Tren Kencan 2026 Bakal Dibayangi AI Situationship, Apa Itu?

3 weeks ago 35

Liputan6.com, Jakarta - Tren kencan 2026 dibayangi oleh AI situationship. Berdasarkan laporan dari aplikasi kencan ternama, happn, AI Situationship digambarkan sebagai sebuah hubungan tanpa komitmen yang melibatkan chatbot, menyoroti besarnya pengaruh kecerdasan buatan (AI) dalam kehidupan romantis manusia. 

AI situationship adalah perkembangan dari konsep situationship tradisional, yaitu hubungan romantis atau seksual yang tidak formal dan tanpa label komitmen. Dalam konteks tersebut, individu menggunakan chatbot atau pendamping AI sebagai "cermin emosional" atau "ruang dialog" untuk mendapatkan dukungan emosional dan mendengarkan secara penuh.

Peningkatan ketergantungan pada teknologi membuat happn memprediksi bahwa orang akan semakin awal beralih ke AI sebagai "bentuk pelatihan emosional." Fenomena ini muncul karena AI menawarkan apa yang sulit ditemukan di dunia kencan modern.

"AI menawarkan rasa kepastian dan persahabatan, sesuatu yang sulit ditemukan di dunia kencan yang penuh dengan sinyal campur aduk dan kelelahan emosional," kata pakar kencan happn, Claire Rénier, melansir Euro News, Kamis, 11 Desember 2025.

"AI Situationship adalah fenomena baru sehingga banyak pasangan masih belajar menavigasi keberadaan AI dalam hubungan mereka. Bagi banyak orang, ada sesuatu yang meresahkan tentang mengetahui bahwa pasangan Anda merasa perlu mencari keamanan emosional di tempat lain," imbuhnya.

Berdasarkan laporan happn, 41 persen responden di Inggris merasa baik-baik saja jika pasangan berhubungan dekat dengan pendamping AI, sementara 43 persen merasa tidak nyaman, dan 16 persen menganggapnya sebagai perselingkuhan emosional. Meskipun demikian, Rénier menegaskan bahwa AI tidak akan pernah bisa menggantikan hubungan tulus antarmanusia karena cinta sejati dibangun di atas ketidaksempurnaan manusia.

Dampak AI pada Hubungan Sejati

"Jika pasangan Anda beralih ke pendamping digital untuk mendapatkan dukungan, wajar jika Anda merasa seolah-olah ada bagian intim dari hidupnya di mana Anda tidak diterima. Sementara AI dapat mengajari orang cara mencintai, cinta sejati selalu dibangun di atas ketidaksempurnaan manusia."

"Sementara beberapa orang yang berkencan mungkin menganggap AI sebagai alat yang berguna untuk menemukan bahasa cinta mereka, AI tidak akan pernah dapat menggantikan hubungan yang berantakan, terkadang tidak nyaman, tetapi sepenuhnya tulus yang hanya dapat Anda temukan dengan manusia lain," kata Rénier.

Lanskap kencan modern telah diubah oleh teknologi, tetapi tantangannya terletak pada bagaimana individu menggunakan AI. Apakah sebagai alat untuk meningkatkan kesadaran emosional atau sebagai pengganti kenyamanan emosional yang menghindari kerumitan hubungan manusia?

"Berkencan sudah rumit dan ada garis tipis antara bantuan dan ketergantungan: jika AI dapat mengajari orang cara mencintai, mereka masih perlu belajar kembali bagaimana mencintai tanpanya," lanjutnya.

Glosarium Kencan Digital Bertambah

Selain AI situationship, happn juga menyoroti tren lainnya untuk 2026, termasuk "perawatan seks" (sex care), yang memandang seks sebagai bentuk kesejahteraan, dan kembalinya gerakan romantis yang lebih tulus dan offline, jauh dari dinamika DM dan ZIP coding. Tren ini memberi harapan bahwa nilai koneksi manusia yang otentik, meskipun tergerus, tetap dicari di tengah penetrasi teknologi.

Munculnya berbagai istilah kencan baru membuktikan betapa besar teknologi telah mengubah dinamika hubungan, seringkali mengubah pengalaman kencan menjadi sesuatu yang terasa rumit. Menurut laporan Euro News pada 11 November 2025, banyak dari istilah kencan yang baru muncul berasal dari komplikasi yang terkait dengan kencan di era digital, dengan platform memudahkan manipulasi dan penghindaran komitmen. Salah satu kategori paling umum adalah praktik mempermainkan komitmen.

Itu termasuk Benching, yaitu memperlakukan seseorang sebagai cadangan dengan memberikan perhatian secukupnya untuk mempertahankan minat mereka sambil terus mencari opsi lain. Ada juga Breadcrumbing, yang melibatkan pemberian perhatian kecil dan terputus-putus (remah-remah roti) tanpa niat serius, dengan pelakunya hanya menyukai perhatian yang mereka terima.

Ketika Hubungan Dijadikan Alat untuk Keuntungan

Beberapa istilah kencan yang baru muncul berfokus pada penggunaan hubungan untuk keuntungan pribadi, baik itu status sosial, pengaruh, atau dinamika kekuasaan. Throning adalah tindakan sengaja berkencan dengan seseorang semata-mata untuk mendapatkan manfaat dari pengaruh atau lingkaran sosial mereka.

Orang yang melakukan throning secara strategis meningkatkan status dan pengaruh mereka melalui pasangannya, terlepas dari apakah ada hubungan emosional yang tulus, memperlakukan pasangan sebagai alat pendukung.

Lain lagi dengan Kittenfishing, yang merupakan bentuk catfishing yang lebih ringan, dengan seseorang menyesatkan orang lain dengan berbohong atau memberikan gambaran yang salah tentang diri mereka di aplikasi kencan, meskipun tidak sampai menggunakan identitas orang lain. Itu adalah penipuan kecil yang bertujuan untuk membuat diri mereka tampak lebih menarik.

Yang paling unik adalah Shrekking, yang dinamai dari raksasa hijau di film Shrek, merujuk pada seseorang yang memilih berkencan dengan orang yang sebenarnya tidak mereka minati atau di bawah standar mereka. Motifnya adalah agar orang tersebut memperlakukan mereka dengan lebih baik sebagai balasannya, atau untuk menciptakan dinamika kekuasaan dengan "Shrekker" merasa unggul di dalam hubungan tersebut.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |