- Kenapa sambal Sunda terasa lebih segar?
- Apa fungsi kencur dalam sambal Sunda?
- Kenapa sambal Sunda sering dimakan dengan lalapan?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Sambal khas Sunda dikenal memiliki cita rasa segar yang membuat banyak orang sulit berhenti makan. Perpaduan cabai, kencur, kemangi, tomat, hingga terasi menciptakan sensasi pedas yang khas sekaligus menggugah selera. Tidak heran jika sambal Sunda kerap menjadi pelengkap favorit untuk berbagai hidangan, mulai dari lalapan, ikan asin, ayam goreng, hingga aneka lauk rumahan sederhana.
Di balik kelezatannya, ternyata ada beberapa rahasia yang membuat sambal Sunda terasa lebih segar dan bikin nagih dibanding sambal lainnya. Mulai dari penggunaan bahan mentah yang baru diulek hingga perpaduan rempah khas seperti kencur menjadi ciri penting dalam sambal Sunda. Dalam artikel ini, Septika Andini (35), seorang ibu rumah tangga asal Ciamis, turut membagikan pengalamannya mengenai kebiasaan membuat dan menikmati sambal khas Sunda dalam kesehariannya bersama keluarga. Berikut rangkuman hasil wawancara daring bersama Liputan6 pada Senin, 18 Mei 2026.
1. Penggunaan Bahan Mentah dan Diulek Dadakan
Salah satu kunci utama kesegaran sambal Sunda terletak pada metode pembuatannya yang "dadakan". Banyak jenis sambal Sunda, seperti sambal dadak dan sambal cibiuk, diulek langsung sesaat sebelum disajikan. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap bahan mempertahankan kesegaran optimalnya.
Proses mengulek dadakan ini bertujuan untuk menjaga aroma dan rasa bahan-bahan tetap kuat serta menggugah selera. Cabai, bawang, tomat, dan kencur dicuci bersih lalu langsung diulek tanpa dimasak terlebih dahulu untuk mempertahankan rasa segar alami.
Septika Andini yang biasa disapa Tika (35) menyebutkan bahwa sambal dadak unggul karena kesegarannya yang lebih terasa dibanding sambal matang. "Cabai, tomat, sama bawangnya masih terasa fresh karena baru diulek pas mau makan. Ditambah orang Sunda lebih suka rasa asli bahan tetap terasa. Jadi sambalnya cenderung ringan dan segar, bukan tipe sambal yang penuh minyak." ujarnya. Ini menjadi alasan utama mengapa sambal dadak sangat diminati.
2. Perpaduan Rempah Khas Kencur
Kencur menjadi salah satu rempah yang tidak terpisahkan dari identitas sambal khas Sunda. Aroma harumnya yang khas mampu memberikan sensasi segar saat disantap, sekaligus membuat sambal terasa lebih ringan tetapi tetap menggugah selera. Kehadiran kencur inilah yang sering menjadi ciri pembeda utama antara sambal Sunda dengan sambal dari daerah lain.
Perpaduan kencur dengan pedasnya cabai serta gurihnya terasi menciptakan rasa yang khas dan bikin nagih. Bahkan, beberapa jenis sambal Sunda dikenal dengan sebutan sambal cikur karena dominasi aroma dan rasa kencurnya yang kuat. Rempah ini tidak hanya berfungsi sebagai penambah aroma, tetapi juga membantu menyeimbangkan rasa pedas sehingga sambal terasa lebih nikmat dan kaya rasa saat disantap bersama lalapan maupun lauk goreng.
Menurut Tika (35), penggunaan kencur memang sudah menjadi bagian penting dalam kuliner Sunda sehari-hari. “Orang Sunda memang suka sambal yang wangi alami. Kencur itu bikin sambal terasa lebih hidup dan tidak cuma pedas saja,” ujarnya. Tidak heran jika banyak sambal khas Sunda seperti sambal cikur dan sambal dadak menggunakan kencur sebagai bahan utama.
3. Penggunaan Teknik Ulek Manual dengan Cobek
Cara mengolah sambal ternyata juga memengaruhi cita rasanya. Banyak masyarakat Sunda masih mempertahankan teknik mengulek sambal menggunakan cobek dan ulekan batu karena dipercaya mampu menghasilkan tekstur dan aroma yang lebih nikmat. Saat bahan diulek secara manual, minyak alami dari cabai, bawang, dan kencur akan keluar perlahan sehingga rasa sambal menjadi lebih menyatu.
Tekstur sambal hasil ulekan tangan biasanya juga tidak terlalu halus sehingga sensasi setiap bahan masih terasa saat dimakan. Tika menyebut sambal yang diulek manual memiliki cita rasa berbeda dibanding sambal blender. “Iya, sangat berpengaruh. Kalau diulek manual pakai cobek, aroma cabai dan kencur biasanya lebih keluar dibanding diblender. Teksturnya juga lebih enak karena tidak terlalu halus.” jelasnya.
4. Penambahan Jeruk Limau untuk Kesegaran Ekstra
Sentuhan akhir yang seringkali menjadi penentu kesegaran sambal Sunda adalah penambahan perasan jeruk limau. Jeruk limau biasanya diperas dan ditambahkan pada tahap akhir proses pembuatan sambal, sesaat sebelum disajikan. Ini adalah langkah kecil dengan dampak besar pada profil rasa.
Perasan jeruk limau berfungsi untuk memberikan rasa asam yang menyegarkan, sekaligus menambah aroma yang lebih harum pada sambal. Rasa asam alami dari jeruk limau mampu menyeimbangkan kepedasan dan gurihnya sambal, menciptakan harmoni rasa yang luar biasa. Ini membuat sambal terasa lebih "hidup" dan membangkitkan nafsu makan.
Kesegaran ekstra dari jeruk limau ini menjadi salah satu elemen yang membuat sambal Sunda begitu istimewa. Rasa asamnya yang tajam namun tidak dominan, berpadu apik dengan bahan-bahan lainnya.
5. Tekstur Sambal yang agak Kasar
Tidak semua sambal Sunda diulek hingga benar-benar halus. Beberapa jenis sambal justru mempertahankan tekstur yang agak kasar agar cita rasa setiap bahan tetap terasa, seperti pada sambal dadak yang biasanya hanya diulek secukupnya. Teknik ini dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan untuk menjaga karakter rasa sambal agar tetap segar dan lebih nikmat saat disantap.
Tekstur sambal yang sedikit kasar membuat cabai, bawang, tomat, hingga kencur masih memberikan sensasi rasa yang lebih alami di lidah. Selain menambah kenikmatan saat makan, cara ini juga membuat aroma sambal terasa lebih kuat dibanding sambal yang terlalu halus. Tika pun mengatakan sambal Sunda rumahan umumnya memang tidak diulek terlalu lembut. “Biasanya sambal tidak terlalu halus dan bahannya masih segar, jadi setiap bahan masih terasa rasanya,” ujarnya.
Pendekatan tersebut menghasilkan sambal dengan perpaduan rasa yang lebih lengkap, mulai dari pedas, gurih, hingga sensasi segar dalam satu suapan. Tekstur khas inilah yang menjadi salah satu alasan sambal Sunda terasa lebih autentik dan bikin nagih.
6. Perpaduan Lalapan yang Menambah Kesegaran
Sambal Sunda hampir selalu disajikan bersama lalapan segar seperti timun, kol, kemangi, leunca, hingga daun pohpohan. Perpaduan sambal pedas dengan aneka sayuran mentah ini menjadi ciri khas kuliner Sunda yang sulit dipisahkan. Kehadiran lalapan membuat sensasi makan terasa lebih segar dan seimbang, terutama saat disantap bersama lauk gurih seperti ikan asin, ayam goreng, atau tahu tempe hangat.
Lalapan tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap, tetapi juga membantu menyeimbangkan rasa pedas dan gurih dari sambal. Tekstur renyah dan sensasi segar dari sayuran mentah membuat cita rasa sambal terasa lebih ringan dan nikmat di lidah. Kombinasi inilah yang menciptakan pengalaman makan khas Sunda yang sederhana, tetapi tetap memuaskan dan membuat banyak orang ketagihan.
Budaya makan sambal dan lalapan memang sudah sangat melekat dalam keseharian masyarakat Sunda. “Kalau sudah ada sambal sama lalapan, lauk sederhana juga rasanya jadi enak. Biasanya malah bikin tambah nasi,” ucap Tika. Perpaduan rasa pedas, segar, dan gurih inilah yang membuat sambal Sunda terasa begitu khas dan tidak mudah membosankan.
Pertanyaan Umum Seputar Topik
1. Kenapa sambal Sunda terasa lebih segar?
Karena banyak sambal Sunda dibuat dadakan menggunakan bahan mentah yang baru diulek.
2. Apa fungsi kencur dalam sambal Sunda?
Kencur memberikan aroma harum khas dan sensasi segar yang membuat sambal lebih nikmat.
3. Kenapa sambal Sunda sering dimakan dengan lalapan?
Lalapan membantu menyeimbangkan rasa pedas sambal dan membuat makan terasa lebih segar.
4. Apakah sambal Sunda selalu sangat pedas?
Tidak selalu, karena sambal Sunda lebih mengutamakan keseimbangan rasa pedas, gurih, dan segar.
5. Apa sambal Sunda yang paling populer?
Beberapa yang populer antara lain sambal dadak, sambal cikur, sambal cibiuk, dan sambal oncom.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6287959/original/089767800_1779162728-IMG-20260519-WA0002.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6297310/original/007826400_1779171886-unnamed__58_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5163180/original/069461300_1741956836-chicken-green-curry-bowl_1150-23912.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6298695/original/018382900_1779173212-79be245d-7016-4bc6-8a4d-31ae8c8733ad.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284521/original/022765800_1779159382-cropped-31db8c04-cf60-46b2-9bbf-937be172118c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6295767/original/083432600_1779170259-1071b602-6993-4c5d-bfc1-706ba00b35c9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6294973/original/083319200_1779169585-5e64eb68-c2aa-4b23-a59f-871d2234eb6a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5449485/original/082087400_1766064996-kate_william_natal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284143/original/022728600_1779158914-cropped-7cbc9f83-beab-4ce0-bbca-736d21cd81b1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6290311/original/007118400_1779165043-unnamed__54_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579899/original/048040400_1778118645-Gemini_Generated_Image_wurim3wurim3wuri.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5939079/original/019118500_1778836291-Desain_tanpa_judul__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6283364/original/034179400_1779158228-cropped-73b11c76-5d41-4592-87f7-71ffd7f3bb01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6281694/original/038583700_1779156570-cropped-4b770e2e-8d6a-4cd7-bbe1-14af2240701c.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6278891/original/079101100_1779153793-kamila_andini1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6193655/original/060273800_1779073316-cropped-e2740953-4d3c-4350-ba60-9c57adddd9f8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5461306/original/053271600_1767364658-bali.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/6273458/original/028602500_1779148646-WhatsApp_Image_2026-05-19_at_06.28.29.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6010876/original/001267100_1778903181-WhatsApp_Image_2026-05-16_at_10.26.15__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5574722/original/003516500_1777973275-IMG-20260505-WA0126.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432085/original/094521500_1764755867-Vidio_Guideline_2025_NON-SPORTS_IGF_-_Horizontal_-_arya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3513012/original/025088600_1626429232-kevin_hackert.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483775/original/060597100_1769403155-victoria_beckham.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441925/original/083440000_1765521629-WhatsApp_Image_2025-12-12_at_13.31.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484152/original/054897800_1769414667-Gemini_Generated_Image_px7w5npx7w5npx7w.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477081/original/014158100_1768808089-WhatsApp_Image_2026-01-19_at_14.25.45.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454036/original/068509500_1766547463-Stasiun_Gambir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498890/original/093027800_1770725754-image__57_.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5485154/original/028256900_1769496101-siti_nadia.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4762442/original/092574700_1709625037-IMG_1493.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488195/original/057422900_1769740878-Kelelawar_di_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478141/original/024911500_1768892922-ATK_BOLANET_UCL_2025_2026_SCHEDULE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476303/original/023394600_1768726731-modern-woman-using-hair-straightener.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483058/original/082385200_1769322591-20260125_132615.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4105592/original/078026500_1659098223-ezgif.com-gif-maker.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5130439/original/091465400_1739343321-54318718348_fb712dec5a_c__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477562/original/022471000_1768869683-WhatsApp_Image_2026-01-19_at_22.56.19.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516283/original/012128900_1772274598-WhatsApp_Image_2026-02-27_at_19.33.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5128815/original/071800800_1739261225-ice-cube-background-still-life.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482171/original/016117100_1769163345-Depositphotos_150827586_L.jpg)