Variasi Menu Ketupat yang Jarang Dicoba saat Lebaran, Tahu Guling Jadi Pilihan Menarik

14 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Lebaran selalu identik dengan kebersamaan, silaturahmi, dan tentu saja hidangan khas yang menggugah selera. Salah satu sajian wajib yang hampir selalu hadir di meja makan saat Hari Raya Idulfitri adalah ketupat. Olahan berbahan dasar beras yang dibungkus anyaman daun kelapa ini bukan hanya simbol tradisi, tetapi juga menjadi pasangan sempurna untuk berbagai lauk berkuah maupun berbumbu kental.

Ketupat memiliki cita rasa yang netral sehingga mudah dipadukan dengan aneka masakan Nusantara. Mulai dari sajian berkuah santan seperti opor dan gulai, hingga hidangan dengan saus kacang yang gurih dan sedikit manis. Teksturnya yang padat namun lembut membuat ketupat cocok dijadikan pengganti nasi saat perayaan Lebaran.

Jika Anda ingin menyajikan variasi menu berbahan ketupat selain yang itu-itu saja, ada banyak pilihan menarik yang bisa dicoba. Berikut ini enam ide menu olahan dari ketupat untuk Lebaran, mulai dari tahu guling yang sederhana hingga coto makassar yang kaya rempah, sebagaimana dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber pada Rabu (4/3/2026).

1. Tahu Guling

Tahukah kamu tentang Tahu Guling? Tahu Guling merupakan salah satu kuliner khas Yogyakarta dengan perpaduan rasa manis, pedas, dan segar yang digemari warga lokal maupun wisatawan. Ciri utamanya terletak pada kuah bumbu berwarna hitam kecokelatan yang membedakannya dari olahan tahu lainnya di Jawa Tengah.

Salah satu pelaku usaha yang masih melestarikan Tahu Guling adalah Pariyem (67), warga asli Yogyakarta yang telah berjualan sejak tahun 2008. Ia membuka warung bernama "Warung Soto Bu Par" di kawasan Tegalrejo, Kota Yogyakarta, dan memasukkan Tahu Guling ke dalam menu karena proses pembuatannya yang sederhana dan digemari masyarakat.

Menurut Pariyem, Tahu Guling memiliki rasa yang sesuai dengan lidah warga Yogyakarta karena perpaduan manis, pedas, dan segar dari tambahan daun jeruk. Melalui warung kecilnya, ia mampu menjual sekitar 10 hingga 20 porsi per hari, menunjukkan bahwa Tahu Guling masih diminati dan tetap bertahan sebagai bagian dari kuliner tradisional khas Yogyakarta.

"Cara bikin tahu guling itu simple dan pasti disukai sama warga Jogja karena rasanya yang manis pedas dan ada sedikit hint segar dari daun jeruk," ucapnya saat ditemui tim redaksi Liputan6.com pada Jumat (30/1/2026).

Walaupun prosesnya tergolong sederhana, ketelitian tetap dibutuhkan pada peracikan bumbu dan kuah, karena cita rasa Tahu Guling sangat bergantung pada keseimbangan manis dari gula jawa, segar, pedas, serta aroma rempah seperti daun jeruk, serai, daun salam, dan lengkuas. Takaran yang kurang tepat bisa membuat kuah terlalu manis, terlalu encer, atau justru kehilangan aroma khasnya.

“Setiap bumbu dan bahan dalam pembuatan Tahu Guling memiliki peran yang sangat penting,” ujar Pariyem.

Sebagai ide menu olahan dari ketupat untuk Lebaran yang jarang dibuat, Tahu Guling bisa menjadi opsi teratas karena penggunaan ketupat adalah hal krusial menurut Pariyem. Tahu Guling tidak akan menjadi hidangan jika tidak ada ketupat.

Untuk panduan praktis membuat Tahu Guling otentik khas Jogja dari Pariyem, cara membuatnya adalah: iris halus daun jeruk, lalu ulek bersama bawang putih, cabai rawit, dan garam hingga halus. Tambahkan kecap manis ke dalam bumbu ulek, aduk hingga tercampur rata. Selanjutnya, rebus gula jawa, daun salam, lengkuas, dan serai hingga gula larut dan kuah beraroma.

Setelah itu, siramkan kuah panas ke dalam bumbu ulek dan aduk hingga menyatu. Campurkan ketupat, tauge, kol, serta tahu dan tempe bacem dalam satu wadah, kemudian tuangkan kuah bumbu ke atas isian hingga merata. Terakhir, tambahkan bawang goreng dan kerupuk ukuran kecil sebagai pelengkap dan penambah tekstur. Tahu Guling siap disajikan dengan cita rasa manis, pedas, dan segar.

2. Kupat Tahu

Kupat tahu adalah hidangan tradisional yang populer di berbagai daerah di Indonesia, seperti Magelang, Solo, dan Bandung. Sajian ini terdiri dari ketupat, tahu goreng, tauge, dan kol, yang kemudian disiram dengan saus kacang atau kuah kecap berbumbu bawang putih. Setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri dalam penyajiannya.

Pada momen Lebaran, kupat tahu bisa menjadi alternatif menu yang praktis dan ekonomis. Rasanya yang gurih dan sedikit manis membuatnya disukai berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Ketupat sebagai bahan utama memberikan tekstur yang padat dan mengenyangkan, sehingga cocok disantap setelah bersilaturahmi.

Untuk menambah kelezatan, Anda bisa membuat saus kacang dengan tambahan sedikit air asam jawa agar rasanya lebih segar. Taburan seledri dan bawang goreng juga dapat memperkaya aroma. Jika ingin sensasi pedas, sambal rawit bisa disajikan terpisah agar setiap orang dapat menyesuaikan tingkat kepedasan sesuai selera.

3. Ketoprak

Ketoprak biasanya berbahan lontong atau bihun, tapi untuk Lebaran, ketupat bisa menjadi alternatif yang lebih istimewa. Ketupat menggantikan lontong, memberikan tekstur lebih padat dan kenyal, sehingga cocok disantap bersama keluarga.

Bahan utama Ketoprak Lebaran meliputi ketupat, tahu goreng, tauge, dan bihun. Semua bahan disiram dengan saus kacang gurih yang terbuat dari kacang tanah, bawang putih, gula merah, dan sedikit air asam jawa untuk menyeimbangkan rasa.

Penyajiannya bisa dihias dengan taburan bawang goreng, kerupuk, dan irisan timun agar tampilan lebih menarik. Dengan ketupat sebagai pengganti lontong, menu ini menjadi alternatif segar dan unik untuk melengkapi hidangan Lebaran tanpa meninggalkan cita rasa Nusantara yang autentik.

4. Ketupat Bakso Khas Banjarnegara

Ketupat bakso khas Banjarnegara mungkin belum sepopuler opor ayam yang biasa jadi hidangan lebaran, tetapi cita rasanya tak kalah menggoda. Sajian ini memadukan potongan ketupat dengan bakso daging sapi yang disajikan dalam kuah kaldu gurih dan hangat. Perpaduan tersebut menghasilkan hidangan yang sederhana namun sangat memuaskan.

Di daerah Banjarnegara, ketupat sering dijadikan pengganti mi atau bihun dalam semangkuk bakso. Tekstur ketupat yang kenyal dan padat memberikan sensasi berbeda dibandingkan mi. Kuah kaldu yang kaya rasa akan meresap ke dalam ketupat, menjadikannya semakin lezat saat disantap.

Menu ini cocok dihidangkan saat Lebaran sebagai variasi dari menu santan yang cenderung berat. Kuahnya yang bening dan segar dapat menjadi penyeimbang setelah menikmati opor atau gulai. Tambahkan sambal, saus, dan perasan jeruk nipis untuk memperkaya rasa sesuai selera keluarga Anda.

5. Pempek Ketupat

Pempek biasanya terbuat dari ikan dan sagu, tapi untuk Lebaran, ketupat bisa dijadikan bahan alternatif yang inovatif. Ketupat dipotong-potong dan digunakan sebagai “dasar” pempek, sehingga teksturnya lebih padat dan kenyal, sekaligus mudah menyerap kuah cuko yang gurih dan asam pedas.

Bahan utama Pempek Ketupat meliputi ketupat, telur rebus, dan saus cuko khas Palembang yang terbuat dari gula merah, cuka, bawang putih, cabai, dan garam. Potongan ketupat dicampur dengan telur rebus atau daging sesuai selera, kemudian disiram dengan kuah cuko yang pekat dan pedas sesuai selera keluarga.

Penyajian bisa dilengkapi dengan irisan timun segar dan taburan ebi sangrai untuk menambah aroma gurih. Menu ini cocok menjadi alternatif pempek tradisional, menawarkan cita rasa unik dari ketupat sekaligus menghadirkan sensasi baru untuk hidangan Lebaran.

6. Coto Makassar

Coto Makassar biasanya disajikan dengan ketupat atau lontong sebagai pengganti nasi, sehingga lebih praktis untuk menu Lebaran. Potongan ketupat yang kenyal akan menyerap kuah coto yang kaya rempah, membuat setiap suapan terasa gurih dan hangat.

Bahan utama terdiri dari daging sapi (biasanya bagian sandung lamur atau jeroan), bumbu halus seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, jintan, pala, dan rempah khas Makassar. Kuah coto direbus lama agar bumbu meresap sempurna ke dalam daging dan jeroan, menghasilkan aroma yang khas dan cita rasa yang kuat.

Penyajian cukup potong ketupat, letakkan di mangkuk, siram dengan kuah coto panas, dan tambahkan daging serta jeroan sesuai selera. Taburan bawang goreng, seledri, dan sambal serta jeruk nipis bisa memperkaya rasa. Coto Makassar dengan ketupat bisa menjadi alternatif menu Lebaran yang unik, lezat, dan menggugah selera.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Apa saja variasi menu ketupat yang bisa disajikan saat Lebaran selain opor ayam?

Selain opor ayam, ketupat bisa diolah menjadi berbagai menu unik seperti Tahu Guling khas Yogyakarta, Kupat Tahu, Ketoprak dengan saus kacang, Ketupat Bakso khas Banjarnegara, Pempek Ketupat, dan Coto Makassar. Menu-menu ini menghadirkan rasa gurih, pedas, manis, dan rempah yang kaya, sehingga menjadi alternatif menarik untuk perayaan Lebaran.

2. Apa itu Tahu Guling dan apa ciri khasnya?

Tahu Guling adalah kuliner khas Yogyakarta dengan perpaduan rasa manis, pedas, dan segar, biasanya disajikan dengan kuah berwarna hitam kecokelatan. Keunikan menu ini terletak pada bumbu yang menggunakan daun jeruk, gula jawa, serai, lengkuas, dan daun salam, serta ketupat sebagai bahan utama yang menambah tekstur padat dan kenyal.

3. Bagaimana cara membuat Kupat Tahu agar rasanya lezat dan pas untuk Lebaran?

Kupat Tahu dibuat dengan ketupat, tahu goreng, tauge, dan kol yang disiram saus kacang atau kuah kecap berbumbu bawang putih. Untuk menambah kelezatan, saus kacang dapat diberi sedikit air asam jawa, taburan bawang goreng, dan sambal rawit disajikan terpisah agar setiap orang bisa menyesuaikan tingkat pedasnya.

4. Apa kelebihan menggunakan ketupat dibanding lontong dalam menu seperti Ketoprak?

Ketupat memiliki tekstur lebih padat dan kenyal dibanding lontong, sehingga mampu menyerap bumbu dan kuah dengan lebih baik. Hal ini membuat Ketoprak atau menu lain lebih gurih dan terasa mengenyangkan, cocok disajikan untuk keluarga saat Lebaran.

5. Bisakah ketupat dijadikan bahan inovatif untuk menu lain, seperti pempek?

Ya, ketupat bisa dijadikan bahan dasar alternatif pempek, dikenal sebagai Pempek Ketupat. Ketupat dipotong-potong, dicampur dengan telur rebus atau daging, lalu disiram dengan kuah cuko khas Palembang. Teksturnya lebih padat dan mudah menyerap rasa, menawarkan sensasi baru yang unik untuk hidangan Lebaran.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |