Liputan6.com, Jakarta - Konflik Timur Tengah nyata berdampak pada sektor perjalanan global. Sejak konflik di Timur Tengah dimulai, negara-negara Asia, termasuk Asia Tenggara, melihat penurunan kedatangan wisatawan dari pasar jarak jauh, seperti Eropa dan Timur Tengah.
Pasar jarak pendek umumnya merujuk pada pasar yang berjarak hingga tiga jam penerbangan, sedangkan pasar jarak jauh berjarak lebih dari enam jam penerbangan, dengan segmen jarak menengah berada di antaranya.
"Pemesanan (dari Timur Tengah) benar-benar nol, dan mereka menunda perjalanan mereka hingga akhir tahun. Tetapi… kami masih belum tahu kapan mereka akan kembali, karena masalahnya sekarang adalah perang sangat tidak pasti," kata Mint Leong, Presiden Asosiasi Pariwisata Masuk Malaysia, mengutip Chanel News Asia, Selasa, 12 Mei 2026. Meskipun demikian, secara keseluruhan jumlah kedatangan pada Maret 2026 masih 'sangat positif'.
Di Thailand, direktur pemasaran dan komunikasi Pullman Phuket Panwa Beach Resort, Pimpisa Sukapasert, mengatakan bahwa jumlah wisatawan dari Timur Tengah telah menurun 30 hingga 50 persen sejak awal perang, sementara data dari awal Maret menunjukkan "penurunan tajam" dari Jerman, Rusia, Inggris, Prancis, dan Israel.
Perjalanan jarak jauh menjadi kurang dapat diprediksi karena gangguan wilayah udara, biaya bahan bakar yang lebih tinggi, dan kehati-hatian wisatawan yang terkait dengan konflik, kata Siamak Seyfi, seorang profesor madya di bidang geografi pariwisata di Universitas Oulu, Finlandia.
"Waktu perjalanan yang lebih lama dan peningkatan kemungkinan penundaan telah membuat perjalanan jarak jauh kurang menarik," kata Seyfi. "Pasar regional seperti Singapura, India, dan Tiongkok tetap lebih stabil (sebagai destinasi), dan wisatawan yang sensitif terhadap harga lebih bersedia melakukan perjalanan singkat," imbuhnya.
Tekanan Membayangi Sektor Pariwisata Asia Tenggara
Selain gangguan pada konektivitas pusat penerbangan di Teluk, harga tiket pesawat di beberapa rute Eropa telah naik hampir 100 persen. Konsultan pariwisata Nisha Abu Bakar, pendiri World Women Tourism mengatakan situasi itu mendorong pergeseran yang "sangat dapat dimengerti" menuju perjalanan yang lebih pendek dan lebih mudah diprediksi.
"Ketiga faktor tersebut mengarahkan permintaan ke arah perjalanan intra-Asia dan destinasi merespons sesuai dengan itu," katanya.
Meskipun jumlah kedatangan secara keseluruhan tetap stabil, beberapa otoritas pariwisata di kawasan ini mengisyaratkan beberapa bulan yang sulit di depan. Pada Konferensi Industri Pariwisata Singapura 2026 pada 8 Mei 2026, kepala eksekutif Singapore Tourism Board (STB) Melissa Ow memperingatkan bahwa permintaan perjalanan diperkirakan akan menurun dalam beberapa bulan mendatang karena konflik tersebut.
"Bisnis pariwisata kita berada di bawah tekanan akibat krisis dan ketidakpastian global yang terus berlanjut," kata Ow.
Perjalanan regional ke Singapura tetap stabil, dengan kedatangan internasional meningkat 10 persen secara tahunan pada Maret 2026. Pertumbuhan itu didorong kunjungan turis Asia, termasuk Indonesia, Tiongkok, dan Malaysia, dengan peningkatan masing-masing sebesar 23 persen, 12 persen, dan 27 persen, kata asisten kepala eksekutif STB, Oliver Chong, kepada CNA.
"Karena itu, kami bekerja sama erat dengan mitra pariwisata kami untuk beradaptasi dengan kondisi pasar yang terus berubah dan meluncurkan kampanye pada waktu yang tepat di semua pasar sumber," kata Chong.
Ubah Prioritas, Tambah Penerbangan
Situasi senada diungkapkan Tourism Malaysia yang menyebutkan kedatangan dari Asia Barat menurun sebesar 27,2 persen sejak perang, sementara kedatangan dari Afrika turun 8,4 persen. Pada 31 Maret 2026, Kementerian Pariwisata, Seni dan Budaya Malaysia (MOTAC) mengumumkan akan memprioritaskan pasar pariwisata yang 'berkinerja tinggi' dan 'stabil' di Asia, termasuk Tiongkok, Indonesia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, India, Bangladesh, dan Vietnam, di tengah perkembangan geopolitik.
Untuk menjemput bola, mereka mengumumkan perluasan rute. Penerbangan-penerbangan tersebut dijadwalkan akan dimulai pada Oktober 2026, termasuk penerbangan AirAsia dari Phuket ke Penang, penerbangan Batik Air dari Banda Aceh ke Kuala Lumpur, dan penerbangan Chongqing Airlines dari Chongqing ke Kota Kinabalu.
Perubahan strategi itu, kata Tourism Malaysia, menghasilkan 'kemajuan yang menggembirakan' dalam kinerja pariwisatanya. Pengunjung dari Asia Tenggara tetap menjadi pasar utama Malaysia, menyumbang sekitar 70 persen dari kedatangan antara Januari dan Maret tahun ini. Malaysia menargetkan 47 juta pengunjung internasional pada tahun 2026.
"Dengan memprioritaskan kawasan Asia-Pasifik yang lebih luas, termasuk kota-kota tingkat kedua dan ketiga, kami stabil dalam pertumbuhan karena Malaysia mencatat 3,43 juta pengunjung pada Maret 2026 dibandingkan dengan 3,37 juta pada tahun sebelumnya," katanya.
"Ini mencerminkan kekuatan inheren perjalanan jarak pendek, yang cenderung pulih lebih cepat karena aksesibilitas dan kepercayaan wisatawan."
Strategi Indonesia Atasi Menurunnya Kunjungan Turis dari Jauh
Indonesia juga melakukan upaya serupa, memprioritaskan pasar Asia Tenggara seperti Malaysia dan Singapura, bersama dengan pasar Asia Timur dan Oseania untuk Tiongkok, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.
"Pasar-pasar ini lebih dekat (ke Indonesia), tidak memerlukan transit melalui Timur Tengah dan relatif tidak terpengaruh oleh kenaikan harga tiket yang signifikan," kata Deputi Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini pada 24 April.
Kedatangan wisatawan asing ke Indonesia dari Januari hingga Maret tahun ini mencapai 3,44 juta, yang menandai 'pencapaian tertinggi sejak 2020'. Malaysia tetap menjadi sumber pengunjung terbesar.
Namun, kedatangan wisatawan dari Timur Tengah pada Maret 2026 turun 9,51 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara, pengunjung dari Eropa turun 8,5 persen, menurut data Kementerian Pariwisata Indonesia, seperti yang dilaporkan oleh The Jakarta Post pada 11 Mei.
Di Thailand, pihak berwenang sebelumnya mengatakan bahwa negara tersebut menargetkan pasar jarak pendek seperti Tiongkok, Malaysia, dan India. Kedatangan wisatawan Tiongkok meningkat 38 persen dibandingkan tahun sebelumnya pada Maret 2026. Pada April 2026, Bangkok Post melaporkan bahwa kunjungan dari Tiongkok ke Thailand, menjadi pertumbuhan tahunan terkuat.
Pergeseran Fokus Pasar Menuai Hasil
SebalIKNya, secara keseluruhan kedatangan wisatawan asing ke Thailand turun 3,45 persen dalam empat bulan pertama 2026 dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025. Tiga dari lima pasar utamanya, termasuk Malaysia dan Inggris, menurun 11 hingga 23 persen pada April 2026 karena perang, kata Kementerian Pariwisata dan Olahraga.
Gubernur Otoritas Pariwisata Thapanee Kiatphaibool mengatakan industri pariwisata kemungkinan akan menghadapi dampak berkepanjangan dari konflik tersebut, karena harga tiket pesawat yang lebih tinggi dan kapasitas tempat duduk yang terbatas memengaruhi rencana perjalanan jangka pendek, seperti dilaporkan Bangkok Post.
Pemulihan pariwisata global baru-baru ini dan pergeseran fokus Thailand ke pasar regional telah membantu meningkatkan jumlah pengunjung, kata Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) kepada CNA. Antara 1 Januari hingga 5 Mei 2026, turis dari India ke Thailand meningkat hampir 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sementara pengunjung dari Myanmar dan Filipina meningkat masing-masing sekitar 25 persen dan 3,8 persen.
Vietnam dan Filipina belum mengumumkan dorongan pariwisata untuk pasar Asia, tetapi para pelaku industri regional mengatakan kepada CNA bahwa mereka juga kemungkinan akan lebih fokus pada wisatawan jarak pendek dari kawasan tersebut.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6365177/original/034261900_1779240256-Untitlede.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5279763/original/079108700_1752158083-thomas-choi-DdBEYd4hZ5k-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5558001/original/006844400_1776402068-WhatsApp_Image_2026-04-17_at_11.29.32__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5280710/original/010510600_1752247238-samu-lopez--unKxROIGzY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6308410/original/066199600_1779182647-000_B3639BR.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6313172/original/082156800_1779187282-IMG-20260519-WA0025.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6315510/original/098683000_1779189625-RM_Sederhana.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6188646/original/085125500_1779068685-Gemini_Generated_Image_eswgf2eswgf2eswg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6010878/original/010893100_1778903181-WhatsApp_Image_2026-05-16_at_10.26.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6307826/original/094003800_1779182143-unnamed__2_.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6306542/original/088249700_1779180824-kentang_mustofa.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6304293/original/048776800_1779178677-Kikil_Sapi_Waru_Jaya_-_Bayu_Pancoro.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6289353/original/089413100_1779164027-Gemini_Generated_Image_ppvfpwppvfpwppvf.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6303526/original/046996400_1779177996-Gemini_Generated_Image_hgitwhhgitwhhgit.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6287959/original/089767800_1779162728-IMG-20260519-WA0002.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6297310/original/007826400_1779171886-unnamed__58_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5163180/original/069461300_1741956836-chicken-green-curry-bowl_1150-23912.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6298695/original/018382900_1779173212-79be245d-7016-4bc6-8a4d-31ae8c8733ad.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6214419/original/098628800_1779092149-unnamed-95.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284521/original/022765800_1779159382-cropped-31db8c04-cf60-46b2-9bbf-937be172118c.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432085/original/094521500_1764755867-Vidio_Guideline_2025_NON-SPORTS_IGF_-_Horizontal_-_arya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3513012/original/025088600_1626429232-kevin_hackert.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483775/original/060597100_1769403155-victoria_beckham.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484152/original/054897800_1769414667-Gemini_Generated_Image_px7w5npx7w5npx7w.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454036/original/068509500_1766547463-Stasiun_Gambir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498890/original/093027800_1770725754-image__57_.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5485154/original/028256900_1769496101-siti_nadia.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4762442/original/092574700_1709625037-IMG_1493.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488195/original/057422900_1769740878-Kelelawar_di_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478141/original/024911500_1768892922-ATK_BOLANET_UCL_2025_2026_SCHEDULE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483058/original/082385200_1769322591-20260125_132615.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4105592/original/078026500_1659098223-ezgif.com-gif-maker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5130439/original/091465400_1739343321-54318718348_fb712dec5a_c__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516283/original/012128900_1772274598-WhatsApp_Image_2026-02-27_at_19.33.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482171/original/016117100_1769163345-Depositphotos_150827586_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480205/original/065971100_1769049178-unnamed__56_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483002/original/061252400_1769316245-074418100_1542783768-photo-1526130963484-68fa9ba0717a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5480757/original/063578900_1769066765-Angonjiwo_Resto_-_Mardika_Sariyyudin_HL.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490055/original/041786300_1769987581-Matera_Reside.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2245386/original/050027300_1528618987-20180610-mudik-stasiun_tugu3-yogya.jpg)