalah ini mengatakan kepada Reuters bahwa pasukan tersebut telah pergi bulan lalu. Kantor media pemerintah Arab Saudi tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai kendali bandara.

Di tengah situasi tidak menentu, turis Rumania Bianca Cus berusaha menikmati sisa waktunya di pulau itu sampai penerbangan tiba. "Saya menikmati setiap hari di pulau ini, sama seperti sebelum kami mengetahui bahwa kami akan tinggal lebih lama," katanya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |