Tango Pilates, Latihan Terlihat Ringan yang Diam-Diam Menguji Kekuatan Tubuh

7 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Tango Pilates menghadirkan latihan yang sekilas tampak ringan dan mengalir. Gerakan meluncur di atas lantai terlihat mudah dilakukan, padahal setiap perpindahan posisi membutuhkan kerja otot yang cukup intens. Tubuh harus menjaga keseimbangan, kelenturan, sekaligus mengendalikan setiap gerakan agar tetap presisi.

Melansir Grazia, Senin (14/9/2026), metode ini memadukan prinsip Pilates dengan karakter gerakan tango. Pilates berfokus pada penguatan otot lapisan dalam, perbaikan postur, dan keseimbangan. Tango menambahkan tuntutan terhadap ketepatan gerak serta kemampuan menguasai tubuh, sehingga keduanya saling melengkapi dalam satu sesi latihan.

Metode tersebut dikembangkan penari dan koreografer asal Argentina, Silvana Nuñez. Ia memperkenalkan Tango Pilates dalam festival tango internasional Tarbes en Tango di Tarbes, Prancis. Nuñez memimpin kelas yang diikuti sekitar 20 penari amatir di studio Dans’6T.

Sesi latihan diawali dengan mengenali berbagai rantai otot yang bekerja saat menari tango. Peserta kemudian mempraktikkan teknik Pilates yang disesuaikan dengan kebutuhan postur tango. Beberapa gerakan dilakukan dengan pendekatan yang berbeda dari teknik Pilates konvensional agar tubuh lebih siap mengikuti karakter tarian.

Bagi Nuñez, latihan ini tidak berhenti pada kemampuan mengikuti gerakan dengan benar. Tango Pilates juga bertujuan membangun kesadaran tubuh secara mendalam. Peserta diharapkan memahami cara tubuh bergerak hingga tidak perlu lagi memikirkan setiap teknik.

Kesadaran tersebut membantu tubuh merespons gerakan secara lebih alami, seimbang, dan terkontrol.

Tango Pilates Bagi Pemula

Bagi pemula, mengikuti Tango Pilates untuk pertama kali dapat terasa cukup membingungkan karena latihan menuntut koordinasi berbagai bagian tubuh. Dalam sesi yang diamati, peserta mempelajari tiga kelompok rantai otot, yakni rantai anterior yang melibatkan psoas, rantai posterior dengan hamstring, serta rantai dalam yang mencakup otot perut.

Dalam teknik tango, bagian terakhir dikenal sebagai “mesin diam” karena menghasilkan tenaga yang menopang gerakan tanpa terlihat.

Latihan diawali pemanasan perlahan sebelum peserta bergerak mengikuti iringan musik electro tango. Salah satu gerakan dilakukan dengan menempatkan balok gabus di antara betis, lalu mengarahkan tubuh sedikit ke depan sambil berdiri dalam posisi demi-pointe atau bertumpu pada ujung jari kaki.

Instruktur kemudian memperbaiki posisi lutut dan mengarahkan peserta mengatur lengan agar tetap rileks, tidak kaku atau terlalu membulat seperti posisi balet.

Latihan Dasar seperti Langkah Dansa

Setelah melakukan berbagai latihan fisik, tango pilates mulai mengarahkan peserta untuk menerapkan kemampuan tubuh ke dalam gerakan tango. Latihan yang sebelumnya berfokus pada penguatan, postur, dan keseimbangan perlahan dihubungkan dengan langkah dansa yang lebih spesifik.

Peserta kemudian mencoba gerakan dasar seperti berjalan maju dan mundur dengan postur tubuh yang tetap terjaga. Setiap langkah dilakukan secara terarah dengan memperhatikan posisi tubuh, keseimbangan, serta koordinasi antar bagian tubuh.

Peralihan ini membuat latihan pilates yang sebelumnya terasa sederhana mulai memiliki fungsi yang lebih jelas. Gerakan tubuh yang terkontrol membantu mempersiapkan seseorang untuk melakukan langkah tango dengan lebih stabil dan percaya diri.

Meski langkah dansa terlihat ringan, gerakan tersebut tetap membutuhkan kekuatan, keseimbangan, dan kesadaran tubuh.

Melibatkan Kekuatan di Balik Gerakan yang Ringan

Tango pilates melibatkan latihan kekuatan menggunakan resistensi. Salah satu gerakannya dilakukan dengan mengangkat kaki kanan dan kiri secara bergantian setinggi mungkin ke arah depan. Posisi kaki dapat dibuat lurus maupun ditekuk selama gerakan berlangsung.

Meski terlihat sederhana, latihan tersebut membuat otot paha bekerja cukup intens. Gerakan dilakukan sambil tetap menjaga tubuh agar stabil, mengaktifkan otot inti, mempertahankan keseimbangan di ujung jari kaki, serta menjaga pandangan tetap lurus ke depan.

Kombinasi tersebut membuat satu gerakan melibatkan beberapa bagian tubuh secara bersamaan. Latihan yang terkontrol membantu membangun kesadaran terhadap posisi tubuh sekaligus kemampuan mengatur gerakan.

Dalam tango pilates, kekuatan otot psoas, hamstring, dan otot perut menjadi bagian penting yang mendukung gerakan tango.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |