Trik Cerdas Memperkenalkan Ikan pada Anak, Sumber Protein Murah Jadi Menu Favorit Keluarga

6 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Bagi banyak orang tua, memperkenalkan ikan pada anak sering menjadi tantangan tersendiri. Ada anak yang menolak karena aroma amis, takut duri, atau terbiasa dengan makanan lain yang dianggap lebih menarik. Padahal, ikan merupakan sumber pangan kaya gizi yang mudah ditemukan di Indonesia dan harganya relatif terjangkau dibandingkan beberapa sumber protein hewani lain.

Indonesia memiliki kekayaan sumber daya ikan yang sangat besar, baik dari laut maupun perairan tawar. Beragam jenis ikan lokal seperti kembung, lele, patin, nila, tongkol, cakalang, hingga teri dapat menjadi pilihan menu keluarga untuk mendukung tumbuh kembang anak. Kandungan protein berkualitas tinggi, omega-3, vitamin, dan mineral dalam ikan menjadikannya salah satu pangan penting untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

Hal tersebut juga menjadi perhatian Ibu Hanik saat ditemui Liputan6.com, Minggu (14/6/2026). Ibu rumah tangga berusia 27 tahun yang memiliki dua anak ini,  berusaha menjadikan ikan sebagai bagian dari menu keluarga karena menurutnya ikan bukan hanya bergizi, tetapi juga ekonomis dan mudah diolah menjadi berbagai hidangan yang disukai anak. 

Ikan Lokal, Sumber Protein Berkualitas yang Terjangkau

Menurut Hanik, banyak orang tua masih beranggapan bahwa makanan bergizi untuk anak harus berasal dari bahan mahal seperti daging sapi atau ikan impor. Padahal, ikan lokal yang tersedia di pasar tradisional memiliki kandungan gizi yang tidak kalah baik.

“Memenuhi gizi anak itu tidak harus mahal. Di pasar lokal banyak ikan murah yang tinggi protein untuk mendukung pertumbuhan anak dan menjaga daya tahan tubuh,” ujar Hanik.

Pernyataan tersebut sejalan dengan informasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjelaskan bahwa ikan merupakan salah satu sumber pangan hewani dengan protein tinggi, asam lemak tak jenuh, vitamin, serta mineral yang dibutuhkan tubuh. Indonesia memiliki potensi sumber daya ikan yang besar sehingga ikan dapat menjadi pilihan pangan bergizi yang tersedia sepanjang tahun.

Beberapa jenis ikan yang menurut Hanik cocok diberikan kepada anak antara lain ikan kembung, lele, patin, cakalang, dan teri. Ikan kembung menjadi salah satu favorit karena selain murah, ikan ini kaya omega-3 yang berperan dalam perkembangan otak. Ikan lele dan patin memiliki tekstur lembut sehingga lebih mudah diterima anak-anak. Sementara itu, ikan cakalang yang masih satu keluarga dengan tuna memiliki kandungan protein tinggi.

Ikan kecil seperti teri juga memiliki keunggulan karena biasanya dikonsumsi bersama tulangnya sehingga dapat menjadi sumber kalsium yang mendukung pertumbuhan tulang anak.

Berdasarkan kajian gizi dari berbagai sumber kesehatan, ikan mengandung protein dengan asam amino esensial yang mudah dicerna. Kandungan omega-3 berupa DHA dan EPA juga banyak dikaitkan dengan perkembangan fungsi otak, kemampuan belajar, serta kesehatan sistem saraf anak.

Mengenalkan Ikan Sejak Masa MPASI

Salah satu trik utama Hanik dalam memperkenalkan ikan pada anak adalah memulainya sejak dini, yaitu ketika anak memasuki masa MPASI atau makanan pendamping ASI pada usia sekitar 6 bulan.

“Saya mulai mengenalkan ikan saat mereka usia 6 bulan. Awalnya saya berikan sebagai protein tunggal dulu supaya bisa melihat apakah ada reaksi alergi atau tidak,” jelas Hanik.

Pada tahap awal, Hanik mengolah ikan dengan cara sederhana. Ikan dibersihkan dari kulit dan duri, kemudian dikukus hingga matang. Setelah itu ikan dihaluskan bersama nasi atau sayuran hingga memiliki tekstur lembut yang sesuai dengan kemampuan makan bayi.

Untuk anak usia lebih besar, ikan dapat diolah menjadi nasi tim cincang, sup ikan, atau campuran makanan keluarga. Menurut Hanik, tekstur makanan perlu disesuaikan dengan usia anak agar mereka merasa nyaman saat makan.

Panduan pemberian ikan pada anak juga perlu memperhatikan jumlah dan frekuensi konsumsi. Anak kecil sebaiknya mendapatkan variasi sumber protein, tidak hanya ikan saja. American Academy of Pediatrics (AAP) menyebutkan bahwa ikan dapat diberikan kepada anak sebagai bagian dari pola makan sehat dengan memilih jenis ikan yang aman dan memperhatikan jumlah konsumsinya.

Mengatasi Anak yang Tidak Suka Ikan

Salah satu hambatan terbesar dalam memperkenalkan ikan pada anak adalah penolakan karena bau amis atau bentuk ikan yang kurang menarik. Hanik mengatasi masalah tersebut dengan memilih jenis ikan yang lebih mudah diterima anak.

“Saya lebih memilih ikan seperti lele, patin, mujair, atau gurame karena durinya lebih mudah dipisahkan. Untuk anak kecil, saya menghindari ikan yang terlalu banyak duri halus,” katanya.

Selain memilih jenis ikan, kualitas ikan juga menentukan rasa. Hanik selalu memastikan ikan yang dibeli masih segar dengan melihat ciri-ciri seperti mata yang jernih, insang berwarna merah cerah, sisik yang kuat, serta daging yang terasa kenyal.

Untuk mengurangi aroma amis, Hanik menggunakan bahan alami seperti bawang putih, jahe, dan jeruk nipis sebelum ikan dimasak.

Cara pengolahan juga berpengaruh terhadap kualitas gizi. Hanik lebih sering memilih metode memasak seperti mengukus, merebus, atau memanggang dibandingkan menggoreng terlalu lama. Metode tersebut dinilai dapat membantu menjaga kandungan nutrisi ikan dan mengurangi tambahan lemak dari minyak.

Membuat Menu Ikan Lebih Menarik bagi Anak

Anak-anak sering merasa bosan jika menu yang diberikan selalu sama. Karena itu, kreativitas dalam penyajian menjadi salah satu strategi Hanik agar anak tertarik makan ikan.

Untuk anak pertama yang sudah berusia 6 tahun, Hanik sering mengubah ikan menjadi makanan yang lebih familiar. Ikan dapat dibuat menjadi nugget ikan rumahan, burger ikan, perkedel ikan, abon ikan, hingga campuran mie.

“Kadang anak tidak mau makan kalau melihat ikan utuh. Jadi saya ubah bentuknya supaya lebih menarik,” ungkap Hanik.

Selain mengubah bentuk makanan, Hanik juga melibatkan anak dalam proses memasak. Anak diajak membantu menyiapkan bahan sederhana sehingga muncul rasa penasaran dan keinginan mencoba makanan yang mereka buat sendiri.

Pendekatan edukatif ini sejalan dengan upaya meningkatkan konsumsi ikan di Indonesia melalui gerakan “Gemarikan” yang digagas pemerintah. Edukasi tentang manfaat makan ikan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat diharapkan dapat membangun kebiasaan makan ikan sejak dini.

Ikan sebagai Investasi Gizi Anak

Memperkenalkan ikan pada anak bukan hanya tentang membuat mereka menyukai satu jenis makanan, tetapi juga membangun pola makan sehat sejak kecil. Dengan kandungan protein, omega-3, vitamin D, zat besi, zinc, dan mineral lainnya, ikan dapat mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta daya tahan tubuh anak.

Pengalaman Hanik menunjukkan bahwa memperkenalkan ikan membutuhkan kesabaran dan kreativitas. Anak mungkin membutuhkan waktu untuk menerima rasa baru, tetapi dengan pengolahan yang tepat dan suasana makan yang menyenangkan, ikan dapat menjadi menu favorit keluarga.

Bagi keluarga Indonesia, ikan merupakan pilihan pangan yang dekat, bergizi, dan ekonomis. Dari perairan Nusantara hingga meja makan keluarga, ikan dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk mendukung tumbuh kembang generasi yang lebih sehat.

Tanya Jawab Seputar Gizi Ikan untuk Anak

1. Apa manfaat utama ikan untuk pertumbuhan anak?

Ikan menyediakan protein berkualitas tinggi yang membantu pembentukan jaringan tubuh. Selain itu, kandungan omega-3 DHA dan EPA mendukung perkembangan otak, fungsi kognitif, serta kesehatan mata anak.

2. Kapan anak boleh mulai dikenalkan dengan ikan?

Ikan dapat mulai diperkenalkan sejak masa MPASI sekitar usia 6 bulan dengan tekstur dan jumlah yang disesuaikan kemampuan makan anak.

3. Apakah ikan lokal memiliki gizi yang cukup untuk anak?

Ya. Banyak ikan lokal seperti kembung, lele, patin, tongkol, dan teri memiliki kandungan protein serta nutrisi penting yang baik untuk anak.

4. Bagaimana cara memilih ikan yang aman untuk anak?

Pilih ikan yang segar, memiliki mata jernih, insang merah cerah, tidak berbau menyengat, dan dagingnya masih kenyal. Pastikan duri sudah dibersihkan sebelum diberikan kepada anak kecil.

5. Apakah anak harus makan ikan setiap hari?

Tidak harus setiap hari. Ikan dapat diberikan secara rutin dengan tetap divariasikan bersama sumber protein lain seperti telur, ayam, atau kacang-kacangan agar kebutuhan nutrisi anak lebih beragam.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |